de9af393-9bdb-468d-bea9-b75cdc48fa04

Menembus Jalan Berliku Demi Menyalakan Semangat Menulis

Menembus Jalan Berliku Demi Menyalakan Semangat Menulis

Oleh: Siti Rohimah, S.Pd., Kepala SDN Langkap 3 Kecamatan Burneh

Tidak semua perjalanan menuju ilmu selalu mulus. Ada kalanya, jalan yang harus ditempuh penuh tantangan dan rintangan. Namun, justru dari perjalanan itulah tersimpan kisah yang menginspirasi dan memberikan makna mendalam.

Begitulah yang saya rasakan ketika bersama Ibu Vera, Kepala SDN Langkap 5, menghadiri Workshop Penulisan Artikel Ilmiah yang diselenggarakan oleh KKG Guslah 4 Kecamatan Burneh di UPTD SDN Binoh 1 pada Kamis, 11 Juni 2026.

Perjalanan menuju lokasi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Jalan utama dari Desa Langkap menuju Binoh sedang dalam perbaikan sehingga akses utama ditutup. Kami pun harus mencari jalan alternatif. Jalan tersebut berkelok-kelok, sempit, dan melewati pematang sawah serta rumah-rumah penduduk. Bahkan beberapa kali kami berpapasan dengan kendaraan lain sehingga salah satu mobil harus mengalah untuk mencari ruang yang cukup agar dapat saling melintas.

Situasi seperti itu bukan hanya terjadi saat berangkat, tetapi juga saat perjalanan pulang. Namun, semua itu tidak mengurangi semangat kami untuk menimba ilmu. Justru perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa untuk memperoleh sesuatu yang bernilai, terkadang dibutuhkan perjuangan dan kesungguhan.

Sesampainya di lokasi, rasa lelah seakan terbayar lunas. Workshop yang menghadirkan Suraji, M.Pd. sebagai narasumber tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga. Materi tentang menulis artikel ilmiah disampaikan dengan cara yang sederhana, mudah dipahami, dan langsung dapat dipraktikkan. Suasana kegiatan berlangsung santai namun tetap serius, sehingga membuat seluruh peserta merasa nyaman untuk belajar dan berdiskusi.

Hal yang paling menarik bagi saya adalah tumbuhnya keberanian untuk mulai menulis artikel ilmiah dan menerbitkannya pada jurnal penelitian. Selama ini, banyak guru memiliki pengalaman dan inovasi pembelajaran yang luar biasa, namun belum banyak yang terdokumentasi dalam bentuk tulisan ilmiah. Padahal, melalui tulisan itulah gagasan dan inovasi dapat dibaca, dipelajari, dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Workshop ini menyadarkan saya bahwa menulis bukanlah sesuatu yang sulit. Menulis adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan dibiasakan. Yang terpenting adalah memiliki kemauan untuk memulai.

Pengalaman berharga ini menjadi harapan positif yang ingin saya maksimalkan implementasinya di SDN Langkap 3. Saya ingin menumbuhkan budaya literasi dan pembiasaan menulis bersama teman-teman guru. Saya percaya bahwa guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga dapat menjadi penulis yang mampu menghasilkan karya ilmiah dan melahirkan berbagai inovasi pembelajaran.

Perjalanan melalui jalan yang sempit dan berliku menuju Binoh pada hari itu seakan menjadi simbol perjalanan seorang guru dalam menulis. Memang tidak selalu mudah, terkadang ada hambatan dan tantangan. Namun, selama ada semangat, kemauan, dan keyakinan, maka tujuan akan dapat dicapai.

Karena sesungguhnya, ilmu yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh akan melahirkan manfaat yang besar. Dan dari sebuah perjalanan sederhana menembus pematang sawah dan jalan alternatif yang sempit, saya belajar bahwa semangat untuk terus belajar dan menulis tidak boleh berhenti.

Semoga langkah kecil ini menjadi awal lahirnya lebih banyak guru penulis, lebih banyak karya ilmiah, dan lebih banyak inovasi yang dapat menginspirasi dunia pendidikan Indonesia.

43941334-1d30-43f2-98fa-1856aec6c08b

Workshop Penulisan Artikel yang Mudah dan Praktis di KKG Guslah 4 Burneh Berlangsung Sukses dan Penuh Semangat

Workshop Penulisan Artikel yang Mudah dan Praktis di KKG Guslah 4 Burneh Berlangsung Sukses dan Penuh Semangat

Bangkalan – Semangat menulis dan meningkatkan budaya literasi guru kembali ditunjukkan melalui kegiatan Workshop Penulisan Artikel yang Mudah dan Praktis yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Guslah 4 Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026 mulai pukul 09.00 WIB tersebut bertempat di UPTD SDN Binoh 1 Kecamatan Burneh.

Workshop ini dihadiri oleh seluruh perwakilan guru dari setiap lembaga pendidikan yang tergabung dalam Guslah 4. Antusiasme peserta begitu tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Suasana workshop berlangsung santai namun tetap serius, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.

Menariknya, kegiatan ini memiliki kesepakatan bersama yang cukup unik. Peserta tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum memiliki ide judul artikel dan mampu menyusun outline atau kerangka tulisan yang akan dikembangkan menjadi sebuah artikel. Kesepakatan tersebut ternyata mampu memacu semangat peserta untuk benar-benar memulai tradisi menulis.

Narasumber kegiatan, Suraji, M.Pd, menyampaikan materi tentang teknik menulis artikel yang mudah dan praktis. Dengan pendekatan yang sederhana dan aplikatif, peserta diajak memahami langkah-langkah menemukan ide, menentukan judul, hingga menyusun kerangka tulisan secara sistematis. Tidak hanya menerima materi, para peserta juga langsung mempraktikkan penyusunan artikel mereka masing-masing.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang berhasil menyelesaikan tugas dan mempresentasikan judul artikelnya memperoleh hadiah berupa buku karya Suraji, M.Pd. Pemberian hadiah tersebut semakin menambah motivasi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan menulis.

Kepala UPTD SDN Binoh 1, Ibu Mahabbah, mengapresiasi semangat seluruh peserta yang mengikuti workshop. Menurutnya, hasil kegiatan sangat maksimal karena seluruh peserta telah memahami materi yang disampaikan dan mampu menghasilkan ide tulisan yang siap dikembangkan lebih lanjut.

“Semangat peserta luar biasa. Alhamdulillah hasilnya maksimal karena semua peserta sudah sangat memahami materi yang disampaikan. Ini menjadi modal penting untuk membangun budaya menulis di kalangan guru,” ungkapnya.

Sementara itu, Syaiful Arif berharap seluruh peserta dapat segera mengimplementasikan hasil workshop dengan menyelesaikan artikel yang telah dirancang. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penyusunan artikel semata, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan penyusunan jurnal ilmiah melalui program “Menulis Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah” yang rencananya akan diserahkan pada momentum Hari Guru Nasional mendatang.

Menurutnya, gerakan menulis ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan pendidikan dasar.

Kegiatan workshop yang berlangsung dengan penuh semangat tersebut akhirnya ditutup dengan keberhasilan seluruh peserta menghasilkan judul dan outline artikel masing-masing. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa menulis bukanlah sesuatu yang sulit apabila dilakukan dengan kemauan, pendampingan, dan komitmen bersama.

Workshop KKG Guslah 4 Kecamatan Burneh ini menjadi contoh bahwa budaya menulis di kalangan guru dapat tumbuh melalui kegiatan yang sederhana, menyenangkan, dan berorientasi pada hasil nyata. Dari Binoh, semangat literasi guru terus menyala untuk menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas dan bermakna bagi generasi masa depan.

28a44922-48de-4462-b8fa-930ea29e48db

Loyalitas atau Kompetensi? Kritik Mantan Ketua BEM UGM Layak Menjadi Bahan Evaluasi

Pernyataan mantan Ketua BEM UGM dalam dialog publik mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebut bahwa kebijakan saat ini cenderung lebih mengutamakan loyalitas daripada kompetensi menjadi kritik yang patut dicermati secara objektif. Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kritik tersebut sesungguhnya menyentuh persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan, yakni bagaimana negara menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat.

Dalam setiap program strategis nasional, kompetensi merupakan syarat utama keberhasilan. Program sebesar MBG membutuhkan perencanaan yang matang, pengawasan yang ketat, serta pelaksana yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya. Ketika kompetensi tidak menjadi pertimbangan utama, maka risiko terjadinya kesalahan perencanaan, pemborosan anggaran, dan ketidaktepatan sasaran akan semakin besar.

Di sisi lain, loyalitas memang diperlukan dalam sebuah pemerintahan. Seorang pemimpin membutuhkan tim yang memiliki komitmen terhadap visi dan agenda pembangunan yang telah ditetapkan. Namun loyalitas tidak boleh dimaknai sebagai kedekatan personal atau sekadar kesamaan pilihan politik. Loyalitas yang sehat justru harus berjalan beriringan dengan profesionalisme dan kapasitas kerja.

Apa yang disampaikan mantan Ketua BEM UGM dapat dibaca sebagai peringatan agar pemerintah tidak terjebak pada praktik yang mengesampingkan meritokrasi. Sebab sejarah menunjukkan bahwa bangsa-bangsa yang maju adalah bangsa yang memberi ruang kepada orang-orang terbaik untuk mengelola urusan publik, tanpa terlalu dibatasi oleh faktor kedekatan maupun afiliasi.

Karena itu, kritik tersebut semestinya tidak dipandang sebagai serangan politik semata, melainkan sebagai masukan untuk memperkuat kualitas pemerintahan. Masyarakat tentu berharap setiap kebijakan strategis nasional dijalankan oleh figur-figur yang tidak hanya loyal terhadap negara dan konstitusi, tetapi juga memiliki kompetensi yang teruji.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program bukan ditentukan oleh seberapa loyal para pelaksananya kepada kekuasaan, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat. Loyalitas dapat menjaga soliditas, tetapi kompetensilah yang menentukan kualitas hasil kerja. Keduanya harus berjalan bersama, bukan saling menggantikan.

8e366508-7fb9-4b43-a078-07477344febb

Kisah Inspiratif: Guru dan Kepala Sekolah Burneh Belajar Bersama di Lembah Tumpang

Semangat kebersamaan dan penguatan kapasitas pendidikan tampak jelas ketika rombongan guru dan kepala sekolah SD se-Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, melakukan perjalanan edukatif ke Lembah Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bukan sekadar wisata, melainkan bagian dari upaya membangun kapasitas (capacity building) guru dan kepala sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Di tengah suasana alam yang sejuk dan menenangkan, para peserta memanfaatkan setiap momen untuk berdiskusi mengenai berbagai isu pendidikan. Percakapan hangat tentang transformasi pembelajaran, penguatan literasi, peningkatan kompetensi guru, hingga strategi menciptakan sekolah yang ramah dan inovatif mengalir di sela-sela kegiatan. Tidak ada sekat antara kepala sekolah dan guru; semuanya duduk bersama sebagai pembelajar yang memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan pendidikan.

Keindahan Lembah Tumpang menjadi latar yang sempurna untuk memperkuat semangat kolaborasi. Di antara replika candi dan gemericik air pegunungan, lahir berbagai gagasan baru tentang bagaimana menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Para peserta menyadari bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui kemauan untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan berinovasi.

Perjalanan ini menjadi bukti bahwa guru dan kepala sekolah tidak pernah berhenti belajar. Mereka rela meluangkan waktu, menempuh perjalanan jauh, dan berdiskusi secara intens demi meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah masing-masing. Semangat tersebut mencerminkan komitmen kuat insan pendidikan Kecamatan Burneh untuk terus tumbuh dan berkembang bersama.

Kegiatan capacity building ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh peserta. Sepulang dari Malang, mereka tidak hanya membawa kenangan indah tentang Lembah Tumpang, tetapi juga membawa inspirasi, gagasan, dan semangat perubahan yang akan diterapkan di sekolah masing-masing. Sebab sejatinya, perjalanan terbaik bukanlah tentang sejauh mana kita melangkah, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita bawa pulang untuk kemajuan pendidikan dan masa depan anak-anak bangsa.

469f85ec-700b-4604-b86e-76003eecce34

“PTMSI Bangkalan Buka Sekolah Tenis Meja”

BANGKALAN – Kabar gembira datang bagi para pecinta olahraga tenis meja di Kabupaten Bangkalan. Pengurus Kabupaten Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bangkalan secara resmi membuka Sekolah Tenis Meja PTMSI Bangkalan, sebuah program pembinaan yang selama ini sangat dinantikan oleh masyarakat, khususnya para atlet muda dan pencinta tenis meja di berbagai tingkatan.

Kehadiran sekolah tenis meja ini disambut sangat positif oleh masyarakat olahraga. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mencetak bibit-bibit atlet potensial sekaligus memperkuat sistem pembinaan olahraga tenis meja yang berkelanjutan di Kabupaten Bangkalan.

Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan tenis meja di Bangkalan menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Di bawah kepemimpinan dr. Prima Nugroho sebagai Ketua PTMSI Bangkalan, olahraga tenis meja mengalami peningkatan yang luar biasa. Berbagai turnamen rutin digelar mulai dari tingkat pelajar, klub, hingga umum. Atmosfer kompetisi yang sehat tersebut telah melahirkan banyak atlet berbakat dan meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tenis meja.

Tidak hanya itu, semakin banyak klub tenis meja yang bermunculan di berbagai kecamatan menjadi bukti nyata bahwa olahraga ini semakin dicintai oleh masyarakat Bangkalan. Semangat pembinaan yang terus tumbuh menjadikan Bangkalan sebagai salah satu daerah yang cukup aktif dalam pengembangan tenis meja di Madura.

Pembukaan Sekolah Tenis Meja PTMSI Bangkalan diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet yang terstruktur dan profesional. Melalui program latihan yang terjadwal, pelatih yang kompeten, serta dukungan sarana yang memadai, sekolah ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Bangkalan di tingkat regional maupun nasional.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku usaha, orang tua, hingga komunitas olahraga diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Kemajuan olahraga tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama.

“Kehadiran Sekolah Tenis Meja PTMSI Bangkalan bukan sekadar tempat latihan, tetapi menjadi investasi masa depan olahraga Bangkalan. Ini adalah momentum penting untuk melahirkan generasi atlet yang berkarakter, berprestasi, dan mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.”

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak, Sekolah Tenis Meja PTMSI Bangkalan diyakini akan menjadi tonggak baru kebangkitan olahraga tenis meja di Kabupaten Bangkalan serta menjadi wadah lahirnya para juara masa depan. Semoga langkah besar ini terus mendapat dukungan sehingga tenis meja Bangkalan semakin maju, semakin berprestasi, dan semakin membanggakan.

52645c0c-abf8-4cc4-a8aa-1573cdca1d2a

Perjalanan, Canda, dan Semangat Belajar di Atas Roda

Mentari pagi mengiringi keberangkatan rombongan guru dan kepala sekolah se-Kecamatan Burneh menuju kawasan wisata di Malang. Di dalam bus pariwisata yang nyaman, suasana terasa begitu hangat dan penuh keakraban. Tidak ada sekat jabatan antara kepala sekolah dan guru. Semua larut dalam kebersamaan, berbagi cerita, pengalaman, dan tawa yang sesekali pecah di sepanjang perjalanan.

Sebagian peserta terlihat santai menikmati pemandangan di luar jendela, sementara yang lain asyik berdiskusi ringan tentang berbagai pengalaman mengelola sekolah. Ada yang berbagi cerita tentang inovasi pembelajaran di kelas, ada pula yang menceritakan pengalaman lucu saat mendampingi peserta didik. Obrolan yang mengalir tanpa beban justru menjadi ruang belajar yang tidak kalah bermakna.

Perjalanan ini bukan sekadar wisata, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antarpendidik di Kecamatan Burneh. Dalam suasana santai, lahir berbagai gagasan dan inspirasi untuk memajukan pendidikan. Banyak peserta menyadari bahwa kemajuan sekolah tidak hanya dibangun melalui program kerja, tetapi juga melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik antar sesama pendidik.

Bapak Sujono menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting. Menurutnya, perjalanan bersama menjadi momentum untuk membangun kekompakan, memperkuat jejaring profesional, sekaligus menyegarkan semangat pengabdian sebagai guru dan kepala sekolah.

“Kadang ide-ide terbaik lahir bukan di ruang rapat, tetapi di tengah kebersamaan seperti ini. Saat kita saling berbagi pengalaman dan belajar satu sama lain, di situlah tumbuh energi baru untuk memajukan pendidikan,” ungkapnya.

Bus terus melaju meninggalkan hiruk-pikuk kota, membawa rombongan menuju Malang. Namun sesungguhnya, yang sedang dibangun dalam perjalanan ini bukan hanya tujuan wisata, melainkan juga persaudaraan, semangat kolaborasi, dan tekad bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi generasi masa depan. Sebab pendidikan yang maju lahir dari guru-guru yang terus belajar, terus bergerak, dan terus menguatkan satu sama lain.

56f378d1-2217-4172-b791-7b1cdaac3d42

Menuju Tumpang Malang: Perjalanan Konsolidasi Pendidikan yang Penuh Semangat

Perjalanan menuju Tumpang, Malang, menjadi momen yang penuh makna bagi rombongan guru dan kepala sekolah se-Kecamatan Burneh. Dengan menggunakan bus wisata, para peserta memanfaatkan waktu perjalanan bukan hanya untuk menikmati kebersamaan, tetapi juga sebagai ruang diskusi dan konsolidasi dalam memperkuat komitmen memajukan pendidikan.

Suasana di dalam bus terlihat hangat dan penuh semangat. Para guru dan kepala sekolah saling bertukar gagasan, berbagi pengalaman dalam mengelola sekolah, serta mendiskusikan berbagai program prioritas Kementerian Pendidikan yang berkaitan dengan penguatan karakter peserta didik dan tata kelola pendidikan yang lebih baik. Perjalanan yang masih berlangsung ini justru menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi dan mempererat sinergi antarsatuan pendidikan di Kecamatan Burneh.

Kegiatan perjalanan ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi dan penguatan kapasitas guru serta kepala sekolah agar semakin siap dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan pendidikan secara optimal. Melalui kebersamaan dalam perjalanan, diharapkan terbangun semangat kolaborasi yang semakin kuat demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkemajuan.

Bapak Sujono memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, perjalanan menuju Tumpang bukan sekadar agenda kunjungan, melainkan bagian dari konsolidasi ilmiah dan akademik yang sangat penting bagi dunia pendidikan.

“Kegiatan ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat kebersamaan, menyamakan persepsi, dan membangun komitmen bersama dalam mendukung program-program pendidikan. Ini adalah konsolidasi ilmiah dan akademik untuk mewujudkan pendidikan yang lebih maju dan berkarakter,” ujarnya.

Meski rombongan masih dalam perjalanan menuju Tumpang, semangat untuk belajar, berbagi, dan memperkuat kolaborasi sudah terasa sejak keberangkatan. Harapannya, perjalanan ini akan menghasilkan gagasan-gagasan positif yang dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing demi peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Burneh.

IMG-20260529-WA0007

Selamat kepada Para Pemenang Mini Turnamen Tenis Meja Milad dan Mito Qurban 1447 H PTMSI Bangkalan

BANGKALAN – Suasana penuh keakraban, semangat olahraga, dan kebersamaan mewarnai kegiatan pasca penyembelihan dan penyaluran hewan qurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh PTMSI Kabupaten Bangkalan di PTM Joyo Bangkalan. Kegiatan yang dikemas dengan acara bakar sate bersama dan mini turnamen tenis meja ini berlangsung meriah serta diikuti oleh para atlet tenis meja dari berbagai wilayah di Kabupaten Bangkalan.

Beragam olahan daging qurban tersaji dalam kegiatan tersebut, mulai dari sate sapi, sate kambing, gulai, hingga berbagai menu khas Idul Adha lainnya. Para peserta tampak menikmati suasana kebersamaan sambil mempererat tali silaturahmi antar atlet, pelatih, pengurus, dan pecinta olahraga tenis meja.

Tidak hanya menjadi ajang makan bersama, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Mini Turnamen Tenis Meja dalam rangka memperingati hari ulang tahun Ketua Umum PTMSI Kabupaten Bangkalan, dr. Prima Nugroho. Turnamen berlangsung sangat seru, kompetitif, dan menghibur. Para atlet berbakat maupun atlet senior yang telah berpengalaman hampir seluruhnya turut ambil bagian dalam pertandingan tersebut.

Partai final menghadirkan pertandingan yang sangat berimbang antara Rohim dan Bara Segara. Kedua atlet menampilkan permainan berkualitas tinggi dengan reli-reli panjang yang memukau penonton. Karena kekuatan keduanya dinilai sangat seimbang dan pertandingan berlangsung begitu ketat, panitia akhirnya menetapkan Rohim dan Bara Segara sebagai juara kembar pada mini turnamen kali ini.

Keputusan tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta yang hadir. Selain menunjukkan sportivitas yang tinggi, pertandingan tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan tenis meja di Kabupaten Bangkalan terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet potensial.

Selamat kepada Rohim dan Bara Segara yang berhasil menjadi pemenang Mini Turnamen Tenis Meja Milad dan Mito Qurban 1447 Hijriah PTMSI Kabupaten Bangkalan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

Ketua Umum PTMSI Kabupaten Bangkalan, dr. Prima Nugroho, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum Idul Adha menjadi sarana yang sangat baik untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga semangat berolahraga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan keluarga besar tenis meja Bangkalan yang telah hadir dan berpartisipasi. Kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang silaturahmi, kebersamaan, dan menjaga kesehatan bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Prima Nugroho juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan setelah mengonsumsi berbagai olahan daging qurban. Ia mengajak seluruh atlet untuk tetap aktif berolahraga agar kondisi tubuh tetap prima.

“Makan daging sapi maupun kambing hasil qurban tentu menjadi bagian dari kebahagiaan Idul Adha. Namun yang tidak kalah penting adalah tetap menjaga kebugaran dengan berolahraga secara rutin. Berkeringat melalui aktivitas fisik seperti tenis meja dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sehingga kita tetap bugar dan bersemangat,” pesannya.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi media pemersatu sekaligus sarana menjaga kesehatan. Semangat kebersamaan yang terbangun di PTM Joyo Bangkalan diharapkan terus terjaga sehingga prestasi tenis meja Kabupaten Bangkalan semakin berkembang dan mampu bersaing di berbagai tingkat kejuaraan pada masa mendatang.

 

 

Screenshot

Pelajar SMPN 1 Blega Tembus Seleksi Nasional Bintang Sobat SMP 2026, Harumkan Nama Bangkalan

BANGKALAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Bangkalan. Salah satu siswa terbaik UPTD SMPN 1 Blega, Moh. Akmal Maulana, berhasil lolos Seleksi Tahap 1 Program Bintang Sobat SMP 2026 yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar sekolah sekaligus membuktikan bahwa pelajar daerah memiliki kemampuan dan daya saing untuk tampil di tingkat nasional. Ajang Bintang Sobat SMP sendiri dikenal sebagai program bergengsi yang bertujuan mencari generasi muda inspiratif, kreatif, serta memiliki karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial yang kuat.

Program nasional ini tidak hanya menilai prestasi akademik peserta, namun juga kemampuan komunikasi, kreativitas, keaktifan sosial, hingga kapasitas siswa dalam menjadi teladan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Lolosnya Akmal pada tahap awal seleksi menjadi bukti nyata hasil pembinaan dan pendampingan yang dilakukan pihak sekolah secara berkelanjutan. Kepala UPTD SMPN 1 Blega bersama para guru mengaku bersyukur atas capaian tersebut dan berharap keberhasilan ini mampu memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi.

Di era perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat, sekolah terus berupaya menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter yang seimbang dengan penguasaan teknologi. Pendekatan pendidikan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kepedulian sosial, empati, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan Era Society 5.0.

Saat ini, Akmal tengah mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi lanjutan yang diperkirakan lebih kompetitif. Berbagai materi mulai dipersiapkan, mulai dari penguatan personal branding, kemampuan membuat konten edukatif yang inspiratif, hingga pemahaman tentang isu-isu remaja seperti literasi digital, kesehatan mental, dan kampanye anti perundungan.

Keluarga besar UPTD SMPN 1 Blega juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Moh. Akmal Maulana atas prestasi yang telah diraih. “Selamat kepada Akmal, semoga semakin sukses, terus bersemangat belajar, dan mampu meraih prestasi-prestasi terbaik berikutnya hingga mengharumkan nama sekolah, keluarga, dan Kabupaten Bangkalan di tingkat nasional,” ungkap pihak sekolah.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Kabupaten Bangkalan agar terus berani bermimpi, berkarya, dan menunjukkan potensi terbaiknya di tingkat nasional.

1360f70d-7c8b-41dd-92a3-591d045175e2

PTM Blumbang Gelar Latihan Bersama Pasca Iduladha, Berkeringat Sehat dan Pulang Membawa Hadiah

Momentum Iduladha tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada masyarakat, tetapi juga identik dengan berbagai sajian kuliner khas seperti sate, soto, gulai, dan aneka olahan daging lainnya yang menggugah selera. Setelah menikmati hidangan penuh cita rasa tersebut, menjaga kesehatan tubuh menjadi hal yang sangat penting dilakukan.

Semangat hidup sehat itulah yang ditunjukkan oleh komunitas olahraga tenis meja PTM Blumbang yang menggelar latihan bersama dan pertandingan persahabatan pasca kegiatan kurban Iduladha di rumah Bapak AKBP Faisol Amir. Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat, kekeluargaan, dan kebahagiaan karena selain berolahraga, seluruh peserta juga mendapatkan hadiah dari tuan rumah.

Para pemain tampak antusias mengikuti pertandingan tenis meja yang berlangsung sejak siang hari. Dengan penuh semangat, para peserta saling menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bermain tenis meja. Keringat bercucuran menjadi tanda bahwa olahraga benar-benar menjadi sarana mengeluarkan kalori setelah beberapa hari menikmati berbagai makanan olahan daging kurban yang berpotensi meningkatkan kolesterol maupun asam urat apabila tidak diimbangi aktivitas fisik.

Menariknya, dalam latihan bersama berhadiah tersebut, seluruh peserta yang hadir seolah menjadi juara. Tidak ada yang pulang dengan tangan kosong karena Bapak AKBP Faisol Amir selaku tuan rumah memberikan apresiasi dan hadiah kepada para pemain yang telah berpartisipasi dan memeriahkan kegiatan olahraga bersama tersebut.

Suasana penuh canda dan keakraban terlihat di sela-sela pertandingan. Para pemain tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menikmati kebersamaan dan semangat persaudaraan yang terjalin hangat di lingkungan komunitas PTM Blumbang. Olahraga tenis meja pun menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kebugaran tubuh setelah padatnya aktivitas Iduladha.

“Setelah makan sate, soto, dan gulai, tubuh memang perlu diajak bergerak. Dengan olahraga seperti ini, badan menjadi segar kembali, sehat, dan lebih bahagia apalagi ada hadiah dari tuan rumah,” ujar salah satu peserta sambil tersenyum.

Ucapan terima kasih juga disampaikan seluruh peserta kepada Bapak AKBP Faisol Amir yang telah memfasilitasi kegiatan olahraga tenis meja tersebut. Fasilitas tempat bermain yang nyaman serta perhatian kepada para atlet dan pemain PTM Blumbang membuat suasana latihan bersama terasa semakin berkesan.

Kegiatan sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menghadirkan kebahagiaan, menjaga kesehatan, sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat. Harapannya, semangat hidup sehat melalui olahraga tenis meja terus tumbuh dan menjadi budaya positif pasca perayaan Iduladha maupun dalam kehidupan sehari-hari.