Screenshot

Abdul Mu’ti Jadi Menteri Terbaik Versi Survei, Praktisi Pendidikan Soroti Transformasi Sekolah dan Pembelajaran Mendalam

Suraji.my.id | Bangkalan — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menempati posisi teratas dalam daftar 10 menteri dengan penilaian kinerja terbaik berdasarkan survei Arawicaksa Institute yang dirilis pada Selasa (13/10/2026). Abdul Mu’ti memperoleh skor 8,1 dari skala 0–10, mengungguli sembilan menteri lainnya.

Hasil survei tersebut menjadi salah satu potret penilaian publik terhadap kinerja pemerintah. Bagi dunia pendidikan, capaian ini menarik dicermati karena sektor pendidikan tengah menjalani berbagai agenda transformasi, mulai dari perbaikan infrastruktur sekolah, penguatan digitalisasi, hingga pembaruan pendekatan pembelajaran di ruang kelas.

Dikutip dari pemberitaan RMOL, survei Arawicaksa Institute dilaksanakan pada 3–8 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei menggunakan wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling, margin of error ±2,89 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Revitalisasi Sekolah Menjadi Fondasi Pendidikan Bermutu

Menanggapi hasil survei tersebut, Suraji, M.Pd., praktisi pendidikan yang juga Kepala UPTD SDN Jambu 2, Kabupaten Bangkalan, menilai bahwa perhatian publik terhadap kinerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tidak dapat dilepaskan dari berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sekolah.

“Pendidikan bukan hanya soal kebijakan di atas kertas. Dampaknya harus benar-benar dirasakan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat. Ketika gedung sekolah yang rusak diperbaiki, fasilitas pembelajaran ditingkatkan, serta guru mendapatkan dukungan untuk berinovasi, di situlah kebijakan pendidikan mulai dirasakan manfaatnya,” ujar Suraji.

Menurutnya, program revitalisasi sekolah melalui mekanisme swakelola memiliki arti penting karena mendorong keterlibatan satuan pendidikan dan masyarakat dalam memperbaiki lingkungan belajar. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga memperkuat rasa memiliki, transparansi, dan tanggung jawab bersama terhadap fasilitas pendidikan.

Suraji menambahkan, keberhasilan revitalisasi tidak semestinya diukur hanya dari jumlah gedung yang selesai dibangun atau diperbaiki. Ukuran yang lebih substantif adalah sejauh mana ruang belajar menjadi aman, nyaman, sehat, dan mampu mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.

“Gedung sekolah yang baik merupakan fondasi. Namun, fondasi itu harus dilanjutkan dengan pembelajaran yang bermakna. Jangan sampai bangunannya sudah bagus, tetapi proses pembelajarannya masih berjalan dengan pola lama yang kurang memberi ruang bagi kreativitas dan potensi peserta didik,” tegasnya.

Laptop dan Papan Interaktif Digital Percepat Transformasi Pembelajaran

Selain pembangunan dan perbaikan infrastruktur, bantuan perangkat teknologi berupa laptop dan Papan Interaktif Digital (PID) menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ekosistem digital pendidikan.

Menurut Suraji, kehadiran perangkat tersebut membuka peluang lebih luas bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Materi pelajaran dapat disajikan melalui visualisasi, video pembelajaran, simulasi, maupun berbagai sumber belajar digital yang membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberadaan perangkat digital tidak otomatis meningkatkan kualitas pendidikan apabila tidak disertai kesiapan sumber daya manusia dan perubahan strategi pembelajaran.

“Laptop dan PID jangan hanya menjadi pajangan di ruang kelas. Keduanya harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas interaksi antara guru dan peserta didik. Teknologi harus membantu anak berpikir, bertanya, berdiskusi, bereksperimen, dan menghasilkan karya, bukan sekadar memindahkan materi dari buku ke layar,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pemanfaatan teknologi di seluruh satuan pendidikan, termasuk sekolah di daerah terpencil dan wilayah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan internet. Pemerataan pendidikan digital, menurutnya, bukan sekadar membagikan perangkat, melainkan memastikan semua sekolah memiliki kesempatan yang setara untuk memanfaatkannya.

Pembelajaran Mendalam Harus Hadir di Ruang Kelas

Di sisi lain, Suraji menilai penguatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning menjadi agenda strategis dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Pendekatan ini menekankan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk menghafal materi, tetapi juga memahami konsep, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari, berpikir kritis, berkolaborasi, serta mampu menerapkan apa yang dipelajari dalam situasi nyata.

Menurutnya, Pembelajaran Mendalam akan semakin kuat apabila didukung oleh lingkungan sekolah yang memadai, guru yang kompeten, kepemimpinan sekolah yang adaptif, dan pemanfaatan teknologi secara tepat.

“Revitalisasi sekolah, bantuan laptop, PID, dan Pembelajaran Mendalam tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus terhubung dalam satu ekosistem pendidikan. Infrastruktur menyediakan ruang belajar yang layak, teknologi memperkaya pengalaman belajar, sedangkan guru memastikan proses pembelajaran benar-benar membangun kompetensi dan karakter peserta didik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi pendidikan juga perlu dilihat dari perkembangan kemampuan literasi, numerasi, karakter, kreativitas, dan kemandirian peserta didik. Karena itu, evaluasi kebijakan pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kondisi nyata sekolah serta capaian belajar anak.

Pendidikan Bermutu untuk Semua Bukan Sekadar Tagline

Suraji menegaskan bahwa semangat “Pendidikan Bermutu untuk Semua” harus menjadi komitmen bersama, bukan hanya tagline dalam program pemerintah. Prinsip tersebut menuntut agar setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial, kondisi ekonomi, maupun lokasi tempat tinggal, memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas.

Ia mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat infrastruktur dan digitalisasi pendidikan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan pendidikan Indonesia masih besar, terutama dalam pemerataan mutu antarsekolah, penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi secara efektif, serta peningkatan kemampuan dasar peserta didik.

“Apabila kebijakan revitalisasi sekolah, digitalisasi, dan Pembelajaran Mendalam dilaksanakan secara konsisten serta saling menguatkan, manfaatnya akan dirasakan lebih luas oleh pelaku pendidikan di seluruh Tanah Air. Yang paling penting, anak-anak Indonesia harus memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik dan memiliki bekal untuk menghadapi masa depan,” katanya.

Ia berharap hasil survei terhadap kinerja para menteri dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, sekaligus mendorong evaluasi yang objektif terhadap pelaksanaan program pemerintah. Apresiasi publik, menurutnya, perlu diikuti dengan konsistensi kerja, keterbukaan terhadap masukan, dan keberanian memperbaiki berbagai kekurangan.

“Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari popularitas pejabat atau banyaknya program yang diluncurkan. Ukuran utamanya adalah apakah anak-anak kita semakin cerdas, berkarakter, kreatif, dan memiliki kesempatan yang adil untuk meraih masa depan. Itulah makna sesungguhnya dari pendidikan bermutu untuk semua,” pungkas Suraji.

Sumber: RMOL, “Ini 10 Menteri Terbaik Versi Survei Arawicaksa Institute”, 13 Oktober 2026.

Penulis: Redaksi Suraji.my.id

238c9105-17a2-4500-9e13-6791d0bbb36f

Menjemput Inspirasi di Mandalika: Perpaduan Adrenalin, Keindahan Alam, dan Kebersamaan.

Perjalanan menyaksikan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Ada perjalanan yang bukan sekadar tentang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga tentang menikmati keindahan, merasakan pengalaman baru, dan menciptakan kenangan yang akan selalu tersimpan dalam ingatan.

Sabtu pagi, pukul 08.00 WIB, perjalanan menuju Lombok dimulai dengan penerbangan Citilink. Dari balik jendela pesawat, hamparan alam Indonesia menyuguhkan pemandangan yang begitu memesona. Bentang daratan, birunya laut, dan gugusan pulau yang terlihat dari udara seolah mengingatkan bahwa negeri ini menyimpan begitu banyak keindahan yang patut disyukuri. Dua jam perjalanan terasa begitu berharga, hingga akhirnya pesawat mendarat di Lombok sekitar pukul 10.00 WITA.

Namun, perjalanan kali ini bukan sekadar untuk menikmati pesona alam Lombok. Ada tujuan istimewa yang telah dinantikan: menyaksikan langsung gelaran MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika bersama anak laki-laki yang begitu menyukai dunia balap motor.

Dari bandara, perjalanan langsung berlanjut menuju sirkuit. Semangat semakin terasa ketika memasuki kawasan Mandalika. Keindahan alamnya begitu khas: perbukitan hijau, bentangan laut biru, dan suasana pesisir yang asri berpadu dengan megahnya sirkuit bertaraf internasional. Mandalika seakan membuktikan bahwa olahraga, pariwisata, dan kekayaan alam dapat berjalan beriringan, menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membanggakan.

Ketika Deru Mesin Menjadi Sumber Inspirasi

Setibanya di sirkuit, suasana semakin semarak. Deru mesin motor balap, sorak-sorai penonton, serta antusiasme para penggemar menghadirkan atmosfer yang sulit digambarkan hanya dengan kata-kata. Sebelum menyaksikan balapan sprint, penonton disuguhi sesi kualifikasi motor yang tidak kalah menarik. Setiap pembalap berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya, menguji batas kecepatan, sekaligus menentukan posisi start yang strategis.

Dari tribun penonton, setiap tikungan, akselerasi, dan manuver para pembalap menghadirkan ketegangan tersendiri. Di lintasan, kecepatan memang menjadi daya tarik utama. Namun, di balik itu semua, ada pelajaran yang jauh lebih bermakna: keberanian mengambil keputusan, kedisiplinan berlatih, ketepatan membaca peluang, dan kemampuan untuk tetap fokus di tengah tekanan.

MotoGP mengajarkan bahwa menjadi yang terbaik bukan hanya soal berani melaju kencang. Ada proses panjang, kerja keras, strategi yang matang, dan tim yang solid di balik setiap pencapaian.

Persaingan kejuaraan dunia MotoGP 2026 yang ketat, termasuk perhatian besar terhadap Marc Márquez, semakin menambah daya tarik bagi para penggemar. Setiap persaingan menghadirkan cerita, setiap manuver memancing decak kagum, dan setiap putaran menjadi tontonan yang menegangkan.

Mandalika, Panggung Dunia di Tanah Indonesia

Salah satu hal yang paling mengesankan adalah suasana kebersamaan di antara ribuan penonton yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Mereka hadir dengan latar belakang, bahasa, dan budaya yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh kecintaan terhadap olahraga balap motor.

Sorak-sorai penonton, atribut tim kebanggaan, serta dukungan kepada pembalap favorit menjadikan Mandalika bukan sekadar tempat perlombaan. Kawasan ini berubah menjadi ruang perjumpaan masyarakat dunia, sekaligus panggung yang memperlihatkan kemampuan Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional.

Bagi saya, pengalaman ini menghadirkan kebanggaan tersendiri. Indonesia tidak hanya memiliki panorama alam yang luar biasa, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menghadirkan perhelatan kelas dunia. Mandalika adalah bukti bahwa keindahan alam dan kemajuan dapat saling menguatkan, membuka peluang bagi pariwisata, ekonomi masyarakat, serta promosi Indonesia di mata dunia.

Hadiah Terindah: Waktu Bersama Anak

Di antara riuhnya suara mesin dan meriahnya suasana sirkuit, ada satu hal yang terasa lebih istimewa daripada sekadar menyaksikan balapan: kesempatan menikmati pengalaman ini bersama anak laki-laki yang memang sangat menyukai MotoGP.

Melihat antusiasmenya ketika motor-motor balap melintas dengan kecepatan tinggi menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Ada kegembiraan yang tidak selalu bisa diungkapkan melalui kata-kata. Bagi seorang ayah, kebahagiaan terkadang hadir melalui hal-hal sederhana: menemani anak menikmati hobinya, mendengarkan ceritanya, dan menyaksikan matanya berbinar ketika melihat sesuatu yang sangat ia sukai.

Perjalanan ini mengingatkan saya bahwa mendampingi anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan hidup atau memberikan nasihat. Ada kalanya, pendampingan terbaik justru dilakukan dengan hadir di dunia yang mereka sukai, memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, menikmati pengalaman, dan membangun kenangan bersama keluarga.

Barangkali, beberapa tahun mendatang, detail balapan yang kami saksikan hari ini tidak lagi diingat dengan sempurna. Namun, kenangan tentang perjalanan ke Lombok, keindahan Mandalika, riuhnya tribun, dan kebersamaan ayah dengan anak bisa menjadi cerita berharga yang terus dikenang.

Perjalanan yang Mengajarkan Banyak Hal

Dari penerbangan pagi hingga berada di tengah semaraknya MotoGP Mandalika, perjalanan ini memberikan pelajaran bahwa inspirasi dapat ditemukan di mana saja. Dari alam, kita belajar tentang kebesaran dan keindahan ciptaan Tuhan. Dari olahraga, kita belajar tentang perjuangan, disiplin, dan keberanian. Dari keramaian penonton, kita belajar tentang semangat kebersamaan. Sementara dari keluarga, kita belajar bahwa waktu dan perhatian adalah bentuk kasih sayang yang sangat berharga.

Hidup pun sesungguhnya seperti sebuah perlombaan. Kita memiliki lintasan masing-masing, tantangan yang berbeda, serta tujuan yang ingin dicapai. Tidak semua perjalanan berlangsung mulus. Ada tikungan tajam yang harus dihadapi, ada tekanan yang harus dikelola, dan ada saatnya kita perlu mengatur strategi agar dapat melangkah lebih baik.

Yang terpenting bukan semata-mata seberapa cepat kita mencapai tujuan, melainkan bagaimana kita menjalani prosesnya, menjaga integritas, menghargai orang lain, dan tetap menikmati perjalanan bersama orang-orang yang kita cintai.

Mandalika bukan hanya tentang kecepatan motor di lintasan, melainkan juga tentang perjalanan menemukan inspirasi, merawat kebersamaan, dan mensyukuri keindahan Indonesia.

Hari itu, saya tidak hanya pulang membawa cerita tentang MotoGP. Saya juga membawa kebanggaan terhadap alam Indonesia, inspirasi dari semangat para pembalap, dan kenangan indah bersama anak laki-laki tercinta.

Sebab, pada akhirnya, perjalanan terbaik bukan selalu perjalanan yang membawa kita paling jauh, melainkan perjalanan yang membuat kita pulang dengan hati lebih bahagia, pikiran lebih terbuka, dan kenangan yang semakin mempererat hubungan keluarga.

Mandalika, terima kasih atas keindahan, semangat, dan cerita yang tak terlupakan. Sebuah perjalanan yang bukan hanya memacu adrenalin, tetapi juga menghangatkan hati.

Lombok, Nusa Tenggara Barat | MotoGP 2026 | Sebuah perjalanan, sejuta inspirasi.

1ceb26fd-aba5-4ef9-8bf8-1738dd9707f0

ATLET TENIS MEJA BANGKALAN RAIH JUARA I KEJURNAS GANDA CAMPURAN DI JAKARTA

 

Jakarta, 26 September 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet tenis meja asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Atika berhasil meraih Juara I nomor ganda campuran pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja yang berlangsung di Jakarta, 22–28 September 2026.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Atika. Sebelumnya, Atika juga telah beberapa kali menorehkan prestasi dalam berbagai kejuaraan tenis meja tingkat nasional. Namun, keberhasilannya kali ini memiliki makna tersendiri karena diraih bersama rekan setimnya dalam nomor ganda campuran, sekaligus mampu menjadi yang terbaik di tengah persaingan tenis meja nasional yang semakin kompetitif.

Kejurnas kali ini juga menjadi momentum penting bagi perkembangan tenis meja Indonesia. Bersatunya kembali induk organisasi tenis meja yang sebelumnya mengalami perpecahan diharapkan semakin memperkuat pembinaan dan memberikan energi positif bagi para atlet di berbagai daerah untuk terus meningkatkan kemampuan, prestasi, dan sportivitas.

Bagi Kabupaten Bangkalan, keberhasilan Atika tidak datang secara tiba-tiba. Prestasi tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan, termasuk pembinaan atlet dari berbagai kelompok umur. Pembinaan sejak usia dini menjadi salah satu fondasi penting dalam melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing hingga ke tingkat nasional.

Prestasi Atika sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di Kabupaten Bangkalan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan pembinaan yang konsisten, dukungan berbagai pihak, serta kesempatan berkompetisi yang semakin luas, diharapkan semakin banyak atlet muda Bangkalan yang mampu mengukir prestasi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

Dr. Prima Nugroho turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih Atika.

“Kami mengapresiasi prestasi Atika yang berhasil meraih Juara I ganda campuran pada Kejurnas tenis meja di Jakarta. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Bangkalan sekaligus menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasinya. Semoga ke depan tenis meja Bangkalan semakin maju dan semakin banyak atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” ujar Dr. Prima Nugroho.

Keberhasilan Atika diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet muda tenis meja di Kabupaten Bangkalan untuk terus berlatih, meningkatkan kompetensi, menjaga disiplin, serta berani bersaing di berbagai kejuaraan.

Selamat kepada Atika atas prestasi membanggakan ini. Semoga menjadi langkah untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya dan semakin mengharumkan nama Kabupaten Bangkalan di kancah tenis meja nasional.

Demi tenis meja Indonesia yang semakin maju dan berprestasi.

e99df849-1bc5-42d8-bb74-2fc795c15a6a

Mini Turnamen Tenis Meja PTMSI Bangkalan Berlangsung Meriah, Atlet Muda Tunjukkan Potensi

BANGKALAN, 20 September 2026 — Suasana Bangkalan Plaza, Minggu (20/9/2026), berlangsung meriah dengan digelarnya Mini Turnamen (MITO) Tenis Meja yang diselenggarakan oleh PTMSI Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut pada dasarnya merupakan latihan bersama yang dikemas dalam bentuk pertandingan berhadiah. Meski dilaksanakan secara sederhana dan terkesan mendadak, antusiasme para atlet cukup tinggi. Sejumlah pemain tenis meja dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bangkalan turut ambil bagian dalam ajang tersebut.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan masing-masing. Latih tanding secara rutin dinilai sangat diperlukan agar atlet tidak hanya berlatih secara teknis, tetapi juga terbiasa menghadapi tekanan dan karakter permainan lawan yang berbeda.

Ketua PTMSI Kabupaten Bangkalan, Dr. Prima Nugroho, mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, pertandingan semacam ini perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan kompetensi atlet tenis meja di Kabupaten Bangkalan.

“Walaupun kegiatan ini terkesan mendadak dan konsepnya hanya latihan bersama berhadiah, tetapi kegiatan seperti ini sangat diperlukan. Atlet membutuhkan kesempatan untuk bertanding, menguji kemampuan, sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi lawan yang berbeda,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pembinaan tenis meja yang berkelanjutan di Kabupaten Bangkalan. Dengan semakin seringnya atlet bertanding, kemampuan mereka diharapkan terus berkembang dan muncul bibit-bibit baru yang dapat mengharumkan nama Bangkalan di tingkat yang lebih tinggi.

Salah satu hal yang menarik perhatian dalam mini turnamen kali ini adalah munculnya atlet muda Abraham, siswa kelas VII SMP yang mampu bersaing dalam kategori umum hingga berhasil menjadi juara II.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk berprestasi apabila seorang atlet mendapatkan kesempatan berlatih dan bertanding secara konsisten. Kehadiran Abraham sekaligus menjadi gambaran bahwa potensi atlet muda tenis meja di Bangkalan cukup besar dan perlu mendapatkan ruang pembinaan yang lebih luas.

Sementara itu, Yunus dari Kecamatan Blega berhasil keluar sebagai juara I. Posisi juara III bersama diraih oleh Opi dan Pak Yakin, yang juga merupakan atlet tenis meja di Kabupaten Bangkalan.

Adapun hasil mini turnamen tersebut adalah:

  • Juara I: Yunus – Blega
  • Juara II: Abraham – Siswa Kelas VII SMP
  • Juara III Bersama: Opi
  • Juara III Bersama: Pak Yakin

Mini turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang perebutan hadiah, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan latihan bersama bagi para pecinta tenis meja di Kabupaten Bangkalan. Pertemuan atlet dari berbagai kecamatan diharapkan dapat memperkuat komunikasi antarpemain sekaligus mendorong semakin berkembangnya olahraga tenis meja di daerah.

Dengan adanya kegiatan seperti ini secara berkelanjutan, PTMSI Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat semakin banyak menemukan bibit-bibit atlet potensial, khususnya dari kalangan pelajar, sehingga pembinaan tenis meja di Bangkalan dapat berjalan secara berjenjang dan berkesinambungan.

Dari latihan bersama, lahir pengalaman. Dari pengalaman bertanding, lahir atlet-atlet berprestasi.

9e0f9afc-586f-44df-b653-a0ed5dbfca82

Wamendikdasmen Hadir di Pendopo Agung Bangkalan, Berikan Pembinaan kepada Penerima Revitalisasi Sekolah dan Terima Aspirasi Guru melalui Naskah Akademik

 

BANGKALAN, 17 September 2026 — Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ulhaq, MA, ke Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan, Kamis (17/9/2026), berlangsung penuh khidmat sekaligus semarak. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga 14.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan pembangunan pendidikan di Kabupaten Bangkalan.

Kehadiran Wamendikdasmen disambut oleh Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, jajaran Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Kepala Dinas Pendidikan, para pemangku kepentingan pendidikan, serta perwakilan satuan pendidikan penerima program revitalisasi sekolah tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Fajar Riza Ulhaq memberikan arahan dan pembinaan secara langsung kepada lembaga sekolah atau satuan pendidikan yang memperoleh bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.

Program tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Kabupaten Bangkalan pada tahun 2026 memperoleh dukungan pembangunan fisik pendidikan dalam jumlah besar, mencakup lebih dari 200 satuan pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA, baik berupa pembangunan gedung maupun rehabilitasi fasilitas sekolah.

Besarnya dukungan tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan sekolah yang lebih layak, aman, dan nyaman, tetapi juga menjadi energi baru bagi seluruh insan pendidikan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kompetensi peserta didik.

“Sarana dan prasarana pendidikan yang semakin baik harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, dan seluruh ekosistem pendidikan.”

Pembangunan fisik sekolah, dengan demikian, diharapkan tidak berhenti pada pembangunan gedung semata. Infrastruktur pendidikan harus menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan belajar yang lebih berkualitas, sehingga guru dan peserta didik semakin bersemangat mengembangkan potensi serta kompetensinya.

Suara Guru Bangkalan Disampaikan melalui Naskah Akademik

Momentum kunjungan Wamendikdasmen tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi dan pemikiran para guru di Kabupaten Bangkalan mengenai berbagai persoalan pendidikan yang berkaitan dengan kesejahteraan, jam kerja, dan pengaturan tugas guru ASN, termasuk ASN PNS, PPPK, maupun PPPK paruh waktu.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan menyerahkan naskah akademik kepada Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Naskah tersebut merupakan gagasan dan kajian yang disusun dari aspirasi guru Kabupaten Bangkalan, termasuk kajian mengenai pengaturan jam kerja dan waktu libur guru ASN serta implikasinya terhadap kesejahteraan dan pelaksanaan tugas profesional guru.

Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan masukan dalam penyusunan maupun penyempurnaan kebijakan pendidikan nasional, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara beserta regulasi turunannya.

Aspirasi tersebut menjadi semakin strategis mengingat pemerintah sedang melakukan proses penyusunan dan pembahasan kebijakan baru di bidang sistem pendidikan nasional. Karena itu, para guru Bangkalan berharap berbagai pengalaman empiris dan pemikiran yang dituangkan dalam naskah akademik tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan regulasi yang memberikan kepastian, keadilan, dan perlindungan bagi guru.

Bangkalan Ingin Berkontribusi dalam Kebijakan Pendidikan Nasional

Penyampaian naskah akademik tersebut bukan sekadar menyampaikan aspirasi daerah, tetapi juga merupakan bentuk partisipasi insan pendidikan Kabupaten Bangkalan dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan kebijakan pendidikan nasional.

Guru sebagai tenaga profesional memiliki pengalaman langsung dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan di lapangan. Karena itu, suara guru dari daerah dinilai penting untuk menjadi salah satu sumber masukan dalam penyusunan regulasi agar kebijakan yang lahir dapat mempertimbangkan kondisi nyata satuan pendidikan.

Para guru Bangkalan berharap kebijakan nasional ke depan dapat memberikan pengaturan yang jelas dan relevan mengenai tugas profesional guru, beban kerja, jam kerja, kesejahteraan, serta kedudukan ASN guru, termasuk PPPK dan PPPK paruh waktu.

Momentum pertemuan dengan Wamendikdasmen juga menjadi kesempatan bagi Kabupaten Bangkalan untuk menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Dengan dukungan revitalisasi lebih dari 200 satuan pendidikan pada tahun 2026 dan adanya perhatian pemerintah pusat terhadap berbagai aspirasi pendidikan di daerah, Kabupaten Bangkalan memiliki peluang untuk terus memperkuat kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI ke Bangkalan tersebut pun diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya komunikasi antara pemerintah pusat dan insan pendidikan di daerah.

Guru-guru Bangkalan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr. Fajar Riza Ulhaq, MA, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, yang telah hadir, mendengarkan aspirasi, serta memberikan arahan secara langsung.

Harapannya, aspirasi yang telah disampaikan melalui naskah akademik dapat menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan pendidikan nasional sehingga suara guru dari Kabupaten Bangkalan dapat turut didengar dan dipertimbangkan dalam lahirnya regulasi pendidikan yang relevan, adil, memberikan kepastian hukum, serta berpihak pada peningkatan mutu dan kesejahteraan guru.

Kegiatan di Pendopo Agung Bangkalan ini menjadi bukti bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya tentang membangun gedung sekolah, tetapi juga tentang membangun manusia, meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalisme guru, dan menghadirkan kebijakan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

IMG-20260916-WA0012

KABAR DUKA Dunia Pendidikan Kabupaten Bangkalan Kehilangan Sosok Pendidik dan Tokoh Pendidikan, Dr. H. M. Hasanuddin Bukhari, MM

Bangkalan, 16 September 2026 — Kabar duka menyelimuti keluarga besar dunia pendidikan Kabupaten Bangkalan. Dr. H. M. Hasanuddin Bukhari, MM, tokoh pendidikan dan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan periode 1998–2006, telah berpulang ke rahmatullah pada Selasa, 16 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar pendidikan di Kabupaten Bangkalan. Sosok almarhum dikenal luas sebagai seorang pendidik, birokrat, akademisi, sekaligus tokoh yang memiliki dedikasi luar biasa terhadap kemajuan pendidikan.

Hampir seluruh pendidik, praktisi, dan pelaku pendidikan di Kabupaten Bangkalan mengenal sosok beliau. Selama memimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, almarhum turut meletakkan fondasi penting bagi perkembangan pendidikan di daerah, baik dalam aspek peningkatan sumber daya manusia maupun pembangunan dan pengembangan sarana pendidikan.

Periode kepemimpinan beliau menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pendidikan Kabupaten Bangkalan. Berbagai perubahan dan perkembangan yang terjadi saat itu dirasakan sebagai bagian dari kontribusi dan pengabdian beliau dalam membangun dunia pendidikan.

Dedikasi tersebut tidak berhenti ketika beliau menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara. Setelah pensiun dari PNS, almarhum justru tetap aktif mengabdikan diri di dunia pendidikan dengan menjadi dosen di sejumlah perguruan tinggi, khususnya pada program pascasarjana.

Jejak pengabdian tersebut sangat dirasakan oleh para mahasiswa. Di lingkungan Program Pascasarjana Universitas Bakti Indonesia (UBI), misalnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang tidak sekadar mengajar, tetapi juga memberikan pendidikan, bimbingan, arahan, dan pendampingan kepada para mahasiswa dengan penuh kesungguhan.

Bagi banyak mahasiswa pascasarjana, beliau merupakan sosok pembimbing yang memberikan motivasi sekaligus dorongan agar mahasiswa mampu menyelesaikan studinya dengan baik dan tepat waktu. Ketelatenan, pengalaman, serta pemikiran akademiknya menjadi bagian yang tidak terlupakan bagi para mahasiswa yang pernah mendapatkan bimbingan beliau.

Dedikasi akademik tersebut juga diperkuat dengan perjalanan pendidikan beliau sendiri. Almarhum berhasil menyelesaikan program doktoral di Universitas Brawijaya Malang, yang semakin memperkaya kapasitas keilmuan dan pemikirannya untuk terus memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan.

Kepergian Dr. H. M. Hasanuddin Bukhari, MM, tentu menjadi kehilangan besar bagi keluarga, dunia akademik, dan khususnya masyarakat pendidikan Kabupaten Bangkalan. Namun, warisan pemikiran, pengabdian, keteladanan, dan perjuangan beliau akan tetap menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di Kabupaten Bangkalan.

Kita semua menyadari bahwa kehidupan dan kematian merupakan ketetapan serta takdir Ilahi. Yang menjadi kewajiban kita setelah kepergian beliau adalah meneruskan perjuangan dan cita-cita beliau untuk membangun pendidikan yang semakin maju, berkualitas, berkarakter, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Selamat jalan, Dr. H. M. Hasanuddin Bukhari, MM.

Terima kasih atas ilmu, pengabdian, pemikiran, bimbingan, dan keteladanan yang telah diberikan kepada banyak generasi pendidik dan mahasiswa.

Semoga seluruh amal ibadah, pengabdian, dan kebaikan beliau diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Semoga almarhum husnul khatimah dan dimasukkan ke dalam Jannah-Nya.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

35d4f667-0cd7-4307-b36f-01b2062eae74

PTMSI Bangkalan Konsisten Bina Atlet dari Usia Dini hingga Dewasa, Prestasi Tenis Meja Terus Menanjak

 

Rangkaian Turnamen Pelajar hingga Divisi se-Jawa Timur Jadi Wadah Pembibitan Atlet Bangkalan

BANGKALAN, 30 Agustus 2026 — Perkembangan olahraga tenis meja di Kabupaten Bangkalan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang semakin menggembirakan. Hal tersebut tidak terlepas dari konsistensi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Bangkalan dalam melakukan pembinaan dan pembibitan atlet melalui berbagai event dan turnamen secara berkelanjutan.

Program pembinaan yang dilakukan PTMSI Bangkalan tidak hanya menyasar atlet senior, tetapi dimulai sejak kelompok umur dan usia dini, tingkat pelajar SD, SMP, SMA, hingga kategori dewasa. Bahkan, berbagai turnamen dengan level yang lebih tinggi seperti Divisi se-Jawa Timur juga telah beberapa kali diselenggarakan di Kabupaten Bangkalan.

Konsistensi tersebut patut diapresiasi karena memberikan ruang yang cukup luas bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menjadi sarana bagi PTMSI dalam menemukan bibit-bibit baru tenis meja.

Dalam dua hari terakhir, 29 dan 30 Agustus 2026, PTMSI Kabupaten Bangkalan kembali menggelar rangkaian pertandingan tenis meja dengan berbagai kategori. Pertandingan tidak hanya melibatkan atlet kelompok umur dan pelajar mulai tingkat SD hingga SMA, tetapi juga kategori dewasa.

Puncaknya pada Ahad (30/8/2026), Bangkalan Plaza menjadi tempat berlangsungnya Turnamen Bupati Cup Tenis Meja Divisi 6 se-Jawa Timur 2026 yang diikuti sebanyak 96 atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan tenis meja di Kabupaten Bangkalan tidak berjalan secara sporadis, melainkan mulai dibangun sebagai sebuah ekosistem pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pengenalan olahraga tenis meja kepada anak-anak hingga memberikan ruang kompetisi bagi atlet dewasa.

Ketua Umum PTMSI Kabupaten Bangkalan, Dr. Prima Nugroho, menjadi salah satu sosok yang terus mendorong agar pembinaan tenis meja dilakukan secara konsisten dan menyentuh seluruh kelompok usia.

Perhatian tersebut tidak hanya diberikan kepada para atlet, tetapi juga terhadap perkembangan organisasi dan klub-klub tenis meja yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bangkalan.

Dengan semakin banyaknya klub yang berkembang dan semakin seringnya kompetisi digelar, koordinasi antara pengurus PTMSI, klub, pelatih, atlet, serta berbagai pihak yang mendukung perkembangan olahraga menjadi semakin penting.

Berbagai event yang diselenggarakan juga memberikan dampak positif terhadap atmosfer olahraga di Bangkalan. Masyarakat memiliki semakin banyak kesempatan untuk menyaksikan pertandingan tenis meja, sementara para atlet memperoleh pengalaman menghadapi lawan dengan karakter dan kemampuan yang berbeda-beda.

Dari Turnamen, Lahir Atlet Baru

Pembinaan melalui kompetisi dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk mencetak atlet baru. Atlet usia dini tidak hanya belajar teknik dasar dalam latihan, tetapi juga mendapatkan pengalaman menghadapi tekanan pertandingan, membangun mental bertanding, menerapkan strategi, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Hal tersebut menjadi penting karena prestasi tidak dapat dibangun secara instan. Dibutuhkan proses panjang, latihan yang konsisten, kompetisi yang berjenjang, serta dukungan dari klub dan organisasi olahraga.

PTMSI Kabupaten Bangkalan dalam beberapa tahun terakhir terus memperbanyak event, baik di tingkat lokal maupun tingkat Provinsi Jawa Timur. Langkah tersebut perlahan mulai menunjukkan hasil dengan semakin banyaknya atlet Bangkalan yang muncul dan mampu bersaing di berbagai kejuaraan.

Bahkan, sejumlah atlet tenis meja Kabupaten Bangkalan telah mampu mengukir prestasi hingga tingkat nasional. Capaian tersebut menjadi modal sekaligus motivasi untuk terus memperkuat pembinaan pada kelompok usia yang lebih muda.

Komitmen PTMSI untuk Masa Depan

Dr. Prima Nugroho menegaskan bahwa pembinaan atlet muda akan terus menjadi perhatian PTMSI Kabupaten Bangkalan. Menurutnya, anak-anak harus dikenalkan dan dibuat mencintai tenis meja sejak usia dini.

“Kami ingin pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari usia dini sampai tingkat dewasa. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berlatih dan bertanding sebanyak mungkin. Dengan begitu mereka tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga mental dan pengalaman bertanding yang baik,” ujarnya.

Ia juga memberikan perhatian terhadap keberadaan klub-klub tenis meja di berbagai kecamatan. Menurutnya, klub merupakan ujung tombak pembinaan karena dari klub-lah proses latihan dan pembentukan atlet berlangsung setiap hari.

“Kami akan terus membangun koordinasi dengan klub-klub yang ada di Kabupaten Bangkalan. Semakin banyak klub yang berkembang, semakin besar pula peluang kita menemukan bibit-bibit atlet baru. PTMSI akan terus berusaha memberikan ruang melalui berbagai turnamen dan kegiatan pembinaan,” tambahnya.

Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan tenis meja Kabupaten Bangkalan. Semakin banyaknya event yang digelar, semakin banyak pula kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan dan mengukur perkembangan mereka.

Tidak hanya mengejar prestasi, pembinaan tenis meja juga diharapkan mampu membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, ketekunan, dan semangat berkompetisi secara sehat.

Rangkaian turnamen yang berlangsung pada 29 dan 30 Agustus 2026 sekaligus menjadi bukti nyata bahwa tenis meja di Kabupaten Bangkalan semakin berkembang. Dari kelompok usia dini hingga kategori dewasa, semuanya mendapatkan ruang untuk bertanding.

Dengan pembinaan yang konsisten, dukungan klub, perhatian pengurus, serta semakin banyaknya kompetisi, PTMSI Kabupaten Bangkalan optimistis akan semakin banyak lahir atlet-atlet muda potensial yang mampu membawa nama Bangkalan ke level Jawa Timur, nasional, bahkan internasional.

Kemajuan tenis meja Bangkalan bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara hari ini, tetapi tentang bagaimana dari setiap turnamen lahir generasi baru atlet yang lebih baik untuk masa depan.

05c339ff-26b0-4504-8639-482fefe46f62

Ahong Surabaya Juara Bupati Cup Tenis Meja Divisi 6 se-Jawa Timur di Bangkalan

 

BANGKALAN, 30 Agustus 2026 — Turnamen Tenis Meja Bupati Cup Kabupaten Bangkalan 2026 Divisi 6 se-Jawa Timur berlangsung meriah di Bangkalan Plaza, Ahad (30/8/2026). Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti sebanyak 96 atlet tenis meja dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Bangkalan Plaza dipadati para atlet, official, dan pecinta tenis meja yang menyaksikan pertandingan demi pertandingan. Atmosfer semakin meriah ketika memasuki partai puncak yang mempertemukan Ahong dari Surabaya melawan Mantri, atlet dari PTM Melati Surabaya.

Pertandingan final berlangsung sengit dan menarik. Kedua pemain yang dikenal sebagai spesialis bintikers tenis meja Jawa Timur tersebut memperagakan permainan dengan tempo cepat, variasi pukulan yang atraktif, serta aksi-aksi yang membuat pertandingan semakin menarik untuk disaksikan.

Pertandingan tersebut mendapat apresiasi dari Dr. Prima Nugroho, Ketua Umum PTMSI Kabupaten Bangkalan, yang turut menyaksikan langsung jalannya pertandingan. Menurutnya, partai final tersebut menunjukkan bahwa tenis meja Jawa Timur memiliki banyak atlet dengan kualitas permainan yang sangat baik.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya Turnamen Bupati Cup Tenis Meja 2026 ini. Kami juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja luar biasa dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan turnamen ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan meriah,” ujar Dr. Prima Nugroho.

Menurutnya, kejuaraan seperti Bupati Cup bukan hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga tenis meja di Kabupaten Bangkalan.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana turnamen ini bisa menjadi bagian dari proses pembinaan. Kami akan terus melanjutkan pembinaan terhadap bibit-bibit muda, terutama anak-anak kita, agar mereka semakin mencintai tenis meja, rajin berlatih, memiliki mental bertanding yang baik, dan pada akhirnya bisa menjadi atlet yang berprestasi di masa depan,” tambahnya.

Pada akhirnya, Ahong dari Surabaya berhasil keluar sebagai juara Bupati Cup Tenis Meja Divisi 6 se-Jawa Timur 2026 setelah melewati pertandingan yang berlangsung ketat dan menarik.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pembibitan atlet tenis meja, khususnya di Kabupaten Bangkalan. Sebelumnya, PTMSI Kabupaten Bangkalan juga telah menggelar turnamen tenis meja antarpelajar se-Kabupaten Bangkalan sebagai bagian dari program pembinaan atlet sejak usia dini.

Dr. Prima Nugroho menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan. Anak-anak tidak cukup hanya mendapatkan latihan teknik, tetapi juga membutuhkan pengalaman bertanding secara langsung.

“Anak-anak harus diberikan kesempatan sebanyak mungkin untuk berlatih dan bertanding. Mereka perlu melihat dan merasakan langsung bagaimana permainan atlet-atlet yang lebih senior. Dari situ mereka akan belajar teknik, strategi, sportivitas, sekaligus membangun mental bertanding,” jelasnya.

Harapan tersebut menjadi semakin penting karena sejumlah atlet tenis meja Kabupaten Bangkalan saat ini telah mampu mengukir prestasi hingga tingkat nasional. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi generasi penerus untuk mengikuti jejak para seniornya.

Turnamen Bupati Cup 2026 juga menjadi momentum untuk mempertemukan atlet-atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur dalam suasana kompetisi yang sehat dan sportif. Kehadiran 96 atlet menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap perkembangan olahraga tenis meja.

Kejuaraan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bangkalan bersama jajaran pengurus KONI Kabupaten Bangkalan. Mereka turut mengikuti jalannya pertandingan dan menyaksikan secara langsung persaingan para atlet tenis meja dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Dr. Prima Nugroho berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga Kabupaten Bangkalan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan, tetapi juga mampu menjadi salah satu pusat pembinaan tenis meja di Jawa Timur.

“Kami ingin tenis meja semakin dicintai masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda. Dari kecintaan itu akan lahir kemauan untuk berlatih, kemudian muncul prestasi. Insyaallah PTMSI Kabupaten Bangkalan akan terus berkomitmen melakukan pembinaan agar semakin banyak atlet muda yang tumbuh dan mampu membawa nama baik Bangkalan di tingkat Jawa Timur maupun nasional,” pungkasnya.

Penyelenggaraan Bupati Cup Tenis Meja Divisi 6 se-Jawa Timur 2026 menjadi bukti bahwa semangat olahraga di Kabupaten Bangkalan terus tumbuh. Dari sebuah pertandingan, diharapkan lahir bibit-bibit baru yang kelak menjadi atlet tenis meja berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bangkalan.

Screenshot

Semarak HUT RI ke-81, Lomba Tradisional di Bangkalan Jadi Ajang Perkuat Kebersamaan Warga

 

BANGKALAN, SURAJI.MY.ID – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 terasa semakin meriah di tengah masyarakat Kabupaten Bangkalan. Berbagai perlombaan tradisional digelar, mulai dari panjat pinang hingga lomba menangkap bebek.

Bukan sekadar menjadi hiburan masyarakat, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali kebersamaan, kekompakan dan semangat gotong royong antarwarga.

Antusiasme masyarakat terlihat saat warga beramai-ramai menyaksikan peserta berjuang dalam perlombaan. Gelak tawa dan sorak-sorai penonton membuat suasana peringatan kemerdekaan semakin hidup.

Panjat pinang menjadi salah satu perlombaan yang paling menyita perhatian. Untuk mencapai hadiah yang berada di bagian atas, peserta tidak dapat mengandalkan kemampuan individu. Mereka harus bekerja sama, menyusun strategi dan saling membantu agar dapat mencapai puncak.

Semangat tersebut menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan seseorang, tetapi juga kekompakan dan kemampuan bekerja bersama.

Tak kalah meriah, lomba menangkap bebek juga mengundang tawa masyarakat. Tingkah peserta yang berusaha mengejar dan menangkap bebek membuat perlombaan berlangsung penuh kegembiraan.

Di tengah perkembangan zaman dan semakin kuatnya penggunaan teknologi serta media sosial, perlombaan tradisional Agustusan tetap memiliki daya tarik tersendiri. Kegiatan seperti ini mampu menghadirkan ruang perjumpaan langsung antarwarga, mulai anak-anak, pemuda hingga orang tua.

Momentum peringatan kemerdekaan pun tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga sarana merawat persaudaraan dan memperkuat persatuan masyarakat.

Nilai kebersamaan tersebut sejalan dengan semangat perjuangan para pendiri bangsa. Kemerdekaan Indonesia dapat diraih karena adanya persatuan, pengorbanan dan gotong royong dari berbagai elemen masyarakat.

Karena itu, tradisi perlombaan Agustusan seperti panjat pinang dan berbagai permainan rakyat lainnya patut terus dipertahankan. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi media sederhana untuk mengenalkan nilai kebersamaan dan nasionalisme kepada generasi muda.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Bangkalan untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat gotong royong dan bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah.

SURAJI.MY.ID
Berita Pendidikan, Sosial dan Masyarakat Bangkalan

9126f578-b302-4dac-ab6b-0ed405ae6e05

Dialog Kebangsaan di Pendopo Agung Bangkalan, Perlindungan Profesi Guru Jadi Sorotan

 

BANGKALAN — Dialog Kebangsaan yang digelar Polres Bangkalan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan menjadi ruang strategis untuk membicarakan berbagai persoalan pembangunan daerah, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan terhadap profesi guru.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan, Kamis (13/8/2026), mulai pukul 09.00 hingga 12.15 WIB tersebut berjalan interaktif. Berbagai ide, kritik, dan gagasan disampaikan peserta sebagai bagian dari upaya bersama membangun Bangkalan yang lebih maju.

Salah satu isu yang mengemuka adalah perlunya kepastian dan instrumen perlindungan hukum bagi guru dan kepala sekolah dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., dalam paparannya menegaskan bahwa setiap laporan terhadap guru maupun kepala sekolah yang masuk kepada aparat penegak hukum perlu dilihat secara objektif berdasarkan motif, substansi persoalan, serta bentuk dugaan kesalahan yang terjadi.

Menurutnya, hal tersebut bukan dimaksudkan untuk menghalangi proses penegakan hukum. Jika memang terdapat pelanggaran hukum, proses hukum tetap harus berjalan. Namun, tidak setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas pendidikan semestinya secara otomatis ditarik ke ranah pidana tanpa terlebih dahulu melihat konteks dan karakter permasalahannya.

Pandangan tersebut disampaikan Rektor UTM menanggapi usulan Suraji, M.Pd., salah seorang peserta Dialog Kebangsaan yang juga praktisi pendidikan di Kabupaten Bangkalan.

Dalam forum tersebut, Suraji mengusulkan perlunya instrumen hukum dan mekanisme yang lebih jelas dalam memberikan perlindungan terhadap profesi guru. Perlindungan tersebut diperlukan agar guru maupun kepala sekolah memperoleh kepastian ketika menghadapi laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas profesionalnya.

Menurut Suraji, persoalan tersebut penting karena kekhawatiran menghadapi pelaporan dapat berdampak pada keberanian guru dalam berinovasi dan mengembangkan kreativitas pembelajaran. Terlebih apabila persoalan pendidikan kemudian mengalami polarisasi atau tekanan dari oknum tertentu, termasuk oknum LSM maupun media.

Karena itu, perlindungan profesi tidak dimaksudkan memberikan kekebalan hukum kepada guru, melainkan memastikan adanya proses yang proporsional dengan membedakan persoalan profesional, administratif, etik, dan dugaan tindak pidana.

“Guru tentu harus tetap taat terhadap hukum dan aturan. Administrasi, penganggaran, serta tata kelola keuangan sekolah harus dilaksanakan secara benar dan akuntabel. Namun pada saat yang sama, guru juga membutuhkan rasa aman dalam menjalankan tugas profesional dan mengembangkan kreativitas pembelajaran,” demikian substansi aspirasi yang disampaikan dalam dialog.

SDM dan Pendidikan Menjadi Kunci Kemajuan Bangkalan

Persoalan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga mendapat perhatian dari narasumber lainnya, H. Syafi’, S.H., M.H., anggota DPR RI Komisi V dari Dapil Madura. Ia menekankan bahwa Bangkalan membutuhkan sumber daya manusia yang semakin maju dan berkualitas.

Untuk mewujudkannya, tata kelola pendidikan harus terus diperkuat. Pendidikan menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun Bangkalan agar mampu berkembang dan bersaing dengan daerah lainnya.

Dialog berlangsung menarik karena tidak hanya membicarakan satu sektor, tetapi juga berbagai persoalan dan gagasan mengenai arah pembangunan Bangkalan ke depan. Kendati demikian, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu benang merah penting dalam pembahasan.

Bupati Bangkalan juga memberikan respons positif terhadap berbagai aspirasi, ide, dan gagasan yang berkembang selama dialog. Pemerintah Kabupaten Bangkalan membuka ruang terhadap masukan masyarakat sepanjang diarahkan untuk kepentingan pembangunan dan kemajuan Bangkalan.

Menjadi Angin Segar bagi Guru

Bagi praktisi pendidikan, pandangan yang disampaikan Rektor UTM mengenai pentingnya melihat konteks dan substansi setiap persoalan sebelum membawa guru ke proses hukum menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan.

Hal tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para guru untuk terus berkreativitas, berinovasi, dan fokus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Namun perlindungan profesi harus berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme dan akuntabilitas. Guru dan kepala sekolah tetap berkewajiban menjalankan administrasi secara tertib, mengelola anggaran dan keuangan sekolah sesuai regulasi, serta memastikan seluruh tata kelola lembaga dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

Dengan keseimbangan antara perlindungan hukum, profesionalisme, akuntabilitas, dan ruang kreativitas, guru diharapkan semakin leluasa menciptakan pembelajaran yang berkualitas tanpa mengurangi prinsip kepatuhan terhadap hukum.

Dialog Kebangsaan tersebut pada akhirnya menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, akademisi, wakil rakyat, praktisi, dan masyarakat. Semangat yang dibangun bukan sekadar menyelesaikan persoalan yang muncul hari ini, tetapi menyatukan gagasan untuk membangun sumber daya manusia serta tata kelola pendidikan yang semakin baik.

Sebab kemajuan Bangkalan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh keberanian daerah memberikan ruang yang aman, profesional, dan bertanggung jawab bagi para pendidik untuk mencetak generasi Bangkalan yang lebih unggul di masa depan.