Ketua PDM Bangkalan Bertemu Rektor UMSurabaya, Diskusi Hangat Terjalin di Tengah Takziah Almarhum Muhammad Mirdasy
Pandaan — Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Muhammad Mirdasy di Pandaan, Selasa (7/4/2026). Almarhum yang menjabat sebagai Ketua LHKP Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur tersebut wafat sehari sebelumnya di Rumah Sakit Muhammadiyah Malang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah dan para aktivis gerakan Islam.
Rombongan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Dengan menggunakan satu mobil, rombongan bergerak menuju rumah duka sebagai bentuk empati dan penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal luas sebagai sosok aktivis yang konsisten dalam gerakan dakwah dan pemberdayaan umat.
Di lokasi, tampak ribuan pelayat dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati rumah duka. Kehadiran para pentakziyah tidak hanya menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam, tetapi juga menjadi momentum silaturahim keluarga besar Muhammadiyah se-Jawa Timur. Para kolega, sahabat, dan kader persyarikatan yang pernah berjuang bersama almarhum tampak saling menguatkan dalam suasana haru.
Menariknya, pada saat yang sama hadir pula rombongan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya yang dipimpin langsung oleh Rektor beserta jajaran Wakil Rektor dan beberapa dekan. Kehadiran mereka tidak lepas dari jejak pengabdian almarhum yang pernah menjadi bagian dari civitas akademika kampus tersebut sebagai dosen.
Di tengah suasana duka, terjalin pertemuan hangat antara Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pertemuan yang sebelumnya direncanakan namun sulit terealisasi itu akhirnya terjadi secara tidak terduga dalam momentum takziah.
Percakapan yang berlangsung santai namun penuh makna tersebut berkembang menjadi diskusi yang menarik. Keduanya membahas berbagai hal, mulai dari penguatan sinergi kelembagaan, pengembangan pendidikan, hingga mengenang kebersamaan dengan almarhum yang pernah satu generasi dalam gerakan Pemuda Muhammadiyah.
“Momentum ini memang tidak direncanakan, tetapi justru menghadirkan ruang silaturahim yang sangat bermakna. Banyak hal yang kami diskusikan dan insya Allah akan kami lanjutkan dalam komunikasi yang lebih intens di kesempatan berikutnya,” ungkap salah satu perwakilan rombongan PDM Bangkalan.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin komunikasi dan memperkuat kolaborasi ke depan. Keduanya sepakat bahwa nilai-nilai perjuangan yang telah ditanamkan oleh almarhum harus terus dilanjutkan dalam kerja nyata di bidang dakwah dan pendidikan.
Sementara itu, para pentakziyah yang hadir secara bergantian menyampaikan doa dan penghormatan terakhir. Mereka juga memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhum agar diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi gerakan Muhammadiyah dan aktivis pemuda Islam. Namun demikian, semangat perjuangan, dedikasi, dan komitmen beliau dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.









