IMG-20260308-WA0018

Safari Ramadhan PDM Bangkalan di Masjid At-Taqwa Socah Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Silaturahmi

Bangkalan, 8 Maret 2026 — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangkalan kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan yang kali ini bertempat di Masjid At-Taqwa Socah, pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Socah tersebut berjalan dengan sangat meriah, penuh kekeluargaan, serta tetap dalam suasana khidmat dan religius.

Kegiatan Safari Ramadhan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan, pimpinan cabang, pimpinan ranting, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah dan masyarakat umum di Kecamatan Socah. Antusiasme peserta tampak begitu tinggi sejak awal kegiatan, terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir serta terjalinnya komunikasi yang hangat dan penuh keakraban antara pimpinan dan warga persyarikatan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan, Kyai Drs. Rik Suhadi, S.Th.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi organisasi. Beliau menyampaikan bahwa penguatan kaderisasi harus dimulai dari tingkat ranting hingga cabang agar Muhammadiyah semakin kokoh dalam menjalankan dakwah dan pemberdayaan umat.

“Penguatan kaderisasi harus terus dilakukan dari ranting sampai cabang. Jika ranting kuat, cabang kuat, maka daerah juga akan kuat. Dengan kaderisasi yang baik, Muhammadiyah akan mampu terus memberdayakan umat menuju masyarakat Islam yang berkemajuan,” tegas Kyai Rik Suhadi.

Sementara itu, Ustadz Zainullah, selaku Ketua PCM Socah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah Socah terus berupaya meningkatkan peran sosial melalui pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang disalurkan kepada fakir miskin dan masyarakat yang berhak menerima.

Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ZIS yang berjalan secara rutin menjadi salah satu kekuatan Muhammadiyah dalam membantu masyarakat serta memperkuat kepercayaan umat terhadap persyarikatan.

“Alhamdulillah, kegiatan ZIS di Muhammadiyah Socah terus berjalan dan kami salurkan kepada fakir miskin serta masyarakat yang berhak menerima. Dengan kebersamaan dan kepedulian, insyaAllah Muhammadiyah Socah akan semakin tumbuh, berkembang, dan maju,” ungkap Ustadz Zainullah.

Kegiatan Safari Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah, yang semakin mempererat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh peserta yang hadir. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menjadi bukti bahwa silaturahmi yang kuat adalah kunci kemajuan organisasi dan pemberdayaan umat.

Dengan terselenggaranya Safari Ramadhan ini, diharapkan sinergi antara PDM, PCM, PRM, serta seluruh warga Muhammadiyah semakin solid dalam mewujudkan dakwah yang mencerahkan dan membangun masyarakat yang berkemajuan.

IMG-20260307-WA0040

Safari Ramadhan PDM Bangkalan di Masjid Al-Huda Burneh “Silaturahim Organisasi, Penguatan Cabang dan Ranting, serta Pembinaan Masjid Produktif”

Safari Ramadhan PDM Bangkalan di Masjid Al-Huda Burneh
“Silaturahim Organisasi, Penguatan Cabang dan Ranting, serta Pembinaan Masjid Produktif”

Bangkalan – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangkalan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan yang bertempat di Masjid Al-Huda Muhammadiyah Kecamatan Burneh. Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin PDM dalam rangka mempererat silaturahim, memperkuat konsolidasi organisasi, serta melakukan pembinaan kepada pimpinan cabang, ranting, dan jamaah Muhammadiyah di wilayah Kecamatan Burneh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PDM Bangkalan Kyai Drs. Rik Suhadi, Sekretaris PDM Suraji, M.Pd, Drs. H. Busiri sebagai narasumber, serta jajaran pimpinan harian PDM Bangkalan dan pengurus PCM serta PRM se-Kecamatan Burneh.

Safari Ramadhan kali ini mengusung tema
“Mempererat Silaturahim, Memperkuat Cabang dan Ranting, serta Mewujudkan Masjid yang Produktif dan Berkemajuan.”
Dalam sambutannya, Ketua PDM Bangkalan Kyai Rik Suhadi menyampaikan bahwa Safari Ramadhan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur Muhammadiyah mulai dari daerah, cabang, hingga ranting, sehingga gerakan dakwah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Beliau juga menekankan pentingnya membangun masjid yang produktif, yaitu masjid yang tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Masjid harus menjadi pusat gerakan Muhammadiyah. Dari masjid lahir kader, lahir kegiatan dakwah, lahir kepedulian sosial, dan lahir kekuatan umat. Karena itu cabang dan ranting harus kuat, dan masjid harus hidup dengan kegiatan yang produktif,”
demikian disampaikan oleh Kyai Rik Suhadi.

Kegiatan Safari Ramadhan kali ini terasa istimewa karena dilaksanakan di Masjid Al-Huda Burneh yang baru dan megah, yang menjadi salah satu pusat kegiatan Muhammadiyah di Kecamatan Burneh. Keberadaan masjid ini diharapkan mampu menjadi penggerak kegiatan dakwah dan pembinaan umat secara berkelanjutan.

Dalam tausiyah yang disampaikan oleh Drs. H. Busiri, jamaah diajak untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ibadah, memperbanyak sedekah, serta menguatkan peran lembaga Muhammadiyah seperti Lazismu, Majelis Tabligh, Majelis Dikdasmen, dan majelis lainnya agar semakin aktif dalam melayani umat.

Kegiatan berlangsung atraktif, komunikatif, dan penuh keakraban, dilanjutkan dengan dialog, silaturahim, dan konsolidasi organisasi antara pimpinan daerah, cabang, ranting, serta warga persyarikatan.

Dengan terselenggaranya Safari Ramadhan ini, diharapkan sinergitas antara pimpinan, kader, dan warga Muhammadiyah semakin kuat, sehingga gerakan dakwah, pendidikan, dan sosial di Kecamatan Burneh dapat terus berkembang dan membawa kemaslahatan bagi umat.

IMG-20260307-WA0007

Kajian Ramadhan Pemuda Muhammadiyah Burneh: Menguatkan Iman, Membangun Bangkalan Berkemajuan

Burneh, 7 Maret 2026 — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Burneh menggelar kegiatan Kajian Ramadhan dan Tadarus Keliling yang berlangsung khidmat di Masjid Al Huda, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting Muhammadiyah serta unsur pemerintah daerah, dengan tema “Menguatkan Iman, Membangun Bangkalan Berkemajuan.”

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Mohammad Fauzan Ja’far, Wakil Bupati Bangkalan, kemudian Diky Sadqamullah, Sekretaris Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, serta Rik Suhadi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan.

Turut hadir para jamaah tadarus keliling, pemuda Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah se-Kecamatan Burneh yang memenuhi Masjid Al Huda dengan penuh antusias.

Dalam paparannya, para narasumber menyampaikan bahwa membangun Bangkalan yang berkemajuan harus diawali dengan penguatan iman, niat yang sungguh-sungguh, serta komitmen bersama antara ulama, umara, dan masyarakat. Keimanan yang kuat akan menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil, dan berkemajuan.

Wakil Bupati Bangkalan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan sangat penting dalam membangun daerah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah yang selama ini aktif dalam kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Dr. Diky Sadqamullah menekankan pentingnya memperkuat aqidah dan ideologi Islam agar umat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai intervensi yang dapat melemahkan keimanan. Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperkokoh kepribadian Muslim yang berilmu, beriman, dan berakhlak.

Ketua PDM Bangkalan, Kyai Drs. Rik Suhadi, menyampaikan bahwa Muhammadiyah akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang unggul, berkemajuan, dan berkeadilan, serta memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung sangat hidup dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti dialog, terutama saat membahas harapan bersama untuk mewujudkan Bangkalan yang lebih maju dan sejahtera.

Salah satu unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Burneh, Haji Suparman, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari semakin banyaknya aktivitas keislaman di masjid yang baru digunakan tersebut. Ia berharap generasi muda Muhammadiyah terus bangkit dan berkontribusi besar dalam pembangunan Bangkalan.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Bangkalan yang telah beberapa kali menghadiri kegiatan Muhammadiyah. Hal ini dinilai sebagai bentuk komunikasi yang baik antara ulama dan umara dalam membangun daerah.

Kegiatan Kajian Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama agar semangat kebersamaan, keimanan, dan persatuan dapat terus terjaga demi mewujudkan Bangkalan yang sejahtera, berkemajuan, dan berkeadilan.

IMG-20260305-WA0003

Ustadz Safa Sampaikan Kultum Tarawih tentang Makna Taqwa di Masjid At-Taqwa 1 Bangkalan

Bangkalan — Kultum (kuliah tujuh menit) setelah sholat Tarawih di Masjid At-Taqwa 1 Bangkalan pada Rabu, 4 Maret 2026, berlangsung khidmat dengan penyampaian tausiyah oleh Ustadz Safa, pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Socah.

Dalam kultumnya, Ustadz Safa menyampaikan materi tentang makna hakiki taqwa yang diibaratkan seperti sebuah pohon yang baik, sebagaimana perumpamaan dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 24–25. Ia menjelaskan bahwa iman dan taqwa harus tumbuh dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Ustadz Safa menjelaskan bahwa akar pohon melambangkan iman yang kuat yang tertanam dalam hati seorang mukmin. Akar yang kokoh akan membuat seseorang tetap teguh dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Selanjutnya, batang pohon menggambarkan ketaatan kepada Allah, yang tercermin melalui berbagai ibadah seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, serta berbagai amal saleh lainnya.

Sementara itu, cabang-cabang pohon melambangkan akhlak mulia, seperti sikap jujur, amanah, saling menolong, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

Adapun buah dari pohon taqwa adalah manfaat yang dirasakan oleh orang lain, berupa kebaikan, keteladanan, serta kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.

“Takwa itu seperti pohon yang hidup. Akarnya adalah iman, batangnya adalah ibadah, cabangnya adalah akhlak, dan buahnya adalah amal saleh yang bermanfaat bagi manusia,” tutur Ustadz Safa dalam kultumnya.

Kultum Tarawih tersebut disimak dengan penuh perhatian oleh para jamaah yang hadir. Melalui penyampaian yang sederhana namun sarat makna, jamaah diajak untuk terus memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, serta menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi pribadi muslim yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT.

5c7ffc22-3502-4ee9-8c3f-b96f6eaf95c0

Guru Tetap Masuk Saat Siswa Libur, Kebijakan Dipersoalkan

Guru Tetap Masuk Saat Siswa Libur, Kebijakan Dipersoalkan

Perbedaan Tafsir Regulasi Dinilai Abaikan Hakikat Profesi Pendidikan

BANGKALAN — Kebijakan mewajibkan guru tetap masuk sekolah saat siswa libur kembali menjadi sorotan publik pada awal Ramadan tahun ini. Di sejumlah sekolah, ruang kelas kosong tanpa kegiatan belajar mengajar, namun guru tetap hadir untuk memenuhi kewajiban presensi.

Kondisi tersebut terjadi setelah kalender pendidikan menetapkan hari libur siswa, sementara sebagian pemerintah daerah masih menerapkan kehadiran guru mengikuti hari kerja aparatur sipil negara (ASN).

“Guru datang, tidak ada pembelajaran, tidak ada siswa, tetapi tetap harus absen. Ini yang dipertanyakan banyak pihak,” ujar salah satu tenaga pendidik di Bangkalan, Rabu (19/2).

Perbedaan Tafsir Aturan

Pengamat pendidikan menilai persoalan ini muncul karena perbedaan penafsiran regulasi antara sistem kepegawaian dan sistem pendidikan.

Di satu sisi terdapat aturan kepegawaian seperti Undang-Undang ASN dan Peraturan Presiden tentang hari kerja. Di sisi lain ada regulasi khusus profesi guru, yakni Undang-Undang Guru dan Dosen serta aturan pengelolaan pendidikan.

Sebagian daerah memposisikan guru sebagai ASN administratif yang wajib mengikuti hari kerja pemerintahan. Namun daerah lain menganggap guru sebagai ASN profesi yang mengikuti kalender pendidikan.

Secara hukum, berlaku asas lex specialis derogat legi generali — aturan khusus mengalahkan aturan umum. Artinya pengaturan kerja guru seharusnya merujuk pada sistem pendidikan sebagai aturan khusus profesi.

Kebijakan Tidak Seragam

Akibat perbedaan tafsir, kebijakan antar daerah berbeda-beda.

Ada daerah yang meliburkan guru saat siswa libur, ada yang menerapkan kerja dari rumah, dan ada pula yang tetap mewajibkan presensi di sekolah meski tanpa aktivitas pendidikan.

Kondisi ini dinilai menimbulkan ketidakadilan bagi profesi guru karena aturan tidak berlaku seragam secara nasional.

Padahal kalender pendidikan disusun untuk mengatur seluruh ekosistem sekolah, bukan hanya peserta didik.

Kritik dari Lapangan

Kepala UPTD SDN Jambu 2, Suraji, menyebut situasi tersebut berulang setiap tahun, terutama saat Ramadan.

Ia telah menyampaikan masukan tertulis kepada pemerintah daerah agar dilakukan kajian lintas regulasi mengenai status kerja guru.

“Ketika murid libur, tidak ada layanan pendidikan. Kehadiran guru hanya untuk presensi, bukan untuk menjalankan profesinya,” ujarnya.

Menurutnya, guru seharusnya diposisikan sebagai ASN profesi pendidikan, bukan pegawai administrasi kantor.

Bukan Sistem Kerja Kantoran

Praktisi pendidikan menilai sekolah memiliki karakter berbeda dari instansi pemerintahan biasa. Aktivitas guru berbasis proses pembelajaran, bukan jam duduk di ruang kerja.

Karena itu, hari kerja guru dinilai seharusnya mengikuti kalender pendidikan. Tanpa pembelajaran, tidak ada layanan profesional yang diberikan kepada peserta didik.

“Sekolah berubah fungsi menjadi kantor absensi jika guru hadir tanpa kegiatan belajar mengajar,” kata seorang pemerhati pendidikan.

Dorongan Penyeragaman Kebijakan

Sejumlah pihak mendorong pemerintah daerah menyelaraskan kebijakan dengan hukum pendidikan nasional agar tidak terjadi perbedaan perlakuan antar wilayah.

Beberapa rekomendasi yang muncul antara lain menegaskan guru sebagai ASN profesi, menjadikan kalender pendidikan sebagai dasar hari kerja sekolah, serta meniadakan presensi formal ketika tidak ada layanan pendidikan.

Harapan

Masyarakat pendidikan berharap pemerintah segera memberikan kepastian kebijakan. Tujuannya agar tidak lagi terjadi kondisi sekolah kosong namun guru tetap diwajibkan hadir.

Sebab, kehadiran guru tanpa siswa dinilai bukan kegiatan pendidikan, melainkan sekadar aktivitas administratif.

“Sekolah bukan kantor pemerintahan biasa. Guru adalah profesi pendidikan,” ujar seorang tenaga pendidik.

fd7aaf98-6aa1-4972-b19f-882a7ac3af96

LHKP PWM Jawa Timur Gelar Konsolidasi Politik Kebangsaan, Menko Pangan Zulkifli Hasan Beri Apresiasi

Surabaya — Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menggelar kegiatan konsolidasi dan koordinasi bertema “Meneguhkan Peran LHKP PWM Jawa Timur dalam Mewujudkan Politik Kebangsaan yang Berkemajuan dan Berkeadaban.”

Kegiatan ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Bang Zul.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan. Para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur tampak antusias mengikuti forum yang menekankan pentingnya arah politik kebangsaan yang bermoral, berkemajuan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dalam sambutannya, Bang Zul mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Muhammadiyah, khususnya melalui LHKP, memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

“Kegiatan hari ini sangat penting sebagai forum konsolidasi dan koordinasi politik ke depan. Harus ada program yang berkemajuan dan berkeadaban, sehingga politik tidak hanya soal kekuasaan tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa politik kebangsaan membutuhkan kontribusi pemikiran dari organisasi kemasyarakatan yang memiliki tradisi intelektual dan moral kuat seperti Muhammadiyah.

Sementara itu, perwakilan peserta dari Bangkalan turut hadir dalam forum tersebut. Rombongan dipimpin oleh Salim selaku ketua, bersama Indra Kusuma dan anggota lainnya. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menyatukan gagasan serta memperkuat jaringan gerakan kebangsaan di lingkungan Muhammadiyah.

Menurut mereka, LHKP bukan hanya wadah diskusi politik, tetapi juga pusat perumusan gagasan strategis untuk menjawab tantangan bangsa, mulai dari kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Forum ini juga menegaskan bahwa politik yang diperjuangkan Muhammadiyah adalah politik nilai — bukan politik praktis kekuasaan — melainkan politik yang menjunjung etika, keadaban, dan kemajuan peradaban.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LHKP PWM Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan program-program konkret yang mendorong hadirnya kebijakan publik yang adil, berkemajuan, dan berpihak pada kepentingan rakyat luas.

IMG-20260211-WA0005

Menimba Ilmu dan Gagasan di Kampus Wisata: Catatan Akademik dari Universitas Muhammadiyah Malang

Hari ini menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan akademik saya. Bertempat di lingkungan akademik yang inspiratif, kegiatan bimbingan disertasi dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Dengan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah bahkan mancanegara, UMM bukan sekadar kampus, melainkan ruang intelektual yang hidup — sebuah wisata kampus yang memadukan atmosfer pendidikan, budaya, dan inovasi.

Sejak memasuki area kampus, suasana akademik terasa begitu kuat. Gedung-gedung modern berdiri berdampingan dengan ruang terbuka hijau yang tertata rapi. Aktivitas mahasiswa yang dinamis, diskusi di sudut-sudut taman, serta interaksi dosen dan mahasiswa mencerminkan ekosistem pembelajaran yang aktif. Inilah gambaran nyata perguruan tinggi sebagai pusat peradaban ilmu pengetahuan.

Di tempat inilah proses bimbingan disertasi saya berlangsung. Disertasi yang sedang disusun berjudul:
“Implementasi Kebijakan Pendidikan Daerah Kabupaten Bangkalan dan Implikasinya terhadap Mutu Pembelajaran di Sekolah Dasar.”

Topik ini memiliki nilai novelty yang cukup kuat karena tidak hanya membahas praktik pembelajaran di kelas, tetapi juga meneliti bagaimana regulasi daerah — berupa kebijakan pendidikan — benar-benar berdampak terhadap kualitas pendidikan itu sendiri. Artinya, penelitian ini tidak berhenti pada tataran pedagogik, tetapi masuk pada ranah kebijakan publik pendidikan (education policy research).

Selama proses bimbingan, banyak hal didiskusikan secara mendalam:
bagaimana kebijakan daerah diterjemahkan oleh sekolah, bagaimana kepala sekolah dan guru menafsirkannya, serta sejauh mana kebijakan tersebut mampu meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Diskusi berkembang bukan hanya metodologis, tetapi juga filosofis — bahwa kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh kurikulum, tetapi oleh keberpihakan kebijakan terhadap peserta didik dan guru.

Menariknya, kajian ini mendapatkan perhatian dan apresiasi karena memberikan perspektif baru: mutu pendidikan daerah sangat ditentukan oleh arah kebijakan, bukan hanya oleh kompetensi guru. Jika kebijakan tepat → ekosistem belajar sehat → pembelajaran berkualitas → mutu pendidikan meningkat.

Harapan besar tentu tertuju pada Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi akademik sekaligus bahan refleksi bagi pemangku kebijakan agar arah pembangunan pendidikan semakin jelas dan berdampak nyata. Target akhirnya bukan sekadar laporan ilmiah atau artikel jurnal, tetapi perubahan nyata: peningkatan kualitas pendidikan dan indeks pembangunan manusia (IPM) Bangkalan agar tidak lagi berada pada posisi bawah.

Bimbingan hari ini terasa berbeda karena bukan hanya memperbaiki tulisan ilmiah, tetapi juga mempertegas tujuan penelitian: menghadirkan ilmu yang memberi manfaat. Kampus UMM menjadi saksi bahwa penelitian bukan hanya kewajiban akademik, melainkan bagian dari ikhtiar memperbaiki masa depan pendidikan daerah.

Dari Malang, gagasan tentang pendidikan Bangkalan terus dirumuskan — semoga kelak kembali sebagai solusi.

Screenshot_20260209_183331_WhatsApp

Pembangunan Masjid Al Huda Burneh Capai 95 Persen, Ditargetkan Siap Digunakan Saat Ramadan

Burneh — Perkembangan pembangunan Masjid Al Huda di Kecamatan Burneh menunjukkan progres yang sangat menggembirakan. Hingga saat ini, pembangunan masjid yang didirikan dari semangat gotong royong masyarakat, jamaah, para donatur, dan simpatisan telah mencapai sekitar 95 persen, sehingga dapat dikatakan telah memasuki tahap akhir pengerjaan.

Masjid megah yang dibangun dengan kebutuhan anggaran cukup besar tersebut merupakan buah dari kepedulian umat. Dukungan yang luar biasa dari berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan berdirinya rumah ibadah ini. Warga Persyarikatan Muhammadiyah khususnya di wilayah Kecamatan Burneh merasa bangga dan bersyukur karena segera memiliki masjid representatif yang diharapkan menjadi pusat ibadah dan pembinaan umat.
Pimpinan proyek pembangunan, H. Suparman, dikenal sangat total dalam mengawal proses pembangunan. Ia terus memantau dan memimpin jalannya pekerjaan siang maupun malam demi memastikan masjid berdiri dengan baik dan berkualitas.

Menurutnya, kemegahan masjid tidak hanya diukur dari luas bangunan, tetapi juga dari arsitektur dan keindahan interior yang nyaman bagi jamaah. Ia berharap Masjid Al Huda nantinya benar-benar menjadi pilihan utama masyarakat untuk beribadah sekaligus pusat kegiatan keislaman.

“Masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga majelis ilmu dan pusat pembinaan umat. Di sinilah generasi muda dididik menjadi insan berakhlakul karimah, cerdas, dan cinta Al-Qur’an,” ungkap H. Suparman.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Burneh, H. Muhammad Afandi, terus memberikan motivasi kepada seluruh pihak agar pembangunan segera tuntas. Ia berharap Masjid Al Huda sudah dapat dimanfaatkan untuk salat tarawih pada bulan suci Ramadan mendatang.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam penyelesaian pembangunan melalui amal jariyah.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur dan simpatisan yang telah membantu. Semoga Allah membalas semua kebaikan dan masjid ini segera dapat dimanfaatkan oleh umat,” ujarnya.

Dengan progres yang telah mencapai 95 persen, masyarakat optimistis Masjid Al Huda Burneh akan segera berdiri sempurna dan menjadi pusat ibadah, dakwah, serta pendidikan Islam bagi generasi masa depan.Pembangunan Masjid Al Huda Burneh Capai 95 Persen, Ditargetkan Siap Digunakan Saat Ramadan

IMG-20260209-WA0005

Turnamen Tenis Meja Divisi 5 Se-Jawa Timur Meriah di Bangkalan Plaza

Bangkalan — Turnamen tenis meja Divisi 5 se-Jawa Timur berlangsung meriah di Bangkalan Plaza pada Minggu, 8 Februari 2026. Kejuaraan yang memperebutkan Piala Dokter Prima Cup 1 Tahun 2026 tersebut diikuti banyak peserta dan menghadirkan petenis meja terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Sejak pagi hari arena pertandingan sudah dipadati atlet dan penonton. Puluhan atlet saling beradu strategi dan teknik, sementara gemuruh tepuk tangan serta sorak sorai para suporter menambah semarak jalannya pertandingan. Atmosfer kompetisi terasa hangat namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Ketua Umum PTMSI Kabupaten Bangkalan, dr. Prima Nugroho, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah bertanding secara fair play. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia, sponsor, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi seluruh atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur yang telah bertanding dengan sportif. Terima kasih kepada panitia dan sponsorship yang telah mendukung terselenggaranya turnamen ini. Semoga kegiatan ini menjadi wadah lahirnya bibit-bibit atlet muda terbaik, khususnya dari Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.

Setelah melalui pertandingan sengit, berikut daftar pemenang:

Juara 1: Untoro Montero (Surabaya)

Juara 2: Thomas (Surabaya)

Juara 3: Wawan ( Bangkalan ) & sandy ( surabaya)

 

Turnamen Dokter Prima Cup 1 Tahun 2026 diharapkan menjadi agenda rutin pembinaan prestasi tenis meja di Bangkalan serta memperkuat silaturahmi antar atlet se-Jawa Timur.

Screenshot_20260206_055534_WhatsApp

Rapat Koordinasi Ramadan PDM Bangkalan Berlangsung Hangat, Singkong Keju dan Bebek Terong Jadi Sorotan

Bangkalan — Suasana berbeda tampak dalam rapat koordinasi persiapan bulan suci Ramadan yang digelar oleh Korp Mubaligh Muhammadiyah bersama Majelis Tarjih dan Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangkalan. Rapat yang biasanya identik dengan pembahasan serius kali ini berlangsung sangat kondusif namun penuh keakraban, diwarnai senda gurau para peserta yang sebagian besar merupakan para senior Muhammadiyah.

Meski suasana hangat terasa, pembahasan tetap berjalan fokus dan produktif. Agenda utama adalah merumuskan berbagai program dakwah selama bulan suci Ramadan 1447 H. Berbagai kegiatan mulai dari pengajian, safari dakwah, kajian tarjih, hingga pembinaan umat dibahas secara matang agar pelaksanaannya dapat menjangkau seluruh warga persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Bangkalan.

Kabar ini menjadi angin segar bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan karena dalam waktu dekat berbagai program Ramadan akan segera dirilis dan disosialisasikan kepada seluruh amal usaha dan warga Muhammadiyah. Program-program tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat ibadah, dakwah, serta ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Salah satu hal yang mencuri perhatian dalam rapat ini adalah sajian konsumsi yang cukup unik. Peserta disuguhi menu singkong keju dan bebek terong khas Galis. Kombinasi ini menimbulkan suasana cair karena para peserta langsung menikmati hidangan tanpa menunggu nasi. Bahkan beberapa peserta tampak menikmati bebek sebagai “lauk singkong”, memunculkan gelak tawa yang mewarnai jalannya rapat.

Keakraban tersebut justru mempererat kebersamaan antar mubaligh dan pengurus majelis. Suasana rapat menjadi bukti bahwa koordinasi organisasi tidak selalu harus kaku, tetapi tetap dapat berjalan serius dalam balutan kekeluargaan.

Wakil Ketua PDM Bangkalan yang membidangi Tabligh dan Majelis Tarjih, Dr. Doni Burhan, menyampaikan komitmennya untuk terus mengoordinasikan seluruh kegiatan Ramadan agar berjalan efektif dan terarah. Ia menegaskan bahwa tahun 1447 H harus menjadi momentum penguatan dakwah Muhammadiyah di Bangkalan.

Melalui koordinasi intensif ini, PDM Bangkalan optimistis seluruh program Ramadan dapat terselenggara dengan baik serta memberikan manfaat luas bagi umat. Dalam waktu dekat, rincian kegiatan akan segera diumumkan kepada seluruh warga persyarikatan Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan.