bbdb48cf-e1d1-4659-806d-a71f91765c6c

LAZISMU PCM Burneh Distribusikan Lebih dari 1,4 Ton lebih Zakat Fitrah dan Zakat Mal Jelang Idul Fitri 1447 H

Burneh, 19 Maret 2026 — Amil LAZISMU Pimpinan Cabang Muhammadiyah Burneh mulai melakukan distribusi zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerima pada Kamis malam (19/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menunaikan amanah umat serta memastikan bahwa zakat tersalurkan secara tepat sasaran kepada fakir miskin, kaum duafa, dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Burneh dan sekitarnya.

Pada tahun ini, jumlah zakat fitrah yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari satu ton beras, yang kemudian langsung didistribusikan kepada warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Penyaluran dilakukan oleh panitia amil bersama pengurus LAZISMU PCM Burneh dengan penuh tertib dan penuh rasa tanggung jawab agar bantuan dapat diterima sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Selain zakat fitrah, panitia juga menyalurkan zakat mal dalam bentuk uang tunai yang berasal dari infaq dan shodaqoh warga Muhammadiyah serta para donatur. Jumlah zakat mal yang dibagikan pada tahun ini mencapai Rp20.000.000, yang diberikan kepada warga yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan syariat.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Muhammadiyah kepada masyarakat, terutama dalam momentum akhir Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami berharap zakat fitrah dan zakat mal yang dibagikan ini dapat memberikan manfaat bagi fakir miskin dan kaum duafa, sehingga semua warga dapat merasakan kebahagiaan dalam menyambut hari kemenangan. Tidak boleh ada satu pun warga yang tidak bisa merayakan Idul Fitri karena kekurangan,” ujar panitia amil LAZISMU PCM Burneh.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Pimpinan Cabang Muhammadiyah Burneh juga akan menyelenggarakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah pada hari Jumat, 20 Maret 2026, yang akan diikuti oleh warga Muhammadiyah dan masyarakat umum di wilayah Kecamatan Burneh.

Dengan adanya kegiatan pendistribusian zakat ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah semakin kuat di tengah masyarakat, serta menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kebahagiaan yang dapat dirasakan bersama oleh seluruh umat.

1dc03faa-f38f-4b3d-bf5b-daa1bc2a1f36

Tadarus Keliling Pemuda Muhammadiyah Burneh Digelar di PTM Blumbang, Kajian Ramadan Berlangsung Khidmat dan Interaktif

Tadarus Keliling Pemuda Muhammadiyah Burneh Digelar di PTM Blumbang, Kajian Ramadan Berlangsung Khidmat dan Interaktif

Bangkalan, 10 Maret 2026 – Kegiatan Tadarus Keliling Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Burneh kembali dilaksanakan dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang penuh makna. Pada kesempatan kali ini, kegiatan bertempat di PTM Blumbang, yang biasanya dikenal sebagai arena latihan dan pertandingan atlet tenis meja, namun kali ini disulap menjadi tempat kajian Ramadan yang penuh dengan nuansa keilmuan dan kebersamaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah yang aktif dalam berbagai kegiatan keislaman serta para kader Muhammadiyah dari wilayah sekitar Kecamatan Burneh. Suasana tadarus berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembacaan Al-Qur’an bersama, kemudian dilanjutkan dengan kajian keislaman yang membahas berbagai persoalan seputar Al-Qur’an dan fikih Islam.

Dalam sesi kajian, terjadi diskusi yang menarik dan interaktif antar peserta. Para jamaah dengan antusias menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta pengalaman keagamaan, sehingga forum kajian menjadi hidup dan penuh dengan semangat mencari ilmu. Diskusi yang berkembang menunjukkan tingginya semangat kader dan warga Muhammadiyah dalam memahami ajaran Islam secara mendalam dan berkemajuan.

Menariknya, kegiatan yang biasanya berlangsung di masjid atau mushalla ini justru dilaksanakan di gedung olahraga tenis meja, sehingga memberikan suasana yang berbeda namun tetap khusyuk. Hal ini menunjukkan bahwa syiar Islam dapat dilakukan di mana saja selama membawa nilai kebaikan dan kemanfaatan bagi umat.

Melalui kegiatan Tadarus Keliling Pemuda Muhammadiyah Burneh, diharapkan semangat dakwah dan pembinaan kader terus terjaga. Konsistensi dalam mengadakan kajian Ramadan menjadi bukti nyata bahwa Pemuda Muhammadiyah terus berupaya melakukan syiar Islam berkemajuan, membangun umat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat kebersamaan.

Semoga kegiatan ini dapat terus berlangsung secara istiqomah dan berkelanjutan, serta mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas demi terwujudnya umat Islam yang kuat, cerdas, dan berkemajuan.

IMG-20260309-WA0025

Safari Ramadhan PDM Bangkalan: Kyai Rik Suhadi Tekankan Penguatan Cabang dan Ranting

Bangkalan, 9 Maret 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangkalan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan 1447 H di Masjid At-Taqwa Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, pada Senin, 9 Maret 2026, menjelang buka puasa bersama. Kegiatan berlangsung khidmat, penuh antusias, dan diikuti oleh pimpinan cabang, ranting, serta warga Muhammadiyah setempat.

Acara berlangsung atraktif terutama saat penyampaian materi tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) oleh Ust. H. Busiri, pakar ilmu falak Muhammadiyah Bangkalan. Dalam penjelasannya disampaikan bahwa pemahaman KHGT terus disosialisasikan secara luas agar warga Muhammadiyah memiliki kesamaan dalam penentuan waktu ibadah berdasarkan perhitungan astronomi yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sesi ini berlangsung menarik karena diikuti diskusi yang hidup dan penuh semangat dari para peserta.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Bangkalan, Kyai Drs. Rik Suhadi, S.Th.I, menegaskan pentingnya penguatan cabang dan ranting sebagai basis gerakan Muhammadiyah.

Beliau menyampaikan bahwa dakwah harus terus diperluas dengan membangun jaringan yang kuat di berbagai bidang agar syiar Islam berkemajuan semakin dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, H. Syafii Irsyad, selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Bangkalan, menekankan pentingnya konsolidasi organisasi serta penguatan majelis dan lembaga agar kegiatan Muhammadiyah di tingkat cabang semakin aktif dan terarah.

Kegiatan Safari Ramadhan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama, yang semakin mempererat silaturahmi antara pimpinan daerah, cabang, ranting, dan seluruh warga Muhammadiyah di Bangkalan.

IMG-20260308-WA0018

Safari Ramadhan PDM Bangkalan di Masjid At-Taqwa Socah Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Silaturahmi

Bangkalan, 8 Maret 2026 — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangkalan kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan yang kali ini bertempat di Masjid At-Taqwa Socah, pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Socah tersebut berjalan dengan sangat meriah, penuh kekeluargaan, serta tetap dalam suasana khidmat dan religius.

Kegiatan Safari Ramadhan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan, pimpinan cabang, pimpinan ranting, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah dan masyarakat umum di Kecamatan Socah. Antusiasme peserta tampak begitu tinggi sejak awal kegiatan, terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir serta terjalinnya komunikasi yang hangat dan penuh keakraban antara pimpinan dan warga persyarikatan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan, Kyai Drs. Rik Suhadi, S.Th.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi organisasi. Beliau menyampaikan bahwa penguatan kaderisasi harus dimulai dari tingkat ranting hingga cabang agar Muhammadiyah semakin kokoh dalam menjalankan dakwah dan pemberdayaan umat.

“Penguatan kaderisasi harus terus dilakukan dari ranting sampai cabang. Jika ranting kuat, cabang kuat, maka daerah juga akan kuat. Dengan kaderisasi yang baik, Muhammadiyah akan mampu terus memberdayakan umat menuju masyarakat Islam yang berkemajuan,” tegas Kyai Rik Suhadi.

Sementara itu, Ustadz Zainullah, selaku Ketua PCM Socah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah Socah terus berupaya meningkatkan peran sosial melalui pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang disalurkan kepada fakir miskin dan masyarakat yang berhak menerima.

Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ZIS yang berjalan secara rutin menjadi salah satu kekuatan Muhammadiyah dalam membantu masyarakat serta memperkuat kepercayaan umat terhadap persyarikatan.

“Alhamdulillah, kegiatan ZIS di Muhammadiyah Socah terus berjalan dan kami salurkan kepada fakir miskin serta masyarakat yang berhak menerima. Dengan kebersamaan dan kepedulian, insyaAllah Muhammadiyah Socah akan semakin tumbuh, berkembang, dan maju,” ungkap Ustadz Zainullah.

Kegiatan Safari Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah, yang semakin mempererat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh peserta yang hadir. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menjadi bukti bahwa silaturahmi yang kuat adalah kunci kemajuan organisasi dan pemberdayaan umat.

Dengan terselenggaranya Safari Ramadhan ini, diharapkan sinergi antara PDM, PCM, PRM, serta seluruh warga Muhammadiyah semakin solid dalam mewujudkan dakwah yang mencerahkan dan membangun masyarakat yang berkemajuan.

IMG-20260307-WA0040

Safari Ramadhan PDM Bangkalan di Masjid Al-Huda Burneh “Silaturahim Organisasi, Penguatan Cabang dan Ranting, serta Pembinaan Masjid Produktif”

Safari Ramadhan PDM Bangkalan di Masjid Al-Huda Burneh
“Silaturahim Organisasi, Penguatan Cabang dan Ranting, serta Pembinaan Masjid Produktif”

Bangkalan – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangkalan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan yang bertempat di Masjid Al-Huda Muhammadiyah Kecamatan Burneh. Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin PDM dalam rangka mempererat silaturahim, memperkuat konsolidasi organisasi, serta melakukan pembinaan kepada pimpinan cabang, ranting, dan jamaah Muhammadiyah di wilayah Kecamatan Burneh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PDM Bangkalan Kyai Drs. Rik Suhadi, Sekretaris PDM Suraji, M.Pd, Drs. H. Busiri sebagai narasumber, serta jajaran pimpinan harian PDM Bangkalan dan pengurus PCM serta PRM se-Kecamatan Burneh.

Safari Ramadhan kali ini mengusung tema
“Mempererat Silaturahim, Memperkuat Cabang dan Ranting, serta Mewujudkan Masjid yang Produktif dan Berkemajuan.”
Dalam sambutannya, Ketua PDM Bangkalan Kyai Rik Suhadi menyampaikan bahwa Safari Ramadhan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur Muhammadiyah mulai dari daerah, cabang, hingga ranting, sehingga gerakan dakwah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Beliau juga menekankan pentingnya membangun masjid yang produktif, yaitu masjid yang tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Masjid harus menjadi pusat gerakan Muhammadiyah. Dari masjid lahir kader, lahir kegiatan dakwah, lahir kepedulian sosial, dan lahir kekuatan umat. Karena itu cabang dan ranting harus kuat, dan masjid harus hidup dengan kegiatan yang produktif,”
demikian disampaikan oleh Kyai Rik Suhadi.

Kegiatan Safari Ramadhan kali ini terasa istimewa karena dilaksanakan di Masjid Al-Huda Burneh yang baru dan megah, yang menjadi salah satu pusat kegiatan Muhammadiyah di Kecamatan Burneh. Keberadaan masjid ini diharapkan mampu menjadi penggerak kegiatan dakwah dan pembinaan umat secara berkelanjutan.

Dalam tausiyah yang disampaikan oleh Drs. H. Busiri, jamaah diajak untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ibadah, memperbanyak sedekah, serta menguatkan peran lembaga Muhammadiyah seperti Lazismu, Majelis Tabligh, Majelis Dikdasmen, dan majelis lainnya agar semakin aktif dalam melayani umat.

Kegiatan berlangsung atraktif, komunikatif, dan penuh keakraban, dilanjutkan dengan dialog, silaturahim, dan konsolidasi organisasi antara pimpinan daerah, cabang, ranting, serta warga persyarikatan.

Dengan terselenggaranya Safari Ramadhan ini, diharapkan sinergitas antara pimpinan, kader, dan warga Muhammadiyah semakin kuat, sehingga gerakan dakwah, pendidikan, dan sosial di Kecamatan Burneh dapat terus berkembang dan membawa kemaslahatan bagi umat.

IMG-20260307-WA0007

Kajian Ramadhan Pemuda Muhammadiyah Burneh: Menguatkan Iman, Membangun Bangkalan Berkemajuan

Burneh, 7 Maret 2026 — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Burneh menggelar kegiatan Kajian Ramadhan dan Tadarus Keliling yang berlangsung khidmat di Masjid Al Huda, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting Muhammadiyah serta unsur pemerintah daerah, dengan tema “Menguatkan Iman, Membangun Bangkalan Berkemajuan.”

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Mohammad Fauzan Ja’far, Wakil Bupati Bangkalan, kemudian Diky Sadqamullah, Sekretaris Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, serta Rik Suhadi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan.

Turut hadir para jamaah tadarus keliling, pemuda Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah se-Kecamatan Burneh yang memenuhi Masjid Al Huda dengan penuh antusias.

Dalam paparannya, para narasumber menyampaikan bahwa membangun Bangkalan yang berkemajuan harus diawali dengan penguatan iman, niat yang sungguh-sungguh, serta komitmen bersama antara ulama, umara, dan masyarakat. Keimanan yang kuat akan menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil, dan berkemajuan.

Wakil Bupati Bangkalan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan sangat penting dalam membangun daerah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah yang selama ini aktif dalam kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Dr. Diky Sadqamullah menekankan pentingnya memperkuat aqidah dan ideologi Islam agar umat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai intervensi yang dapat melemahkan keimanan. Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperkokoh kepribadian Muslim yang berilmu, beriman, dan berakhlak.

Ketua PDM Bangkalan, Kyai Drs. Rik Suhadi, menyampaikan bahwa Muhammadiyah akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang unggul, berkemajuan, dan berkeadilan, serta memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung sangat hidup dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti dialog, terutama saat membahas harapan bersama untuk mewujudkan Bangkalan yang lebih maju dan sejahtera.

Salah satu unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Burneh, Haji Suparman, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari semakin banyaknya aktivitas keislaman di masjid yang baru digunakan tersebut. Ia berharap generasi muda Muhammadiyah terus bangkit dan berkontribusi besar dalam pembangunan Bangkalan.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Bangkalan yang telah beberapa kali menghadiri kegiatan Muhammadiyah. Hal ini dinilai sebagai bentuk komunikasi yang baik antara ulama dan umara dalam membangun daerah.

Kegiatan Kajian Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama agar semangat kebersamaan, keimanan, dan persatuan dapat terus terjaga demi mewujudkan Bangkalan yang sejahtera, berkemajuan, dan berkeadilan.

IMG-20260305-WA0003

Ustadz Safa Sampaikan Kultum Tarawih tentang Makna Taqwa di Masjid At-Taqwa 1 Bangkalan

Bangkalan — Kultum (kuliah tujuh menit) setelah sholat Tarawih di Masjid At-Taqwa 1 Bangkalan pada Rabu, 4 Maret 2026, berlangsung khidmat dengan penyampaian tausiyah oleh Ustadz Safa, pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Socah.

Dalam kultumnya, Ustadz Safa menyampaikan materi tentang makna hakiki taqwa yang diibaratkan seperti sebuah pohon yang baik, sebagaimana perumpamaan dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 24–25. Ia menjelaskan bahwa iman dan taqwa harus tumbuh dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Ustadz Safa menjelaskan bahwa akar pohon melambangkan iman yang kuat yang tertanam dalam hati seorang mukmin. Akar yang kokoh akan membuat seseorang tetap teguh dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Selanjutnya, batang pohon menggambarkan ketaatan kepada Allah, yang tercermin melalui berbagai ibadah seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, serta berbagai amal saleh lainnya.

Sementara itu, cabang-cabang pohon melambangkan akhlak mulia, seperti sikap jujur, amanah, saling menolong, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

Adapun buah dari pohon taqwa adalah manfaat yang dirasakan oleh orang lain, berupa kebaikan, keteladanan, serta kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.

“Takwa itu seperti pohon yang hidup. Akarnya adalah iman, batangnya adalah ibadah, cabangnya adalah akhlak, dan buahnya adalah amal saleh yang bermanfaat bagi manusia,” tutur Ustadz Safa dalam kultumnya.

Kultum Tarawih tersebut disimak dengan penuh perhatian oleh para jamaah yang hadir. Melalui penyampaian yang sederhana namun sarat makna, jamaah diajak untuk terus memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, serta menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi pribadi muslim yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT.

5c7ffc22-3502-4ee9-8c3f-b96f6eaf95c0

Guru Tetap Masuk Saat Siswa Libur, Kebijakan Dipersoalkan

Guru Tetap Masuk Saat Siswa Libur, Kebijakan Dipersoalkan

Perbedaan Tafsir Regulasi Dinilai Abaikan Hakikat Profesi Pendidikan

BANGKALAN — Kebijakan mewajibkan guru tetap masuk sekolah saat siswa libur kembali menjadi sorotan publik pada awal Ramadan tahun ini. Di sejumlah sekolah, ruang kelas kosong tanpa kegiatan belajar mengajar, namun guru tetap hadir untuk memenuhi kewajiban presensi.

Kondisi tersebut terjadi setelah kalender pendidikan menetapkan hari libur siswa, sementara sebagian pemerintah daerah masih menerapkan kehadiran guru mengikuti hari kerja aparatur sipil negara (ASN).

“Guru datang, tidak ada pembelajaran, tidak ada siswa, tetapi tetap harus absen. Ini yang dipertanyakan banyak pihak,” ujar salah satu tenaga pendidik di Bangkalan, Rabu (19/2).

Perbedaan Tafsir Aturan

Pengamat pendidikan menilai persoalan ini muncul karena perbedaan penafsiran regulasi antara sistem kepegawaian dan sistem pendidikan.

Di satu sisi terdapat aturan kepegawaian seperti Undang-Undang ASN dan Peraturan Presiden tentang hari kerja. Di sisi lain ada regulasi khusus profesi guru, yakni Undang-Undang Guru dan Dosen serta aturan pengelolaan pendidikan.

Sebagian daerah memposisikan guru sebagai ASN administratif yang wajib mengikuti hari kerja pemerintahan. Namun daerah lain menganggap guru sebagai ASN profesi yang mengikuti kalender pendidikan.

Secara hukum, berlaku asas lex specialis derogat legi generali — aturan khusus mengalahkan aturan umum. Artinya pengaturan kerja guru seharusnya merujuk pada sistem pendidikan sebagai aturan khusus profesi.

Kebijakan Tidak Seragam

Akibat perbedaan tafsir, kebijakan antar daerah berbeda-beda.

Ada daerah yang meliburkan guru saat siswa libur, ada yang menerapkan kerja dari rumah, dan ada pula yang tetap mewajibkan presensi di sekolah meski tanpa aktivitas pendidikan.

Kondisi ini dinilai menimbulkan ketidakadilan bagi profesi guru karena aturan tidak berlaku seragam secara nasional.

Padahal kalender pendidikan disusun untuk mengatur seluruh ekosistem sekolah, bukan hanya peserta didik.

Kritik dari Lapangan

Kepala UPTD SDN Jambu 2, Suraji, menyebut situasi tersebut berulang setiap tahun, terutama saat Ramadan.

Ia telah menyampaikan masukan tertulis kepada pemerintah daerah agar dilakukan kajian lintas regulasi mengenai status kerja guru.

“Ketika murid libur, tidak ada layanan pendidikan. Kehadiran guru hanya untuk presensi, bukan untuk menjalankan profesinya,” ujarnya.

Menurutnya, guru seharusnya diposisikan sebagai ASN profesi pendidikan, bukan pegawai administrasi kantor.

Bukan Sistem Kerja Kantoran

Praktisi pendidikan menilai sekolah memiliki karakter berbeda dari instansi pemerintahan biasa. Aktivitas guru berbasis proses pembelajaran, bukan jam duduk di ruang kerja.

Karena itu, hari kerja guru dinilai seharusnya mengikuti kalender pendidikan. Tanpa pembelajaran, tidak ada layanan profesional yang diberikan kepada peserta didik.

“Sekolah berubah fungsi menjadi kantor absensi jika guru hadir tanpa kegiatan belajar mengajar,” kata seorang pemerhati pendidikan.

Dorongan Penyeragaman Kebijakan

Sejumlah pihak mendorong pemerintah daerah menyelaraskan kebijakan dengan hukum pendidikan nasional agar tidak terjadi perbedaan perlakuan antar wilayah.

Beberapa rekomendasi yang muncul antara lain menegaskan guru sebagai ASN profesi, menjadikan kalender pendidikan sebagai dasar hari kerja sekolah, serta meniadakan presensi formal ketika tidak ada layanan pendidikan.

Harapan

Masyarakat pendidikan berharap pemerintah segera memberikan kepastian kebijakan. Tujuannya agar tidak lagi terjadi kondisi sekolah kosong namun guru tetap diwajibkan hadir.

Sebab, kehadiran guru tanpa siswa dinilai bukan kegiatan pendidikan, melainkan sekadar aktivitas administratif.

“Sekolah bukan kantor pemerintahan biasa. Guru adalah profesi pendidikan,” ujar seorang tenaga pendidik.

fd7aaf98-6aa1-4972-b19f-882a7ac3af96

LHKP PWM Jawa Timur Gelar Konsolidasi Politik Kebangsaan, Menko Pangan Zulkifli Hasan Beri Apresiasi

Surabaya — Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menggelar kegiatan konsolidasi dan koordinasi bertema “Meneguhkan Peran LHKP PWM Jawa Timur dalam Mewujudkan Politik Kebangsaan yang Berkemajuan dan Berkeadaban.”

Kegiatan ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Bang Zul.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan. Para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur tampak antusias mengikuti forum yang menekankan pentingnya arah politik kebangsaan yang bermoral, berkemajuan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dalam sambutannya, Bang Zul mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Muhammadiyah, khususnya melalui LHKP, memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

“Kegiatan hari ini sangat penting sebagai forum konsolidasi dan koordinasi politik ke depan. Harus ada program yang berkemajuan dan berkeadaban, sehingga politik tidak hanya soal kekuasaan tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa politik kebangsaan membutuhkan kontribusi pemikiran dari organisasi kemasyarakatan yang memiliki tradisi intelektual dan moral kuat seperti Muhammadiyah.

Sementara itu, perwakilan peserta dari Bangkalan turut hadir dalam forum tersebut. Rombongan dipimpin oleh Salim selaku ketua, bersama Indra Kusuma dan anggota lainnya. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menyatukan gagasan serta memperkuat jaringan gerakan kebangsaan di lingkungan Muhammadiyah.

Menurut mereka, LHKP bukan hanya wadah diskusi politik, tetapi juga pusat perumusan gagasan strategis untuk menjawab tantangan bangsa, mulai dari kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Forum ini juga menegaskan bahwa politik yang diperjuangkan Muhammadiyah adalah politik nilai — bukan politik praktis kekuasaan — melainkan politik yang menjunjung etika, keadaban, dan kemajuan peradaban.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LHKP PWM Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan program-program konkret yang mendorong hadirnya kebijakan publik yang adil, berkemajuan, dan berpihak pada kepentingan rakyat luas.

IMG-20260211-WA0005

Menimba Ilmu dan Gagasan di Kampus Wisata: Catatan Akademik dari Universitas Muhammadiyah Malang

Hari ini menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan akademik saya. Bertempat di lingkungan akademik yang inspiratif, kegiatan bimbingan disertasi dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Dengan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah bahkan mancanegara, UMM bukan sekadar kampus, melainkan ruang intelektual yang hidup — sebuah wisata kampus yang memadukan atmosfer pendidikan, budaya, dan inovasi.

Sejak memasuki area kampus, suasana akademik terasa begitu kuat. Gedung-gedung modern berdiri berdampingan dengan ruang terbuka hijau yang tertata rapi. Aktivitas mahasiswa yang dinamis, diskusi di sudut-sudut taman, serta interaksi dosen dan mahasiswa mencerminkan ekosistem pembelajaran yang aktif. Inilah gambaran nyata perguruan tinggi sebagai pusat peradaban ilmu pengetahuan.

Di tempat inilah proses bimbingan disertasi saya berlangsung. Disertasi yang sedang disusun berjudul:
“Implementasi Kebijakan Pendidikan Daerah Kabupaten Bangkalan dan Implikasinya terhadap Mutu Pembelajaran di Sekolah Dasar.”

Topik ini memiliki nilai novelty yang cukup kuat karena tidak hanya membahas praktik pembelajaran di kelas, tetapi juga meneliti bagaimana regulasi daerah — berupa kebijakan pendidikan — benar-benar berdampak terhadap kualitas pendidikan itu sendiri. Artinya, penelitian ini tidak berhenti pada tataran pedagogik, tetapi masuk pada ranah kebijakan publik pendidikan (education policy research).

Selama proses bimbingan, banyak hal didiskusikan secara mendalam:
bagaimana kebijakan daerah diterjemahkan oleh sekolah, bagaimana kepala sekolah dan guru menafsirkannya, serta sejauh mana kebijakan tersebut mampu meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Diskusi berkembang bukan hanya metodologis, tetapi juga filosofis — bahwa kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh kurikulum, tetapi oleh keberpihakan kebijakan terhadap peserta didik dan guru.

Menariknya, kajian ini mendapatkan perhatian dan apresiasi karena memberikan perspektif baru: mutu pendidikan daerah sangat ditentukan oleh arah kebijakan, bukan hanya oleh kompetensi guru. Jika kebijakan tepat → ekosistem belajar sehat → pembelajaran berkualitas → mutu pendidikan meningkat.

Harapan besar tentu tertuju pada Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi akademik sekaligus bahan refleksi bagi pemangku kebijakan agar arah pembangunan pendidikan semakin jelas dan berdampak nyata. Target akhirnya bukan sekadar laporan ilmiah atau artikel jurnal, tetapi perubahan nyata: peningkatan kualitas pendidikan dan indeks pembangunan manusia (IPM) Bangkalan agar tidak lagi berada pada posisi bawah.

Bimbingan hari ini terasa berbeda karena bukan hanya memperbaiki tulisan ilmiah, tetapi juga mempertegas tujuan penelitian: menghadirkan ilmu yang memberi manfaat. Kampus UMM menjadi saksi bahwa penelitian bukan hanya kewajiban akademik, melainkan bagian dari ikhtiar memperbaiki masa depan pendidikan daerah.

Dari Malang, gagasan tentang pendidikan Bangkalan terus dirumuskan — semoga kelak kembali sebagai solusi.