Gedung 5 UMM-thumbnail

“Ngampus” — Ketika Dua Hari Menjadi Ruang Ikhtiar yang Lebih Bermakna

“Ngampus” — Ketika Dua Hari Menjadi Ruang Ikhtiar yang Lebih Bermakna

18–19 Mei 2026 menjadi dua hari yang terasa sangat berkesan dalam perjalanan akademik saya. Bukan karena perjalanan “ngampus” ini hanya berlangsung dua hari, sebab proses menuju tahap ini sesungguhnya telah berlangsung jauh sebelumnya melalui rangkaian perkuliahan, diskusi, bimbingan, serta perjalanan panjang yang berulang kali mengantarkan langkah ke kampus. Namun, dua hari tersebut terasa berbeda karena intensitasnya yang jauh lebih padat, lebih fokus, dan lebih maksimal dalam rangka bimbingan proposal disertasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang.

Dua hari itu seperti menjadi ruang khusus untuk memaksimalkan ikhtiar akademik. Waktu seakan dipadatkan dalam agenda yang penuh: diskusi, revisi, telaah teori, penyempurnaan kerangka berpikir, hingga mematangkan arah penelitian yang sedang disusun. Ada proses bolak-balik menemui dosen pembimbing, berdiskusi panjang, menerima masukan, lalu kembali memperbaiki berbagai bagian penelitian.

Perjalanan ini bukan perjalanan yang ringan. Ada tahapan-tahapan penelitian yang mulai dirangkai secara perlahan. Gambaran awal penelitian dipetakan mulai dari lokus penelitian, variabel-variabel yang dikembangkan, hingga upaya menghadirkan model baru dalam bentuk kebijakan yang nantinya diharapkan dapat memberi kontribusi nyata kepada daerah.

Tema tentang arah kebijakan pendidikan daerah dan dampaknya terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah dasar ternyata menuntut proses yang jauh lebih luas dari sekadar menyusun proposal. Ada tuntutan literasi yang besar, membaca banyak referensi, menelaah teori para ilmuwan, serta memahami secara mendalam landasan kebijakan yang menjadi pijakan penelitian.

Dalam proses itu, saya banyak menelaah pemikiran Donald Van Meter dan Carl Van Horn yang teorinya sering dijadikan parameter dalam penelitian kebijakan, khususnya kebijakan pendidikan daerah. Pemikiran mereka menjadi salah satu pijakan penting untuk memahami bahwa kebijakan bukan hanya berhenti pada tahap perumusan, tetapi juga harus dilihat dari implementasi dan dampaknya.

Harapannya sederhana namun besar: penelitian ini dapat memberi kontribusi bagi daerah agar pendidikan di Kabupaten Bangkalan semakin maju melalui pola, strategi, serta tata kelola yang lebih baik.

Karena itu, penyusunan proposal disertasi membutuhkan kajian yang luas, teori yang memadai, serta metode penelitian yang sesuai dengan kompleksitas objek penelitian. Pendekatan mix method dipilih karena mampu memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif sehingga memperkuat validitas sekaligus orisinalitas penelitian.

Di tengah suasana Malang yang mendung dan dingin, ada energi tersendiri yang justru menghadirkan semangat. Hari-hari itu dipenuhi buku, catatan, diskusi, dan lembar-lembar konsep penelitian yang terus diperbaiki.

Terima kasih saya sampaikan kepada para promotor dan ko-promotor yang dengan penuh kesabaran terus mendampingi, memberikan arahan, masukan, serta pertimbangan ilmiah yang sangat berarti. Semoga seluruh ikhtiar ini berjalan lancar, segera terealisasi, dan mengantarkan pada tahapan berikutnya.

Karena ternyata, “ngampus” bukan hanya soal datang ke kampus. Kadang, ia adalah cerita tentang ketekunan, kesabaran, dan keyakinan bahwa ilmu yang diperjuangkan hari ini akan menjadi manfaat besar di masa depan.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *