8e366508-7fb9-4b43-a078-07477344febb

Kisah Inspiratif: Guru dan Kepala Sekolah Burneh Belajar Bersama di Lembah Tumpang

Semangat kebersamaan dan penguatan kapasitas pendidikan tampak jelas ketika rombongan guru dan kepala sekolah SD se-Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, melakukan perjalanan edukatif ke Lembah Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bukan sekadar wisata, melainkan bagian dari upaya membangun kapasitas (capacity building) guru dan kepala sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Di tengah suasana alam yang sejuk dan menenangkan, para peserta memanfaatkan setiap momen untuk berdiskusi mengenai berbagai isu pendidikan. Percakapan hangat tentang transformasi pembelajaran, penguatan literasi, peningkatan kompetensi guru, hingga strategi menciptakan sekolah yang ramah dan inovatif mengalir di sela-sela kegiatan. Tidak ada sekat antara kepala sekolah dan guru; semuanya duduk bersama sebagai pembelajar yang memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan pendidikan.

Keindahan Lembah Tumpang menjadi latar yang sempurna untuk memperkuat semangat kolaborasi. Di antara replika candi dan gemericik air pegunungan, lahir berbagai gagasan baru tentang bagaimana menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Para peserta menyadari bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui kemauan untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan berinovasi.

Perjalanan ini menjadi bukti bahwa guru dan kepala sekolah tidak pernah berhenti belajar. Mereka rela meluangkan waktu, menempuh perjalanan jauh, dan berdiskusi secara intens demi meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah masing-masing. Semangat tersebut mencerminkan komitmen kuat insan pendidikan Kecamatan Burneh untuk terus tumbuh dan berkembang bersama.

Kegiatan capacity building ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh peserta. Sepulang dari Malang, mereka tidak hanya membawa kenangan indah tentang Lembah Tumpang, tetapi juga membawa inspirasi, gagasan, dan semangat perubahan yang akan diterapkan di sekolah masing-masing. Sebab sejatinya, perjalanan terbaik bukanlah tentang sejauh mana kita melangkah, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita bawa pulang untuk kemajuan pendidikan dan masa depan anak-anak bangsa.

469f85ec-700b-4604-b86e-76003eecce34

“PTMSI Bangkalan Buka Sekolah Tenis Meja”

BANGKALAN – Kabar gembira datang bagi para pecinta olahraga tenis meja di Kabupaten Bangkalan. Pengurus Kabupaten Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bangkalan secara resmi membuka Sekolah Tenis Meja PTMSI Bangkalan, sebuah program pembinaan yang selama ini sangat dinantikan oleh masyarakat, khususnya para atlet muda dan pencinta tenis meja di berbagai tingkatan.

Kehadiran sekolah tenis meja ini disambut sangat positif oleh masyarakat olahraga. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mencetak bibit-bibit atlet potensial sekaligus memperkuat sistem pembinaan olahraga tenis meja yang berkelanjutan di Kabupaten Bangkalan.

Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan tenis meja di Bangkalan menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Di bawah kepemimpinan dr. Prima Nugroho sebagai Ketua PTMSI Bangkalan, olahraga tenis meja mengalami peningkatan yang luar biasa. Berbagai turnamen rutin digelar mulai dari tingkat pelajar, klub, hingga umum. Atmosfer kompetisi yang sehat tersebut telah melahirkan banyak atlet berbakat dan meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tenis meja.

Tidak hanya itu, semakin banyak klub tenis meja yang bermunculan di berbagai kecamatan menjadi bukti nyata bahwa olahraga ini semakin dicintai oleh masyarakat Bangkalan. Semangat pembinaan yang terus tumbuh menjadikan Bangkalan sebagai salah satu daerah yang cukup aktif dalam pengembangan tenis meja di Madura.

Pembukaan Sekolah Tenis Meja PTMSI Bangkalan diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet yang terstruktur dan profesional. Melalui program latihan yang terjadwal, pelatih yang kompeten, serta dukungan sarana yang memadai, sekolah ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Bangkalan di tingkat regional maupun nasional.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku usaha, orang tua, hingga komunitas olahraga diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Kemajuan olahraga tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama.

“Kehadiran Sekolah Tenis Meja PTMSI Bangkalan bukan sekadar tempat latihan, tetapi menjadi investasi masa depan olahraga Bangkalan. Ini adalah momentum penting untuk melahirkan generasi atlet yang berkarakter, berprestasi, dan mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.”

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak, Sekolah Tenis Meja PTMSI Bangkalan diyakini akan menjadi tonggak baru kebangkitan olahraga tenis meja di Kabupaten Bangkalan serta menjadi wadah lahirnya para juara masa depan. Semoga langkah besar ini terus mendapat dukungan sehingga tenis meja Bangkalan semakin maju, semakin berprestasi, dan semakin membanggakan.

52645c0c-abf8-4cc4-a8aa-1573cdca1d2a

Perjalanan, Canda, dan Semangat Belajar di Atas Roda

Mentari pagi mengiringi keberangkatan rombongan guru dan kepala sekolah se-Kecamatan Burneh menuju kawasan wisata di Malang. Di dalam bus pariwisata yang nyaman, suasana terasa begitu hangat dan penuh keakraban. Tidak ada sekat jabatan antara kepala sekolah dan guru. Semua larut dalam kebersamaan, berbagi cerita, pengalaman, dan tawa yang sesekali pecah di sepanjang perjalanan.

Sebagian peserta terlihat santai menikmati pemandangan di luar jendela, sementara yang lain asyik berdiskusi ringan tentang berbagai pengalaman mengelola sekolah. Ada yang berbagi cerita tentang inovasi pembelajaran di kelas, ada pula yang menceritakan pengalaman lucu saat mendampingi peserta didik. Obrolan yang mengalir tanpa beban justru menjadi ruang belajar yang tidak kalah bermakna.

Perjalanan ini bukan sekadar wisata, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antarpendidik di Kecamatan Burneh. Dalam suasana santai, lahir berbagai gagasan dan inspirasi untuk memajukan pendidikan. Banyak peserta menyadari bahwa kemajuan sekolah tidak hanya dibangun melalui program kerja, tetapi juga melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik antar sesama pendidik.

Bapak Sujono menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting. Menurutnya, perjalanan bersama menjadi momentum untuk membangun kekompakan, memperkuat jejaring profesional, sekaligus menyegarkan semangat pengabdian sebagai guru dan kepala sekolah.

“Kadang ide-ide terbaik lahir bukan di ruang rapat, tetapi di tengah kebersamaan seperti ini. Saat kita saling berbagi pengalaman dan belajar satu sama lain, di situlah tumbuh energi baru untuk memajukan pendidikan,” ungkapnya.

Bus terus melaju meninggalkan hiruk-pikuk kota, membawa rombongan menuju Malang. Namun sesungguhnya, yang sedang dibangun dalam perjalanan ini bukan hanya tujuan wisata, melainkan juga persaudaraan, semangat kolaborasi, dan tekad bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi generasi masa depan. Sebab pendidikan yang maju lahir dari guru-guru yang terus belajar, terus bergerak, dan terus menguatkan satu sama lain.

56f378d1-2217-4172-b791-7b1cdaac3d42

Menuju Tumpang Malang: Perjalanan Konsolidasi Pendidikan yang Penuh Semangat

Perjalanan menuju Tumpang, Malang, menjadi momen yang penuh makna bagi rombongan guru dan kepala sekolah se-Kecamatan Burneh. Dengan menggunakan bus wisata, para peserta memanfaatkan waktu perjalanan bukan hanya untuk menikmati kebersamaan, tetapi juga sebagai ruang diskusi dan konsolidasi dalam memperkuat komitmen memajukan pendidikan.

Suasana di dalam bus terlihat hangat dan penuh semangat. Para guru dan kepala sekolah saling bertukar gagasan, berbagi pengalaman dalam mengelola sekolah, serta mendiskusikan berbagai program prioritas Kementerian Pendidikan yang berkaitan dengan penguatan karakter peserta didik dan tata kelola pendidikan yang lebih baik. Perjalanan yang masih berlangsung ini justru menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi dan mempererat sinergi antarsatuan pendidikan di Kecamatan Burneh.

Kegiatan perjalanan ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi dan penguatan kapasitas guru serta kepala sekolah agar semakin siap dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan pendidikan secara optimal. Melalui kebersamaan dalam perjalanan, diharapkan terbangun semangat kolaborasi yang semakin kuat demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkemajuan.

Bapak Sujono memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, perjalanan menuju Tumpang bukan sekadar agenda kunjungan, melainkan bagian dari konsolidasi ilmiah dan akademik yang sangat penting bagi dunia pendidikan.

“Kegiatan ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat kebersamaan, menyamakan persepsi, dan membangun komitmen bersama dalam mendukung program-program pendidikan. Ini adalah konsolidasi ilmiah dan akademik untuk mewujudkan pendidikan yang lebih maju dan berkarakter,” ujarnya.

Meski rombongan masih dalam perjalanan menuju Tumpang, semangat untuk belajar, berbagi, dan memperkuat kolaborasi sudah terasa sejak keberangkatan. Harapannya, perjalanan ini akan menghasilkan gagasan-gagasan positif yang dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing demi peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Burneh.

e7983fdd-251d-4578-b546-3fd406c58ef5

Menikmati Sunyi Malam di Atas Rel: Perjalanan Penuh Makna Menuju Banyuwangi

Perjalanan sering kali bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Ada banyak cerita, pelajaran, dan pengalaman yang tersimpan di setiap langkah, termasuk dalam perjalanan malam saya menuju Banyuwangi untuk menghadiri acara unduh mantu seorang sahabat.

Malam itu saya tiba di Stasiun Gubeng Surabaya tepat pukul 24.00 WIB. Sementara kereta yang akan membawa saya menuju Banyuwangi baru berangkat pukul 01.37 dini hari. Masih ada waktu lebih dari satu jam untuk menunggu. Bagi sebagian orang, menunggu mungkin terasa membosankan, tetapi bagi saya selalu ada cara untuk menikmatinya.

Salah satu kebiasaan yang hampir selalu saya lakukan saat berada di Stasiun Gubeng adalah menikmati kursi pijat elektronik yang tersedia di area stasiun. Duduk santai sambil merasakan pijatan lembut di tengah suasana malam memberikan kenyamanan tersendiri. Lelah perjalanan menuju stasiun perlahan hilang, berganti dengan rasa rileks dan syukur. Di tengah hiruk-pikuk penumpang yang datang dan pergi, saya menikmati waktu sendirian dengan tenang.

Jarum jam terus bergerak hingga akhirnya kereta yang saya tunggu tiba. Dengan penuh semangat saya segera naik dan mencari tempat duduk. Niat awal sebenarnya sederhana, yaitu langsung tidur agar tubuh tetap segar saat tiba di tujuan. Namun ternyata tidur di awal perjalanan tidak semudah yang dibayangkan. Mata terasa mengantuk, tetapi suasana perjalanan membuat saya masih terjaga.

Akhirnya saya mengambil ponsel dan mengisi waktu dengan bermain gim eFootball. Sesekali saya melihat keluar jendela. Di luar sana, malam masih sangat gelap. Lampu-lampu rumah penduduk, jalan raya, dan bangunan yang berjajar di kanan-kiri rel tampak seperti untaian cahaya yang bergerak perlahan mengikuti laju kereta. Ada keindahan tersendiri yang hanya bisa dinikmati dalam perjalanan malam seperti ini.

Kereta terus melaju membelah kegelapan Jawa Timur. Sesekali terdengar suara roda kereta yang beradu dengan rel, menciptakan irama khas yang menemani sepanjang perjalanan. Walaupun sendirian, saya tidak merasa kesepian. Justru ada ruang untuk merenung, mensyukuri nikmat perjalanan, serta memikirkan berbagai hal yang selama ini jarang sempat direnungkan di tengah kesibukan sehari-hari.

Menjelang Subuh, suasana mulai berubah. Setelah melewati Jember dan menunaikan salat Subuh, pemandangan di luar jendela mulai menampilkan wajah aslinya. Kegelapan perlahan digantikan cahaya matahari pagi yang hangat. Inilah bagian perjalanan yang paling saya tunggu.

Hamparan sawah yang menghijau, perbukitan yang menjulang, serta gunung-gunung yang tampak gagah berdiri di kejauhan menjadi suguhan alam yang luar biasa indah. Kabut tipis yang masih menyelimuti beberapa daerah menambah kesan menenangkan. Setiap kali melihat panorama tersebut, saya selalu merasa kagum akan kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam begitu indah.

Kereta terus bergerak menuju Banyuwangi sambil menyajikan pemandangan yang seolah tidak ada habisnya. Pepohonan, ladang, sungai kecil, hingga deretan pegunungan silih berganti menghiasi jendela perjalanan. Rasanya seperti menonton film dokumenter alam secara langsung dari kursi kereta.

Perjalanan seorang diri ternyata memberikan banyak pelajaran. Kadang-kadang kita perlu meluangkan waktu untuk menikmati kesendirian agar bisa lebih mengenal diri sendiri. Tidak selalu harus ditemani banyak orang untuk merasakan kebahagiaan. Bahkan dalam kesunyian malam dan panjangnya perjalanan, tersimpan banyak momen berharga yang sulit dilupakan.

Ketika akhirnya Banyuwangi semakin dekat, saya menyadari bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang menghadiri undangan unduh mantu seorang teman. Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan hidup memiliki cerita, setiap penantian memiliki makna, dan setiap langkah selalu menyimpan pelajaran yang berharga.

Malam yang dimulai dengan duduk santai di kursi pijat elektronik Stasiun Gubeng, dilanjutkan dengan permainan eFootball di atas kereta, lalu ditutup dengan panorama pagi yang memukau di sepanjang jalur menuju Banyuwangi, menjadi rangkaian pengalaman yang sederhana namun sangat membahagiakan.

Sungguh, perjalanan ini terasa amat menyenangkan, penuh makna, dan menjadi bukti bahwa kebahagiaan sering kali hadir dari hal-hal sederhana yang kita syukuri sepanjang perjalanan hidup.

Semoga perjalanan yang menyenangkan ini menjadi kenangan indah sekaligus menambah semangat dalam menjalin silaturahmi dengan sahabat dan keluarga di Banyuwangi.

IMG-20260529-WA0007

Selamat kepada Para Pemenang Mini Turnamen Tenis Meja Milad dan Mito Qurban 1447 H PTMSI Bangkalan

BANGKALAN – Suasana penuh keakraban, semangat olahraga, dan kebersamaan mewarnai kegiatan pasca penyembelihan dan penyaluran hewan qurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh PTMSI Kabupaten Bangkalan di PTM Joyo Bangkalan. Kegiatan yang dikemas dengan acara bakar sate bersama dan mini turnamen tenis meja ini berlangsung meriah serta diikuti oleh para atlet tenis meja dari berbagai wilayah di Kabupaten Bangkalan.

Beragam olahan daging qurban tersaji dalam kegiatan tersebut, mulai dari sate sapi, sate kambing, gulai, hingga berbagai menu khas Idul Adha lainnya. Para peserta tampak menikmati suasana kebersamaan sambil mempererat tali silaturahmi antar atlet, pelatih, pengurus, dan pecinta olahraga tenis meja.

Tidak hanya menjadi ajang makan bersama, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Mini Turnamen Tenis Meja dalam rangka memperingati hari ulang tahun Ketua Umum PTMSI Kabupaten Bangkalan, dr. Prima Nugroho. Turnamen berlangsung sangat seru, kompetitif, dan menghibur. Para atlet berbakat maupun atlet senior yang telah berpengalaman hampir seluruhnya turut ambil bagian dalam pertandingan tersebut.

Partai final menghadirkan pertandingan yang sangat berimbang antara Rohim dan Bara Segara. Kedua atlet menampilkan permainan berkualitas tinggi dengan reli-reli panjang yang memukau penonton. Karena kekuatan keduanya dinilai sangat seimbang dan pertandingan berlangsung begitu ketat, panitia akhirnya menetapkan Rohim dan Bara Segara sebagai juara kembar pada mini turnamen kali ini.

Keputusan tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta yang hadir. Selain menunjukkan sportivitas yang tinggi, pertandingan tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan tenis meja di Kabupaten Bangkalan terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet potensial.

Selamat kepada Rohim dan Bara Segara yang berhasil menjadi pemenang Mini Turnamen Tenis Meja Milad dan Mito Qurban 1447 Hijriah PTMSI Kabupaten Bangkalan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

Ketua Umum PTMSI Kabupaten Bangkalan, dr. Prima Nugroho, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum Idul Adha menjadi sarana yang sangat baik untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga semangat berolahraga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan keluarga besar tenis meja Bangkalan yang telah hadir dan berpartisipasi. Kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang silaturahmi, kebersamaan, dan menjaga kesehatan bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Prima Nugroho juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan setelah mengonsumsi berbagai olahan daging qurban. Ia mengajak seluruh atlet untuk tetap aktif berolahraga agar kondisi tubuh tetap prima.

“Makan daging sapi maupun kambing hasil qurban tentu menjadi bagian dari kebahagiaan Idul Adha. Namun yang tidak kalah penting adalah tetap menjaga kebugaran dengan berolahraga secara rutin. Berkeringat melalui aktivitas fisik seperti tenis meja dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sehingga kita tetap bugar dan bersemangat,” pesannya.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi media pemersatu sekaligus sarana menjaga kesehatan. Semangat kebersamaan yang terbangun di PTM Joyo Bangkalan diharapkan terus terjaga sehingga prestasi tenis meja Kabupaten Bangkalan semakin berkembang dan mampu bersaing di berbagai tingkat kejuaraan pada masa mendatang.

 

 

Screenshot

Pelajar SMPN 1 Blega Tembus Seleksi Nasional Bintang Sobat SMP 2026, Harumkan Nama Bangkalan

BANGKALAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Bangkalan. Salah satu siswa terbaik UPTD SMPN 1 Blega, Moh. Akmal Maulana, berhasil lolos Seleksi Tahap 1 Program Bintang Sobat SMP 2026 yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar sekolah sekaligus membuktikan bahwa pelajar daerah memiliki kemampuan dan daya saing untuk tampil di tingkat nasional. Ajang Bintang Sobat SMP sendiri dikenal sebagai program bergengsi yang bertujuan mencari generasi muda inspiratif, kreatif, serta memiliki karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial yang kuat.

Program nasional ini tidak hanya menilai prestasi akademik peserta, namun juga kemampuan komunikasi, kreativitas, keaktifan sosial, hingga kapasitas siswa dalam menjadi teladan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Lolosnya Akmal pada tahap awal seleksi menjadi bukti nyata hasil pembinaan dan pendampingan yang dilakukan pihak sekolah secara berkelanjutan. Kepala UPTD SMPN 1 Blega bersama para guru mengaku bersyukur atas capaian tersebut dan berharap keberhasilan ini mampu memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi.

Di era perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat, sekolah terus berupaya menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter yang seimbang dengan penguasaan teknologi. Pendekatan pendidikan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kepedulian sosial, empati, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan Era Society 5.0.

Saat ini, Akmal tengah mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi lanjutan yang diperkirakan lebih kompetitif. Berbagai materi mulai dipersiapkan, mulai dari penguatan personal branding, kemampuan membuat konten edukatif yang inspiratif, hingga pemahaman tentang isu-isu remaja seperti literasi digital, kesehatan mental, dan kampanye anti perundungan.

Keluarga besar UPTD SMPN 1 Blega juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Moh. Akmal Maulana atas prestasi yang telah diraih. “Selamat kepada Akmal, semoga semakin sukses, terus bersemangat belajar, dan mampu meraih prestasi-prestasi terbaik berikutnya hingga mengharumkan nama sekolah, keluarga, dan Kabupaten Bangkalan di tingkat nasional,” ungkap pihak sekolah.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Kabupaten Bangkalan agar terus berani bermimpi, berkarya, dan menunjukkan potensi terbaiknya di tingkat nasional.

1360f70d-7c8b-41dd-92a3-591d045175e2

PTM Blumbang Gelar Latihan Bersama Pasca Iduladha, Berkeringat Sehat dan Pulang Membawa Hadiah

Momentum Iduladha tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada masyarakat, tetapi juga identik dengan berbagai sajian kuliner khas seperti sate, soto, gulai, dan aneka olahan daging lainnya yang menggugah selera. Setelah menikmati hidangan penuh cita rasa tersebut, menjaga kesehatan tubuh menjadi hal yang sangat penting dilakukan.

Semangat hidup sehat itulah yang ditunjukkan oleh komunitas olahraga tenis meja PTM Blumbang yang menggelar latihan bersama dan pertandingan persahabatan pasca kegiatan kurban Iduladha di rumah Bapak AKBP Faisol Amir. Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat, kekeluargaan, dan kebahagiaan karena selain berolahraga, seluruh peserta juga mendapatkan hadiah dari tuan rumah.

Para pemain tampak antusias mengikuti pertandingan tenis meja yang berlangsung sejak siang hari. Dengan penuh semangat, para peserta saling menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bermain tenis meja. Keringat bercucuran menjadi tanda bahwa olahraga benar-benar menjadi sarana mengeluarkan kalori setelah beberapa hari menikmati berbagai makanan olahan daging kurban yang berpotensi meningkatkan kolesterol maupun asam urat apabila tidak diimbangi aktivitas fisik.

Menariknya, dalam latihan bersama berhadiah tersebut, seluruh peserta yang hadir seolah menjadi juara. Tidak ada yang pulang dengan tangan kosong karena Bapak AKBP Faisol Amir selaku tuan rumah memberikan apresiasi dan hadiah kepada para pemain yang telah berpartisipasi dan memeriahkan kegiatan olahraga bersama tersebut.

Suasana penuh canda dan keakraban terlihat di sela-sela pertandingan. Para pemain tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menikmati kebersamaan dan semangat persaudaraan yang terjalin hangat di lingkungan komunitas PTM Blumbang. Olahraga tenis meja pun menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kebugaran tubuh setelah padatnya aktivitas Iduladha.

“Setelah makan sate, soto, dan gulai, tubuh memang perlu diajak bergerak. Dengan olahraga seperti ini, badan menjadi segar kembali, sehat, dan lebih bahagia apalagi ada hadiah dari tuan rumah,” ujar salah satu peserta sambil tersenyum.

Ucapan terima kasih juga disampaikan seluruh peserta kepada Bapak AKBP Faisol Amir yang telah memfasilitasi kegiatan olahraga tenis meja tersebut. Fasilitas tempat bermain yang nyaman serta perhatian kepada para atlet dan pemain PTM Blumbang membuat suasana latihan bersama terasa semakin berkesan.

Kegiatan sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menghadirkan kebahagiaan, menjaga kesehatan, sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat. Harapannya, semangat hidup sehat melalui olahraga tenis meja terus tumbuh dan menjadi budaya positif pasca perayaan Iduladha maupun dalam kehidupan sehari-hari.

c7cee78b-dd1e-4c67-bd11-fa6da9d32947

Berkeringat Setelah Berkurban, PTM Blumbang Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Tenis Meja

Suasana Hari Raya Iduladha identik dengan penyembelihan hewan kurban, penyaluran daging kepada masyarakat, hingga berbagai sajian olahan daging seperti sate, gulai, soto, dan aneka masakan khas lainnya. Momentum kebersamaan tersebut tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat. Namun di balik kenikmatan kuliner berbahan daging, kesadaran menjaga kesehatan juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Inilah yang dilakukan oleh komunitas olahraga tenis meja PTM Blumbang yang menggelar olahraga bersama sekaligus turnamen persahabatan di lapangan tenis meja milik Bapak Komandan AKBP Faisol Amir, Kapolres Padang Pariaman, yang saat ini sedang mudik di kampung halamannya di Bangkalan.

Kegiatan olahraga ini menjadi sarana positif untuk menjaga kebugaran tubuh setelah beberapa hari masyarakat menikmati hidangan olahan daging kurban. Dengan berolahraga dan berkeringat, tubuh diharapkan dapat membakar kalori serta menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit seperti kolesterol, asam urat, hingga tekanan darah tinggi yang kerap muncul akibat pola makan berlebihan saat hari raya.

Peserta tampak sangat antusias mengikuti pertandingan tenis meja yang berlangsung penuh semangat dan keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertandingan juga menghadirkan permainan menarik karena para pemain menggunakan perlengkapan tenis meja yang cukup lengkap dan berkualitas, mulai dari bet dengan karet-karet pilihan hingga teknik permainan “brintik” yang membuat pertandingan semakin seru dan enak ditonton.

Sorak semangat dan gelak tawa para peserta menambah suasana semakin hidup. Tidak sedikit pemain yang tampil dengan skill memukau sehingga pertandingan berlangsung kompetitif namun tetap penuh kekeluargaan. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama komunitas PTM Blumbang dalam menjaga semangat hidup sehat di tengah masyarakat.

Menurut para peserta, olahraga tenis meja bukan hanya sekadar mencari kemenangan, melainkan menjadi media untuk menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat positif setelah menjalani rangkaian kegiatan Iduladha yang cukup padat.

“Kita sudah menikmati sate, gulai, soto dan berbagai makanan olahan daging kurban. Maka tubuh juga perlu diajak bergerak agar tetap sehat. Berkeringat itu penting supaya tubuh tetap bugar,” ujar salah satu peserta di sela pertandingan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh bahwa semangat berkurban tidak hanya diwujudkan dalam ibadah sosial dan berbagi kepada sesama, tetapi juga diiringi dengan kepedulian menjaga kesehatan bersama. Dengan olahraga, masyarakat diajak untuk menyeimbangkan antara kenikmatan kuliner hari raya dan pola hidup sehat.

Komunitas PTM Blumbang berharap kegiatan olahraga seperti ini terus berkembang dan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk tetap aktif bergerak, menjaga kekompakan, serta mempererat ukhuwah dalam suasana penuh kebahagiaan Iduladha.

IMG-20260526-WA0007

AIR MATA RAJA MESIR DAN PELAJARAN BESAR UNTUK UMAT

AIR MATA RAJA MESIR DAN PELAJARAN BESAR UNTUK UMAT

Catatan Suraji MPD

Pemerhati Olahraga dan Gerakan Kemajuan Islam

Sepak bola sering dipahami hanya sebatas pertandingan: menang atau kalah, trofi atau kegagalan, gol atau statistik. Padahal dalam sejarahnya, sepak bola kerap melahirkan tokoh yang melampaui batas lapangan hijau. Ada yang sekadar menjadi pemain hebat, tetapi ada pula yang berubah menjadi simbol nilai, inspirasi, dan peradaban.

Muhammad Salah termasuk kategori yang kedua.

Perpisahan Mohamed Salah di Anfield bukan hanya kisah seorang pemain meninggalkan klubnya setelah sembilan tahun pengabdian. Lebih dari itu, dunia sedang menyaksikan berakhirnya satu babak penting tentang bagaimana seorang muslim menaklukkan panggung dunia tanpa kehilangan identitasnya.

Ketika jutaan pasang mata menyaksikan air mata Salah menetes di stadion Anfield, sesungguhnya yang sedang menangis bukan hanya seorang pemain bola. Yang tampak di hadapan dunia adalah seorang ayah, seorang suami, seorang muslim, dan seorang manusia biasa yang menyimpan cinta sangat besar kepada tempat yang membesarkannya.

Kalimatnya begitu sederhana namun menghantam hati:

“Saya menangis lebih banyak hari ini dibanding sepanjang hidup saya.”

Kalimat itu membuat dunia sadar bahwa legenda pun tetap manusia. Di balik tubuh atletis, rekor demi rekor, dan ratusan gol spektakuler, ada hati yang rapuh ketika harus berpisah.

Sebagai pemerhati olahraga, saya melihat Salah bukan sekadar pemain sayap yang memiliki kecepatan luar biasa atau naluri mencetak gol yang tajam. Saya melihat ada narasi yang jauh lebih besar.

Ia datang dari desa kecil di Mesir.

Bukan anak akademi elite Eropa.

Bukan pangeran sepak bola yang sejak kecil dikelilingi fasilitas mewah.

Ia tumbuh dari keterbatasan, perjuangan, disiplin, dan pengorbanan panjang.

Di era ketika banyak anak muda ingin hasil instan, ingin cepat terkenal, cepat viral, dan cepat sukses, Salah menghadirkan pelajaran berbeda.

Kesuksesan tidak datang dari jalan pintas.

Kesuksesan lahir dari kerja keras yang panjang.

Bakat memang penting. Tetapi disiplin dan konsistensi sering kali jauh lebih menentukan.

Karena itu saya memahami mengapa masyarakat Liverpool begitu mencintainya.

Kota Liverpool adalah kota pekerja. Kota pelabuhan. Kota yang menghargai kerja keras.

Dan Salah datang membawa karakter itu.

Ia bekerja seperti orang yang takut kehilangan kesempatan.

Setiap musim ia memperbaiki diri.

Setiap tahun ia menambah kualitas.

Setiap hari ia berusaha menjadi lebih baik.

Hasilnya luar biasa.

Ratusan gol.

Puluhan penghargaan.

Trofi bergengsi.

Rekor demi rekor.

Namun anehnya, yang paling membuat orang jatuh cinta bukan statistik itu.

Justru sikapnya.

Salah membuktikan kepada dunia bahwa seorang muslim dapat menjadi tokoh global tanpa harus menanggalkan identitas keislamannya.

Ia tetap menjadi ayah yang dekat dengan keluarga.

Ia tetap menjadi suami yang menjaga rumah tangga.

Ia tetap menjaga akhlak.

Ia tetap menunjukkan identitas Islam secara tenang dan elegan.

Tanpa pidato panjang.

Tanpa kemarahan.

Tanpa pertunjukan.

Dunia melihat Islam melalui keteladanan.

Dan kadang keteladanan jauh lebih kuat daripada seribu pidato.

Sebagai masyarakat Islam yang peduli terhadap kemajuan peradaban Islam dunia, saya melihat Muhammad Salah telah melakukan dakwah yang mungkin tidak ia sadari besarnya.

Ia tidak naik mimbar.

Ia tidak berdebat di televisi.

Ia tidak membawa slogan besar.

Tetapi jutaan orang Eropa melihat seorang muslim yang ramah, disiplin, rendah hati, berprestasi, dan dicintai banyak orang.

Inilah dakwah akhlak.

Inilah dakwah keteladanan.

Dan mungkin inilah bahasa yang paling mudah dipahami dunia modern.

Di tengah maraknya islamofobia, stereotip negatif, dan berbagai prasangka terhadap umat Islam, sosok seperti Salah menjadi wajah yang menyejukkan.

Ia menunjukkan bahwa Islam tidak menghalangi seseorang menjadi besar.

Justru nilai Islam mampu melahirkan manusia besar.

Perpisahan di Anfield akhirnya mengajarkan pelajaran yang sangat penting.

Hidup bukan tentang berapa lama seseorang berada di suatu tempat.

Tetapi seberapa dalam jejak yang ia tinggalkan.

Mohamed Salah meninggalkan Liverpool.

Tetapi ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih mahal daripada trofi.

Ia meninggalkan keteladanan.

Meninggalkan loyalitas.

Meninggalkan inspirasi.

Meninggalkan keyakinan bahwa anak desa pun dapat mengguncang dunia.

Dan terutama, ia meninggalkan pesan sederhana yang seharusnya menjadi pegangan kita semua:

“Yang terpenting, saya telah memberikan segalanya.”

Mungkin itulah definisi paling jujur tentang seorang legenda.

Suraji MPD

Pemerhati Olahraga dan Gerakan Kemajuan Islam Dunia