35d4f667-0cd7-4307-b36f-01b2062eae74

PTMSI Bangkalan Konsisten Bina Atlet dari Usia Dini hingga Dewasa, Prestasi Tenis Meja Terus Menanjak

 

Rangkaian Turnamen Pelajar hingga Divisi se-Jawa Timur Jadi Wadah Pembibitan Atlet Bangkalan

BANGKALAN, 30 Agustus 2026 — Perkembangan olahraga tenis meja di Kabupaten Bangkalan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang semakin menggembirakan. Hal tersebut tidak terlepas dari konsistensi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Bangkalan dalam melakukan pembinaan dan pembibitan atlet melalui berbagai event dan turnamen secara berkelanjutan.

Program pembinaan yang dilakukan PTMSI Bangkalan tidak hanya menyasar atlet senior, tetapi dimulai sejak kelompok umur dan usia dini, tingkat pelajar SD, SMP, SMA, hingga kategori dewasa. Bahkan, berbagai turnamen dengan level yang lebih tinggi seperti Divisi se-Jawa Timur juga telah beberapa kali diselenggarakan di Kabupaten Bangkalan.

Konsistensi tersebut patut diapresiasi karena memberikan ruang yang cukup luas bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menjadi sarana bagi PTMSI dalam menemukan bibit-bibit baru tenis meja.

Dalam dua hari terakhir, 29 dan 30 Agustus 2026, PTMSI Kabupaten Bangkalan kembali menggelar rangkaian pertandingan tenis meja dengan berbagai kategori. Pertandingan tidak hanya melibatkan atlet kelompok umur dan pelajar mulai tingkat SD hingga SMA, tetapi juga kategori dewasa.

Puncaknya pada Ahad (30/8/2026), Bangkalan Plaza menjadi tempat berlangsungnya Turnamen Bupati Cup Tenis Meja Divisi 6 se-Jawa Timur 2026 yang diikuti sebanyak 96 atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan tenis meja di Kabupaten Bangkalan tidak berjalan secara sporadis, melainkan mulai dibangun sebagai sebuah ekosistem pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pengenalan olahraga tenis meja kepada anak-anak hingga memberikan ruang kompetisi bagi atlet dewasa.

Ketua Umum PTMSI Kabupaten Bangkalan, Dr. Prima Nugroho, menjadi salah satu sosok yang terus mendorong agar pembinaan tenis meja dilakukan secara konsisten dan menyentuh seluruh kelompok usia.

Perhatian tersebut tidak hanya diberikan kepada para atlet, tetapi juga terhadap perkembangan organisasi dan klub-klub tenis meja yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bangkalan.

Dengan semakin banyaknya klub yang berkembang dan semakin seringnya kompetisi digelar, koordinasi antara pengurus PTMSI, klub, pelatih, atlet, serta berbagai pihak yang mendukung perkembangan olahraga menjadi semakin penting.

Berbagai event yang diselenggarakan juga memberikan dampak positif terhadap atmosfer olahraga di Bangkalan. Masyarakat memiliki semakin banyak kesempatan untuk menyaksikan pertandingan tenis meja, sementara para atlet memperoleh pengalaman menghadapi lawan dengan karakter dan kemampuan yang berbeda-beda.

Dari Turnamen, Lahir Atlet Baru

Pembinaan melalui kompetisi dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk mencetak atlet baru. Atlet usia dini tidak hanya belajar teknik dasar dalam latihan, tetapi juga mendapatkan pengalaman menghadapi tekanan pertandingan, membangun mental bertanding, menerapkan strategi, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Hal tersebut menjadi penting karena prestasi tidak dapat dibangun secara instan. Dibutuhkan proses panjang, latihan yang konsisten, kompetisi yang berjenjang, serta dukungan dari klub dan organisasi olahraga.

PTMSI Kabupaten Bangkalan dalam beberapa tahun terakhir terus memperbanyak event, baik di tingkat lokal maupun tingkat Provinsi Jawa Timur. Langkah tersebut perlahan mulai menunjukkan hasil dengan semakin banyaknya atlet Bangkalan yang muncul dan mampu bersaing di berbagai kejuaraan.

Bahkan, sejumlah atlet tenis meja Kabupaten Bangkalan telah mampu mengukir prestasi hingga tingkat nasional. Capaian tersebut menjadi modal sekaligus motivasi untuk terus memperkuat pembinaan pada kelompok usia yang lebih muda.

Komitmen PTMSI untuk Masa Depan

Dr. Prima Nugroho menegaskan bahwa pembinaan atlet muda akan terus menjadi perhatian PTMSI Kabupaten Bangkalan. Menurutnya, anak-anak harus dikenalkan dan dibuat mencintai tenis meja sejak usia dini.

“Kami ingin pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari usia dini sampai tingkat dewasa. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berlatih dan bertanding sebanyak mungkin. Dengan begitu mereka tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga mental dan pengalaman bertanding yang baik,” ujarnya.

Ia juga memberikan perhatian terhadap keberadaan klub-klub tenis meja di berbagai kecamatan. Menurutnya, klub merupakan ujung tombak pembinaan karena dari klub-lah proses latihan dan pembentukan atlet berlangsung setiap hari.

“Kami akan terus membangun koordinasi dengan klub-klub yang ada di Kabupaten Bangkalan. Semakin banyak klub yang berkembang, semakin besar pula peluang kita menemukan bibit-bibit atlet baru. PTMSI akan terus berusaha memberikan ruang melalui berbagai turnamen dan kegiatan pembinaan,” tambahnya.

Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan tenis meja Kabupaten Bangkalan. Semakin banyaknya event yang digelar, semakin banyak pula kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan dan mengukur perkembangan mereka.

Tidak hanya mengejar prestasi, pembinaan tenis meja juga diharapkan mampu membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, ketekunan, dan semangat berkompetisi secara sehat.

Rangkaian turnamen yang berlangsung pada 29 dan 30 Agustus 2026 sekaligus menjadi bukti nyata bahwa tenis meja di Kabupaten Bangkalan semakin berkembang. Dari kelompok usia dini hingga kategori dewasa, semuanya mendapatkan ruang untuk bertanding.

Dengan pembinaan yang konsisten, dukungan klub, perhatian pengurus, serta semakin banyaknya kompetisi, PTMSI Kabupaten Bangkalan optimistis akan semakin banyak lahir atlet-atlet muda potensial yang mampu membawa nama Bangkalan ke level Jawa Timur, nasional, bahkan internasional.

Kemajuan tenis meja Bangkalan bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara hari ini, tetapi tentang bagaimana dari setiap turnamen lahir generasi baru atlet yang lebih baik untuk masa depan.

05c339ff-26b0-4504-8639-482fefe46f62

Ahong Surabaya Juara Bupati Cup Tenis Meja Divisi 6 se-Jawa Timur di Bangkalan

 

BANGKALAN, 30 Agustus 2026 — Turnamen Tenis Meja Bupati Cup Kabupaten Bangkalan 2026 Divisi 6 se-Jawa Timur berlangsung meriah di Bangkalan Plaza, Ahad (30/8/2026). Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti sebanyak 96 atlet tenis meja dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Bangkalan Plaza dipadati para atlet, official, dan pecinta tenis meja yang menyaksikan pertandingan demi pertandingan. Atmosfer semakin meriah ketika memasuki partai puncak yang mempertemukan Ahong dari Surabaya melawan Mantri, atlet dari PTM Melati Surabaya.

Pertandingan final berlangsung sengit dan menarik. Kedua pemain yang dikenal sebagai spesialis bintikers tenis meja Jawa Timur tersebut memperagakan permainan dengan tempo cepat, variasi pukulan yang atraktif, serta aksi-aksi yang membuat pertandingan semakin menarik untuk disaksikan.

Pertandingan tersebut mendapat apresiasi dari Dr. Prima Nugroho, Ketua Umum PTMSI Kabupaten Bangkalan, yang turut menyaksikan langsung jalannya pertandingan. Menurutnya, partai final tersebut menunjukkan bahwa tenis meja Jawa Timur memiliki banyak atlet dengan kualitas permainan yang sangat baik.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya Turnamen Bupati Cup Tenis Meja 2026 ini. Kami juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja luar biasa dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan turnamen ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan meriah,” ujar Dr. Prima Nugroho.

Menurutnya, kejuaraan seperti Bupati Cup bukan hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga tenis meja di Kabupaten Bangkalan.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana turnamen ini bisa menjadi bagian dari proses pembinaan. Kami akan terus melanjutkan pembinaan terhadap bibit-bibit muda, terutama anak-anak kita, agar mereka semakin mencintai tenis meja, rajin berlatih, memiliki mental bertanding yang baik, dan pada akhirnya bisa menjadi atlet yang berprestasi di masa depan,” tambahnya.

Pada akhirnya, Ahong dari Surabaya berhasil keluar sebagai juara Bupati Cup Tenis Meja Divisi 6 se-Jawa Timur 2026 setelah melewati pertandingan yang berlangsung ketat dan menarik.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pembibitan atlet tenis meja, khususnya di Kabupaten Bangkalan. Sebelumnya, PTMSI Kabupaten Bangkalan juga telah menggelar turnamen tenis meja antarpelajar se-Kabupaten Bangkalan sebagai bagian dari program pembinaan atlet sejak usia dini.

Dr. Prima Nugroho menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan. Anak-anak tidak cukup hanya mendapatkan latihan teknik, tetapi juga membutuhkan pengalaman bertanding secara langsung.

“Anak-anak harus diberikan kesempatan sebanyak mungkin untuk berlatih dan bertanding. Mereka perlu melihat dan merasakan langsung bagaimana permainan atlet-atlet yang lebih senior. Dari situ mereka akan belajar teknik, strategi, sportivitas, sekaligus membangun mental bertanding,” jelasnya.

Harapan tersebut menjadi semakin penting karena sejumlah atlet tenis meja Kabupaten Bangkalan saat ini telah mampu mengukir prestasi hingga tingkat nasional. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi generasi penerus untuk mengikuti jejak para seniornya.

Turnamen Bupati Cup 2026 juga menjadi momentum untuk mempertemukan atlet-atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur dalam suasana kompetisi yang sehat dan sportif. Kehadiran 96 atlet menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap perkembangan olahraga tenis meja.

Kejuaraan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bangkalan bersama jajaran pengurus KONI Kabupaten Bangkalan. Mereka turut mengikuti jalannya pertandingan dan menyaksikan secara langsung persaingan para atlet tenis meja dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Dr. Prima Nugroho berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga Kabupaten Bangkalan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan, tetapi juga mampu menjadi salah satu pusat pembinaan tenis meja di Jawa Timur.

“Kami ingin tenis meja semakin dicintai masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda. Dari kecintaan itu akan lahir kemauan untuk berlatih, kemudian muncul prestasi. Insyaallah PTMSI Kabupaten Bangkalan akan terus berkomitmen melakukan pembinaan agar semakin banyak atlet muda yang tumbuh dan mampu membawa nama baik Bangkalan di tingkat Jawa Timur maupun nasional,” pungkasnya.

Penyelenggaraan Bupati Cup Tenis Meja Divisi 6 se-Jawa Timur 2026 menjadi bukti bahwa semangat olahraga di Kabupaten Bangkalan terus tumbuh. Dari sebuah pertandingan, diharapkan lahir bibit-bibit baru yang kelak menjadi atlet tenis meja berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bangkalan.

Screenshot

Semarak HUT RI ke-81, Lomba Tradisional di Bangkalan Jadi Ajang Perkuat Kebersamaan Warga

 

BANGKALAN, SURAJI.MY.ID – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 terasa semakin meriah di tengah masyarakat Kabupaten Bangkalan. Berbagai perlombaan tradisional digelar, mulai dari panjat pinang hingga lomba menangkap bebek.

Bukan sekadar menjadi hiburan masyarakat, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali kebersamaan, kekompakan dan semangat gotong royong antarwarga.

Antusiasme masyarakat terlihat saat warga beramai-ramai menyaksikan peserta berjuang dalam perlombaan. Gelak tawa dan sorak-sorai penonton membuat suasana peringatan kemerdekaan semakin hidup.

Panjat pinang menjadi salah satu perlombaan yang paling menyita perhatian. Untuk mencapai hadiah yang berada di bagian atas, peserta tidak dapat mengandalkan kemampuan individu. Mereka harus bekerja sama, menyusun strategi dan saling membantu agar dapat mencapai puncak.

Semangat tersebut menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan seseorang, tetapi juga kekompakan dan kemampuan bekerja bersama.

Tak kalah meriah, lomba menangkap bebek juga mengundang tawa masyarakat. Tingkah peserta yang berusaha mengejar dan menangkap bebek membuat perlombaan berlangsung penuh kegembiraan.

Di tengah perkembangan zaman dan semakin kuatnya penggunaan teknologi serta media sosial, perlombaan tradisional Agustusan tetap memiliki daya tarik tersendiri. Kegiatan seperti ini mampu menghadirkan ruang perjumpaan langsung antarwarga, mulai anak-anak, pemuda hingga orang tua.

Momentum peringatan kemerdekaan pun tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga sarana merawat persaudaraan dan memperkuat persatuan masyarakat.

Nilai kebersamaan tersebut sejalan dengan semangat perjuangan para pendiri bangsa. Kemerdekaan Indonesia dapat diraih karena adanya persatuan, pengorbanan dan gotong royong dari berbagai elemen masyarakat.

Karena itu, tradisi perlombaan Agustusan seperti panjat pinang dan berbagai permainan rakyat lainnya patut terus dipertahankan. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi media sederhana untuk mengenalkan nilai kebersamaan dan nasionalisme kepada generasi muda.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Bangkalan untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat gotong royong dan bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah.

SURAJI.MY.ID
Berita Pendidikan, Sosial dan Masyarakat Bangkalan

9126f578-b302-4dac-ab6b-0ed405ae6e05

Dialog Kebangsaan di Pendopo Agung Bangkalan, Perlindungan Profesi Guru Jadi Sorotan

 

BANGKALAN — Dialog Kebangsaan yang digelar Polres Bangkalan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan menjadi ruang strategis untuk membicarakan berbagai persoalan pembangunan daerah, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan terhadap profesi guru.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan, Kamis (13/8/2026), mulai pukul 09.00 hingga 12.15 WIB tersebut berjalan interaktif. Berbagai ide, kritik, dan gagasan disampaikan peserta sebagai bagian dari upaya bersama membangun Bangkalan yang lebih maju.

Salah satu isu yang mengemuka adalah perlunya kepastian dan instrumen perlindungan hukum bagi guru dan kepala sekolah dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., dalam paparannya menegaskan bahwa setiap laporan terhadap guru maupun kepala sekolah yang masuk kepada aparat penegak hukum perlu dilihat secara objektif berdasarkan motif, substansi persoalan, serta bentuk dugaan kesalahan yang terjadi.

Menurutnya, hal tersebut bukan dimaksudkan untuk menghalangi proses penegakan hukum. Jika memang terdapat pelanggaran hukum, proses hukum tetap harus berjalan. Namun, tidak setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas pendidikan semestinya secara otomatis ditarik ke ranah pidana tanpa terlebih dahulu melihat konteks dan karakter permasalahannya.

Pandangan tersebut disampaikan Rektor UTM menanggapi usulan Suraji, M.Pd., salah seorang peserta Dialog Kebangsaan yang juga praktisi pendidikan di Kabupaten Bangkalan.

Dalam forum tersebut, Suraji mengusulkan perlunya instrumen hukum dan mekanisme yang lebih jelas dalam memberikan perlindungan terhadap profesi guru. Perlindungan tersebut diperlukan agar guru maupun kepala sekolah memperoleh kepastian ketika menghadapi laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas profesionalnya.

Menurut Suraji, persoalan tersebut penting karena kekhawatiran menghadapi pelaporan dapat berdampak pada keberanian guru dalam berinovasi dan mengembangkan kreativitas pembelajaran. Terlebih apabila persoalan pendidikan kemudian mengalami polarisasi atau tekanan dari oknum tertentu, termasuk oknum LSM maupun media.

Karena itu, perlindungan profesi tidak dimaksudkan memberikan kekebalan hukum kepada guru, melainkan memastikan adanya proses yang proporsional dengan membedakan persoalan profesional, administratif, etik, dan dugaan tindak pidana.

“Guru tentu harus tetap taat terhadap hukum dan aturan. Administrasi, penganggaran, serta tata kelola keuangan sekolah harus dilaksanakan secara benar dan akuntabel. Namun pada saat yang sama, guru juga membutuhkan rasa aman dalam menjalankan tugas profesional dan mengembangkan kreativitas pembelajaran,” demikian substansi aspirasi yang disampaikan dalam dialog.

SDM dan Pendidikan Menjadi Kunci Kemajuan Bangkalan

Persoalan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga mendapat perhatian dari narasumber lainnya, H. Syafi’, S.H., M.H., anggota DPR RI Komisi V dari Dapil Madura. Ia menekankan bahwa Bangkalan membutuhkan sumber daya manusia yang semakin maju dan berkualitas.

Untuk mewujudkannya, tata kelola pendidikan harus terus diperkuat. Pendidikan menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun Bangkalan agar mampu berkembang dan bersaing dengan daerah lainnya.

Dialog berlangsung menarik karena tidak hanya membicarakan satu sektor, tetapi juga berbagai persoalan dan gagasan mengenai arah pembangunan Bangkalan ke depan. Kendati demikian, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu benang merah penting dalam pembahasan.

Bupati Bangkalan juga memberikan respons positif terhadap berbagai aspirasi, ide, dan gagasan yang berkembang selama dialog. Pemerintah Kabupaten Bangkalan membuka ruang terhadap masukan masyarakat sepanjang diarahkan untuk kepentingan pembangunan dan kemajuan Bangkalan.

Menjadi Angin Segar bagi Guru

Bagi praktisi pendidikan, pandangan yang disampaikan Rektor UTM mengenai pentingnya melihat konteks dan substansi setiap persoalan sebelum membawa guru ke proses hukum menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan.

Hal tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para guru untuk terus berkreativitas, berinovasi, dan fokus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Namun perlindungan profesi harus berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme dan akuntabilitas. Guru dan kepala sekolah tetap berkewajiban menjalankan administrasi secara tertib, mengelola anggaran dan keuangan sekolah sesuai regulasi, serta memastikan seluruh tata kelola lembaga dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

Dengan keseimbangan antara perlindungan hukum, profesionalisme, akuntabilitas, dan ruang kreativitas, guru diharapkan semakin leluasa menciptakan pembelajaran yang berkualitas tanpa mengurangi prinsip kepatuhan terhadap hukum.

Dialog Kebangsaan tersebut pada akhirnya menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, akademisi, wakil rakyat, praktisi, dan masyarakat. Semangat yang dibangun bukan sekadar menyelesaikan persoalan yang muncul hari ini, tetapi menyatukan gagasan untuk membangun sumber daya manusia serta tata kelola pendidikan yang semakin baik.

Sebab kemajuan Bangkalan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh keberanian daerah memberikan ruang yang aman, profesional, dan bertanggung jawab bagi para pendidik untuk mencetak generasi Bangkalan yang lebih unggul di masa depan.

488bf0bb-c82b-40ba-8e67-ef0b7ed85d05

Lomba Melukis SD se-Kecamatan Burneh Berlangsung Meriah, Karya Siswa Tuai Apresiasi

 

BURNEH, 10 Agustus 2026 – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Burneh terus berlanjut. Forum Komunikasi Kepala Sekolah Dasar (FKK SD) Kecamatan Burneh menggelar Lomba Melukis Tingkat SD se-Kecamatan Burneh, Senin (10/8/2026), bertempat di Gedung SDN Burneh 1.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu ajang untuk memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengekspresikan kreativitas, imajinasi, serta kecintaan terhadap seni melalui karya lukis. Para peserta menunjukkan kemampuan yang membanggakan dengan menghadirkan beragam karya yang menarik, kreatif, dan memiliki nilai artistik.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I diraih SDN Langkap 2, disusul SDN Langkap 1 sebagai Juara II dan SDN Pereng 1 sebagai Juara III. Sementara itu, Juara Harapan I diraih SDN Banangkah 1, Harapan II SDN Jambu 1, dan Harapan III SDN Tunjung 2.

Kualitas karya para peserta mendapat apresiasi karena menunjukkan bahwa siswa-siswi sekolah dasar di Kecamatan Burneh memiliki potensi besar di bidang seni rupa. Lomba ini sekaligus membuktikan bahwa prestasi peserta didik tidak hanya dapat dikembangkan melalui bidang akademik dan olahraga, tetapi juga melalui seni, kreativitas, dan kemampuan berekspresi.

Pelaksanaan lomba juga didukung oleh dewan juri yang berkompeten di bidang seni lukis. Para juri memiliki pengalaman dan prestasi di bidang melukis, termasuk prestasi pada tingkat nasional. Kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas, objektivitas, dan integritas proses penilaian.

Koordinator pelaksana lomba, Maisyaroh, memberikan apresiasi tinggi terhadap karya yang dihasilkan para peserta. Menurutnya, kemampuan dan kreativitas siswa yang terlihat dalam lomba tersebut patut mendapatkan ruang pembinaan secara berkelanjutan.

“Hasil karya anak-anak dalam lomba ini sangat bagus dan membanggakan. Potensi seperti ini harus terus kita kembangkan dan kita berikan ruang agar mereka semakin percaya diri, kreatif, dan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkap Maisyaroh.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada dewan juri yang telah memberikan penilaian secara profesional serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja maksimal sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Lomba melukis ini bukan semata-mata menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan bakat dan prestasi peserta didik di Kecamatan Burneh. Melalui kompetisi yang sehat, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan, belajar menghargai karya orang lain, serta berani menunjukkan potensi terbaik yang dimilikinya.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 tersebut juga diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi antarsekolah di Kecamatan Burneh.

FKK SD Kecamatan Burneh berkomitmen menjadikan berbagai perlombaan dalam momentum kemerdekaan sebagai wahana pendidikan dan pembinaan prestasi. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui upaya nyata dalam membangun generasi yang kreatif, berkarakter, berani berkarya, dan berprestasi.

Melalui goresan warna dan kreativitas anak-anak Burneh, semangat kemerdekaan hadir dalam bentuk yang berbeda: merdeka untuk berimajinasi, merdeka untuk berkarya, dan merdeka untuk berprestasi.

IMG-20260805-WA0007

Turnamen Bola Voli Antar SD se-Kecamatan Burneh: Menanamkan Karakter, Sportivitas, dan Semangat Meraih Prestasi

 

Turnamen Bola Voli Antar SD se-Kecamatan Burneh yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum yang sangat positif dalam membangun karakter generasi muda. Kegiatan yang berlangsung meriah di Lapangan Hizbul Wathan Burneh ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembentukan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, serta semangat pantang menyerah bagi para peserta didik.

Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FKKS) Kecamatan Burneh, Forkopimcam Burneh, para guru, pelatih, panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan turnamen ini. Sinergi yang kuat antarberbagai elemen menjadi bukti bahwa pembinaan karakter dan prestasi anak dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang baik.

Kehadiran dan pembukaan resmi oleh Camat Burneh, Erwin Yoesoef, S.E., M.M., semakin memberikan motivasi kepada para atlet cilik untuk terus berlatih dan berprestasi. Harapan agar olahraga bola voli mampu melahirkan atlet-atlet daerah yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi bahkan nasional merupakan cita-cita yang patut didukung bersama.

Olahraga di lingkungan sekolah sejatinya bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi wahana pendidikan karakter. Anak-anak belajar menghargai lawan, menaati aturan, mengendalikan emosi, bekerja sama dalam tim, dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa depan.

Semoga Turnamen Bola Voli Antar SD se-Kecamatan Burneh dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, semakin berkualitas, dan mampu melahirkan bibit-bibit atlet berbakat yang mengharumkan nama Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, bahkan Indonesia.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Teruslah berkarya, berprestasi, dan menggelorakan semangat olahraga demi Indonesia yang semakin maju.

Screenshot

Sinergi FKK SD, Forkopimcam Burneh, dan Sinjay Group Sukseskan Semarak HUT ke-81 RI dengan Fasilitas Bertaraf Tinggi

 

Burneh, 4 Agustus 2026 – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Burneh tahun ini menghadirkan suasana yang berbeda. Kolaborasi yang solid antara Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FKK SD) Kecamatan Burneh, Forkopimcam Kecamatan Burneh, dan Sinjay Group berhasil menghadirkan penyelenggaraan lomba tingkat Sekolah Dasar yang meriah, profesional, dan didukung fasilitas yang sangat memadai di Lapangan Sinjay Residen.

Rangkaian kegiatan secara resmi dibuka oleh Kapolsek Burneh, AKP Herly, melalui pembukaan cabang atletik tingkat SD, sementara pelepasan peserta lomba lari jarak jauh dilakukan langsung oleh Camat Burneh, Erwin Yoesoef, S.E., M.M. Kehadiran unsur Forkopimcam menjadi bukti nyata komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga dan pendidikan karakter.

Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan penuh Sinjay Group sebagai sponsor utama. Berbagai fasilitas pertandingan, sarana pendukung, hingga kesiapan venue di Lapangan Sinjay Residen mendapat apresiasi tinggi dari peserta, guru, maupun masyarakat. Bahkan, banyak pihak menilai pelaksanaan lomba tahun ini merupakan salah satu kegiatan olahraga tingkat SD yang paling representatif dan berkelas yang pernah diselenggarakan di Kecamatan Burneh.

Dengan fasilitas yang lengkap, area pertandingan yang nyaman, serta dukungan perlengkapan yang memadai, para peserta dapat bertanding secara maksimal. Kondisi tersebut memberikan pengalaman berkompetisi yang berkualitas sekaligus menambah semangat para atlet cilik untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Ketua Panitia Semarak HUT ke-81 RI Kecamatan Burneh, Suraji, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang memiliki komitmen yang sama dalam memajukan dunia pendidikan dan olahraga di Kecamatan Burneh.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Forkopimcam Kecamatan Burneh atas dukungan penuh yang diberikan, serta kepada Sinjay Group sebagai sponsor utama yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan sangat luar biasa. Sinergi yang terbangun menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha bersatu, maka kegiatan yang berkualitas dapat terwujud demi kemajuan anak-anak kita,” ungkap Suraji.

Apresiasi juga disampaikan jajaran Forkopimcam kepada Sinjay Group yang dinilai telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap pengembangan pendidikan dan olahraga di Kecamatan Burneh. Dukungan tersebut menjadi contoh kolaborasi yang positif antara sektor swasta dan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini.

Melalui semangat kebersamaan ini, penyelenggara berharap Semarak HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk menggali potensi, bakat, dan prestasi para siswa maupun masyarakat Burneh. Dengan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan akan lahir atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama Kecamatan Burneh di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Semangat kolaborasi yang ditunjukkan FKK SD Kecamatan Burneh, Forkopimcam Kecamatan Burneh, dan Sinjay Group menjadi contoh bahwa keberhasilan sebuah kegiatan besar lahir dari sinergi, kepedulian, dan komitmen bersama. Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi lebih bermakna karena tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menumbuhkan optimisme dalam mencetak generasi Burneh yang sehat, berprestasi, berkarakter, dan cinta tanah air.

Screenshot

FKK SD Kecamatan Burneh Resmi Buka Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Atletik SD Meriahkan Pembukaan di Sinjay Residen

 

Burneh, 4 Agustus 2026 – Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FKK SD) Kecamatan Burneh secara resmi membuka rangkaian kegiatan Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di Lapangan Sinjay Residen, Kecamatan Burneh, Selasa (4/8). Pembukaan berlangsung semarak dengan dihadiri unsur Forkopimcam Kecamatan Burneh, yakni Camat Burneh Erwin Yoesoef, S.E., M.M., Kapolsek Burneh AKP Herly, serta Danramil Burneh, bersama para kepala sekolah, guru, siswa, dan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan lomba atletik tingkat Sekolah Dasar yang diikuti peserta dari berbagai sekolah se-Kecamatan Burneh. Pembukaan cabang atletik secara resmi dilakukan oleh Kapolsek Burneh, AKP Herly, sedangkan pelepasan peserta lomba lari jarak jauh tingkat SD dilakukan langsung oleh Camat Burneh, Erwin Yoesoef, S.E., M.M., yang disambut antusias para peserta dan masyarakat.

Dalam sambutannya, AKP Herly menegaskan pentingnya pembinaan olahraga usia dini sebagai investasi masa depan daerah. Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara serius, berkelanjutan, dan terarah agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.

“Pembinaan atlet harus benar-benar dilakukan dengan sungguh-sungguh demi masa depan anak-anak kita. Mereka adalah aset daerah yang harus terus didukung agar mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat kabupaten dan provinsi, tetapi juga mampu bersaing hingga tingkat nasional,” tegas Kapolsek Burneh.

Sementara itu, Camat Burneh, Erwin Yoesoef, S.E., M.M., mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum peringatan Hari Kemerdekaan sebagai sarana mempererat persaudaraan, menjaga kesehatan, serta menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme.

“Melalui berbagai kegiatan olahraga dan perlombaan ini, kita ingin membangun generasi yang sehat, berprestasi, serta memiliki semangat persatuan dan cinta tanah air. Kemerdekaan harus kita maknai dengan kerja keras, menjaga kebersamaan, dan terus mengukir prestasi demi kemajuan Kecamatan Burneh,” ujar Camat Burneh.

Ketua Panitia Semarak HUT ke-81 RI Kecamatan Burneh, Suraji, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya Sinjay Group sebagai sponsor utama yang telah memberikan kontribusi besar terhadap suksesnya pelaksanaan kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sinjay Group yang telah menjadi sponsor utama sekaligus menyediakan Lapangan Sinjay Residen sebagai venue kegiatan. Dukungan yang diberikan sangat luar biasa sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik. Semoga sinergi ini terus terjalin untuk kemajuan Kecamatan Burneh,” ungkap Suraji.

Ia menambahkan bahwa pembukaan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang masih akan berlanjut dengan berbagai cabang perlombaan lainnya, di antaranya bola voli mini tingkat SD, lomba baca puisi, melukis, Pildacil, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), gerak jalan, hingga pelaksanaan upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang juga akan dipusatkan di Lapangan Sinjay Residen.

Dengan semangat “Indonesia Maju”, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, sportivitas, persatuan, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bangsa dan negara dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

30e5a48d-5f11-443e-8fc8-0f64e02fc088

Kecamatan Burneh Matangkan Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Semangat Gotong Royong Wujudkan Perayaan yang Meriah

Burneh, Bangkalan – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati pada bulan Agustus 2026, Pemerintah Kecamatan Burneh mulai melakukan berbagai persiapan secara serius dan terencana. Berbagai tahapan telah dilaksanakan sebagai bentuk komitmen untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan yang menjadi agenda tahunan masyarakat.

Persiapan diawali dengan pembentukan panitia pelaksana serta pembagian tugas kepada seluruh personel sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing. Seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat bekerja secara profesional, solid, dan penuh semangat gotong royong demi terselenggaranya seluruh kegiatan dengan baik.

Selain itu, latihan intensif Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Burneh juga telah dimulai. Para peserta menjalani latihan kedisiplinan, kekompakan, dan teknik pengibaran bendera sebagai bagian dari persiapan menghadapi upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di sisi lain, panitia juga terus melakukan pembenahan lapangan yang akan digunakan sebagai lokasi upacara bendera, sekaligus menyiapkan berbagai venue untuk pelaksanaan aneka perlombaan dan kegiatan semarak kemerdekaan yang akan melibatkan masyarakat, pelajar, serta berbagai elemen di Kecamatan Burneh.

Camat Burneh, Erwin Yoesoef, S.E., M.M., memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, perangkat kecamatan, pemerintah desa, unsur TNI-Polri, lembaga pendidikan, serta semua pihak yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan peringatan HUT RI ke-81.

“Saya mengapresiasi dedikasi seluruh panitia dan semua pihak yang telah bekerja maksimal. Semangat kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Burneh,” ujar Erwin Yoesoef.

Lebih lanjut, Camat Burneh juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.

“Mari kita jadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai sarana mempererat persatuan, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan bersama-sama membangun Burneh yang semakin maju, berprestasi, dan sejahtera. Keberhasilan kegiatan ini merupakan keberhasilan kita semua,” tambahnya.

Dengan semangat kemerdekaan dan kebersamaan, Kecamatan Burneh optimistis seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 akan berlangsung meriah, tertib, dan sukses, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta tanah air serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah demi mewujudkan Burneh Lebih Maju.

IMG-20260720-WA0029

Spanyol Layak Menjadi Juara Dunia, Tampil Dominan atas Argentina di Final Piala Dunia 2026

New Jersey — Tim nasional Spanyol pantas dinobatkan sebagai juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan final yang berlangsung di Stadion New York–New Jersey, Senin, 20 Juli 2026.

Meskipun hanya unggul satu gol, Spanyol memperlihatkan permainan yang lebih baik hampir dalam semua aspek pertandingan. La Roja tampil dominan dalam penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, akurasi umpan, tekanan terhadap lawan, hingga penciptaan peluang. Permainan kolektif yang rapi dan disiplin membuat Argentina lebih banyak bertahan sepanjang pertandingan.

Argentina sebenarnya menunjukkan ketahanan yang sangat kuat. Para pemain La Albiceleste bertahan dengan penuh semangat dan berusaha menjaga peluang untuk mempertahankan gelar juara dunia. Penampilan luar biasa juga diperlihatkan penjaga gawang Emiliano “Emi” Martínez yang berkali-kali menggagalkan peluang Spanyol.

Martínez tercatat melakukan 12 penyelamatan dan menjadi salah satu alasan utama mengapa pertandingan harus berlanjut hingga babak tambahan. Spanyol bahkan menghasilkan 20 tembakan pertama dalam laga tersebut dan menguasai sembilan dari sepuluh tendangan sudut awal, tetapi ketangguhan Martínez membuat gawang Argentina tetap aman hingga berakhirnya waktu normal.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-106. Ferran Torres, yang masuk sebagai pemain pengganti, berhasil menyelesaikan rangkaian serangan kolektif Spanyol untuk membawa timnya unggul 1-0. Gol tersebut berawal dari umpan silang Pedro Porro yang diteruskan Nico Williams sebelum diselesaikan oleh Torres.

Gol Ferran Torres sekaligus menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut. Argentina berusaha bangkit pada sisa waktu pertandingan, tetapi pertahanan Spanyol tetap kokoh hingga wasit meniup peluit panjang.

Kemenangan ini menunjukkan bahwa Spanyol bukan hanya menjadi juara karena keberuntungan. Sejak awal turnamen, mereka memperlihatkan kematangan teknik, organisasi permainan, kedalaman skuad, serta kemampuan mengendalikan tempo pertandingan. Sebelum final, Spanyol juga datang dengan catatan tidak terkalahkan dalam 37 pertandingan dan telah menunjukkan dominasi ketika menyingkirkan Prancis pada semifinal.

Argentina tetap layak mendapatkan penghormatan besar. Ketangguhan lini pertahanan, semangat juang para pemain, serta penampilan heroik Emi Martínez membuat mereka mampu bertahan hingga babak tambahan. Namun, berdasarkan jalannya pertandingan dan kualitas permainan yang ditampilkan, Spanyol memang lebih unggul dan layak mengangkat trofi Piala Dunia FIFA 2026.

Keberhasilan ini menjadi gelar Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah sebelumnya menjadi juara pada 2010. Enam belas tahun kemudian, La Roja kembali mencapai puncak sepak bola dunia dengan permainan kolektif, teknik tinggi, dan pertahanan yang sangat solid.