IMG-20260417-WA0008

Membangun Pendidikan Bermutu untuk Semua: Langkah Nyata dan Terukur

Pendidikan Bermutu untuk Semua: Langkah Nyata dan Terukur

Dalam beberapa waktu terakhir, publik pendidikan di Indonesia mulai merasakan arah perubahan yang semakin jelas. Di bawah kepemimpinan Abdul Mu’ti, upaya pembenahan pendidikan nasional menunjukkan progres yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun belum genap dua tahun menjabat sejak Oktober 2024, berbagai program strategis telah dijalankan secara masif, terstruktur, dan berdampak langsung pada satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Salah satu capaian penting adalah percepatan digitalisasi pendidikan. Data menunjukkan ratusan ribu satuan pendidikan telah menerima perangkat digital. Tidak hanya itu, ribuan sekolah kini telah mendapatkan akses internet serta dukungan listrik sebagai fondasi utama pembelajaran berbasis teknologi. Ini bukan sekadar distribusi alat, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran modern.

Masuknya perangkat seperti layar interaktif berbasis Android, bantuan laptop untuk sekolah, serta konektivitas internet telah mengubah wajah kelas. Guru kini memiliki lebih banyak pilihan metode pembelajaran, sementara siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, visual, dan menarik. Transformasi ini secara perlahan mendorong peningkatan kompetensi siswa, baik dari sisi literasi, numerasi, maupun keterampilan digital.

Revitalisasi Sekolah: Menjawab Masalah yang Menumpuk

Tidak dapat dipungkiri, persoalan infrastruktur pendidikan di Indonesia telah berlangsung bertahun-tahun. Banyak sekolah mengalami kerusakan, keterbatasan ruang belajar, hingga fasilitas yang tidak layak.

Namun melalui program revitalisasi sekolah, pemerintah mulai menjawab persoalan tersebut secara konkret. Tahun 2025 saja, lebih dari 16 ribu satuan pendidikan telah tersentuh program ini. Dan yang lebih progresif, pada tahun 2026 ditargetkan 60.000 sekolah akan menerima revitalisasi.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembenahan pendidikan tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui pendekatan bertahap namun terukur. Seperti yang sering disampaikan, “membenahi pendidikan nasional bukan kerja instan.” Ini adalah kerja besar yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan keberanian eksekusi.

Dampak Nyata: Dari Sarana ke Mutu Pembelajaran

Program bantuan sarana dan prasarana tidak berhenti pada aspek fisik semata. Dampak yang mulai terlihat adalah meningkatnya kualitas proses pembelajaran di kelas. Dengan dukungan teknologi:

  Guru lebih kreatif dalam menyampaikan materi

  Siswa lebih aktif dan partisipatif

  Akses terhadap sumber belajar semakin luas

  Pembelajaran menjadi lebih relevan dengan era digital

Di sinilah letak kekuatan kebijakan saat ini: menghubungkan antara sarana dengan mutu pembelajaran. Artinya, pembangunan tidak hanya terlihat secara kasat mata, tetapi juga terasa dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Pendidikan Bukan Panggung Drama, Ini Masa Depan Bangsa

Narasi yang dibangun melalui berbagai program ini juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar isu politik atau bahan perdebatan sesaat. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa.

Karena itu, kritik tentu tetap diperlukan, namun harus berbasis data yang utuh, bukan potongan narasi yang justru menyesatkan. Upaya besar yang sedang berjalan ini membutuhkan dukungan semua pihak: pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat.

 Optimisme Pendidikan Indonesia

Dengan tagline “Pendidikan bermutu untuk semua”, arah kebijakan saat ini menunjukkan optimisme yang kuat. Pemerataan akses, penguatan sarana, serta peningkatan kualitas pembelajaran menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Perjalanan masih panjang, tantangan masih banyak, namun fondasi sudah mulai dibangun dengan serius. Dan jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Indonesia akan melahirkan generasi yang lebih unggul, adaptif, dan siap menghadapi masa depan.

Screenshot_20260412_163508_WhatsApp

Turnamen Tenis Meja Halal Bihalal Cup 2026 Semarakkan Bangkalan Plaza

Bangkalan, 12 April 2026 — Turnamen Tenis Meja Halal Bihalal Cup 2026 sukses digelar dengan meriah di Bangkalan Plaza pada Minggu (12/4). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 17.05 WIB ini diikuti oleh puluhan atlet tenis meja dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Bangkalan.

Turnamen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi sehat bagi para pecinta tenis meja di Bangkalan. Sejak pagi, suasana lokasi pertandingan sudah dipadati peserta dan penonton yang antusias menyaksikan jalannya pertandingan demi pertandingan yang berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Berdasarkan hasil akhir pertandingan, Iqbal berhasil meraih juara pertama, disusul oleh dokter Prima sebagai juara kedua, dan Jazuli menempati posisi juara ketiga bersama diky. Ketiga pemenang tersebut tampil impresif sepanjang turnamen dan mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan para penonton.

Hal yang menarik dan menjadi daya tarik tersendiri dalam turnamen ini adalah pemberian hadiah unik berupa topi koboi kepada para juara 1 hingga juara 3. Momen para pemenang mengenakan topi koboi tersebut sukses mengundang perhatian dan gelak tawa penonton, sekaligus menambah kesan meriah dan berbeda dari turnamen pada umumnya.

Turnamen Halal Bihalal Cup 2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi antar atlet tenis meja se-Kabupaten Bangkalan. Peserta yang datang dari berbagai kecamatan turut menyemarakkan kegiatan ini sehingga suasana kebersamaan terasa begitu kental sepanjang acara.

Busro selaku panitia pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, serta pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan turnamen ini. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin guna meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat kebersamaan para atlet tenis meja di Bangkalan.
“Semoga melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan sportivitas terus terjaga, serta tenis meja di Bangkalan semakin berjaya,” ujarnya.

Dengan penuh kehangatan dan semangat halal bihalal, Turnamen Tenis Meja Halal Bihalal Cup 2026 menjadi salah satu momentum berharga dalam membangun solidaritas dan prestasi olahraga di Kabupaten Bangkalan.

IMG-20260412-WA0037

Subuh Berjamaah di Masjid Al Huda Burneh Kian Semarak, Jamaah Disuguhi Kopi Hangat hingga Ketupat Manggisan

Burneh, Bangkalan — Kegiatan sholat Subuh berjamaah di Masjid Al Huda, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, semakin menunjukkan geliat yang menggembirakan. Selain dihadiri jamaah yang kian bertambah, suasana kebersamaan juga terasa hangat dengan adanya sajian kopi, teh, makanan ringan, hingga ketupat khas daerah Manggisan yang disediakan bagi para jamaah.

Masjid Al Huda yang berada di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Burneh ini kini menjadi pusat kegiatan ibadah yang tidak hanya khusyuk, tetapi juga penuh kebersamaan. Terlebih, dengan bangunan masjid yang baru dan representatif, para jamaah semakin bersemangat untuk istiqomah hadir, khususnya pada waktu sholat Subuh.

Kegiatan sholat Subuh berjamaah ini juga dilanjutkan dengan amalan waktu syuruq atau sholat Isyroq, sehingga para jamaah baru meninggalkan masjid setelah rangkaian ibadah selesai. Hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang memperkuat semangat ibadah di kalangan masyarakat.

Menariknya, sejak awal pembangunan hingga masjid berdiri megah seperti sekarang, tradisi berbagi atau sedekah dari para jamaah terus terjaga. Berbagai hidangan seperti kopi hangat, teh, aneka snack, bahkan sarapan pagi kerap disajikan secara sukarela oleh para dermawan untuk jamaah Subuh.

Setiap hari Minggu, kegiatan ini semakin semarak dengan adanya kuliah Subuh atau tausiyah yang memberikan pencerahan spiritual bagi jamaah. Sementara di hari lainnya, meskipun tanpa kuliah Subuh, antusiasme jamaah tetap tinggi untuk hadir dan bersilaturahmi.

Setelah rangkaian ibadah, para jamaah tampak akrab menikmati hidangan yang merupakan sedekah dari hamba Allah. Momen ini tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menjadi sarana berbagi rezeki dan kebahagiaan di antara sesama.

H. Suparman, selaku arsitek Masjid Al Huda yang baru, menyampaikan rasa syukurnya atas perkembangan positif tersebut. Ia mengungkapkan bahwa jumlah jamaah yang terus meningkat serta kuatnya jalinan silaturahmi menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kebersamaan umat.

“Alhamdulillah, jamaah semakin banyak dan silaturahmi semakin kuat. Adanya sedekah berupa kopi, teh hangat, snack hingga sarapan pagi ini semakin menambah semarak kegiatan sholat Subuh berjamaah di Masjid Al Huda,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan berbagi, Masjid Al Huda Burneh terus menjadi inspirasi gerakan memakmurkan masjid, khususnya dalam menghidupkan sholat Subuh berjamaah di tengah masyarakat.

IMG-20260407-WA0009

Ketua PDM Bangkalan Bertemu Rektor UMSurabaya, Diskusi Hangat Terjalin di Tengah Takziah Almarhum Muhammad Mirdasy

Ketua PDM Bangkalan Bertemu Rektor UMSurabaya, Diskusi Hangat Terjalin di Tengah Takziah Almarhum Muhammad Mirdasy

Pandaan — Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Muhammad Mirdasy di Pandaan, Selasa (7/4/2026). Almarhum yang menjabat sebagai Ketua LHKP Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur tersebut wafat sehari sebelumnya di Rumah Sakit Muhammadiyah Malang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah dan para aktivis gerakan Islam.

Rombongan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Dengan menggunakan satu mobil, rombongan bergerak menuju rumah duka sebagai bentuk empati dan penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal luas sebagai sosok aktivis yang konsisten dalam gerakan dakwah dan pemberdayaan umat.

Di lokasi, tampak ribuan pelayat dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati rumah duka. Kehadiran para pentakziyah tidak hanya menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam, tetapi juga menjadi momentum silaturahim keluarga besar Muhammadiyah se-Jawa Timur. Para kolega, sahabat, dan kader persyarikatan yang pernah berjuang bersama almarhum tampak saling menguatkan dalam suasana haru.

Menariknya, pada saat yang sama hadir pula rombongan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya yang dipimpin langsung oleh Rektor beserta jajaran Wakil Rektor dan beberapa dekan. Kehadiran mereka tidak lepas dari jejak pengabdian almarhum yang pernah menjadi bagian dari civitas akademika kampus tersebut sebagai dosen.

Di tengah suasana duka, terjalin pertemuan hangat antara Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pertemuan yang sebelumnya direncanakan namun sulit terealisasi itu akhirnya terjadi secara tidak terduga dalam momentum takziah.

Percakapan yang berlangsung santai namun penuh makna tersebut berkembang menjadi diskusi yang menarik. Keduanya membahas berbagai hal, mulai dari penguatan sinergi kelembagaan, pengembangan pendidikan, hingga mengenang kebersamaan dengan almarhum yang pernah satu generasi dalam gerakan Pemuda Muhammadiyah.

“Momentum ini memang tidak direncanakan, tetapi justru menghadirkan ruang silaturahim yang sangat bermakna. Banyak hal yang kami diskusikan dan insya Allah akan kami lanjutkan dalam komunikasi yang lebih intens di kesempatan berikutnya,” ungkap salah satu perwakilan rombongan PDM Bangkalan.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin komunikasi dan memperkuat kolaborasi ke depan. Keduanya sepakat bahwa nilai-nilai perjuangan yang telah ditanamkan oleh almarhum harus terus dilanjutkan dalam kerja nyata di bidang dakwah dan pendidikan.

Sementara itu, para pentakziyah yang hadir secara bergantian menyampaikan doa dan penghormatan terakhir. Mereka juga memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhum agar diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi gerakan Muhammadiyah dan aktivis pemuda Islam. Namun demikian, semangat perjuangan, dedikasi, dan komitmen beliau dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

20260406_204234

Kepergian Muhammad Mirdasy Jadi Kehilangan Besar, Mendikdasmen dan Tokoh Pendidikan Sampaikan Duka

Malang – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah atas wafatnya Muhammad Mirdasy pada Senin (6/4/2026). Sosok aktivis muda yang dikenal gigih dalam dakwah dan gerakan kepemudaan Islam itu meninggalkan jejak perjuangan yang kuat di berbagai lini.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian almarhum. Ia menilai Muhammad Mirdasy sebagai figur muda yang memiliki komitmen tinggi dalam memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan kemajuan umat.

“Almarhum bukan hanya kader Muhammadiyah, tetapi juga aktivis pemuda Islam yang konsisten menggerakkan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dengan pendekatan intelektual dan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, kepergian Mirdasy menjadi kehilangan besar, terutama di tengah kebutuhan bangsa terhadap sosok pemuda yang memiliki integritas, keberanian, dan visi keumatan yang kuat.

Semasa hidupnya, Muhammad Mirdasy dikenal aktif dalam berbagai aktivitas organisasi, baik di lingkungan Muhammadiyah maupun jejaring gerakan pemuda Islam yang lebih luas. Ia memiliki perhatian besar terhadap isu-isu strategis umat, termasuk penguatan ideologi, pendidikan, dan peran pemuda dalam kehidupan berbangsa.

Kiprahnya tidak hanya terbatas pada ruang organisasi, tetapi juga merambah pada gerakan sosial dan pemikiran, menjadikannya sebagai salah satu figur muda yang diperhitungkan dalam dinamika dakwah dan gerakan Islam berkemajuan.

Sementara itu, praktisi pendidikan Kabupaten Bangkalan, Suraji, M.Pd, turut menyampaikan duka cita mendalam. Ia menilai sosok Mirdasy sebagai representasi pemuda Islam yang utuh: ideologis, aktif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan umat.

“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi kita semua, khususnya kalangan pemuda Islam. Almarhum adalah sosok yang tidak hanya berpikir, tetapi juga bergerak. Komitmennya terhadap perjuangan dakwah dan pembinaan generasi muda patut menjadi teladan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Mirdasy adalah figur yang mampu menjembatani antara gerakan intelektual dan gerakan sosial, sehingga kehadirannya sangat dirasakan dalam berbagai aktivitas keumatan.

“Beliau memiliki keberanian dalam menyuarakan kebenaran dan konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam berkemajuan. Ini yang hari ini sangat dibutuhkan oleh generasi muda,” tambahnya.

Ucapan duka dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan. Banyak pihak berharap agar perjuangan dan nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh almarhum dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” pungkasnya.

IMG-20260406-WA0042

Aktivis Muhammadiyah dan Tokoh Pemuda Islam Muhammad Mirdasy Wafat, Tinggalkan Jejak Perjuangan Organisasi dan Politik

BANGKALAN – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah dan kalangan aktivis pemuda Islam. Muhammad Mirdasy, tokoh yang dikenal luas sebagai aktivis dakwah, organisator, sekaligus pejuang politik umat, wafat pada Senin (6/4/2026) pukul 14.22 WIB di RS UMM.

Kepergian almarhum tidak hanya dirasakan oleh Muhammadiyah Jawa Timur, tetapi juga oleh seluruh elemen pemuda Islam yang selama ini mengenal sosoknya sebagai figur yang konsisten dalam perjuangan ideologi dan gerakan amar ma’ruf nahi munkar.

Jejak Perjuangan di Dunia Organisasi

Muhammad Mirdasy memiliki perjalanan panjang dalam dunia organisasi, khususnya di lingkungan Muhammadiyah dan kepemudaan. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PWM Jawa Timur, yang menjadi salah satu motor penggerak pemikiran strategis Muhammadiyah di bidang kebijakan publik.

Selain itu, almarhum juga pernah aktif sebagai Ketua Bidang di Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah serta menjadi Wakil Ketua KNPI Jawa Timur, menunjukkan kiprahnya yang kuat dalam membina dan menggerakkan pemuda lintas organisasi.

Tidak hanya di Muhammadiyah, Mirdasy juga memimpin organisasi keumatan seperti Ketua PW Parmusi Jawa Timur serta aktif dalam berbagai lembaga sosial dan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdiannya tidak terbatas pada satu organisasi, tetapi menjangkau seluruh gerakan pemuda Islam secara luas.

Dalam bidang dakwah kontemporer, ia juga dikenal mendorong penguatan dakwah digital melalui pelatihan influencer Muhammadiyah, sebagai bagian dari strategi syiar Islam di era media sosial.

Kiprah dalam Dunia Politik dan Kebijakan Publik

Di bidang politik, Muhammad Mirdasy dikenal sebagai aktivis yang melihat politik sebagai bagian dari jalan dakwah. Ia aktif mendorong kader Muhammadiyah untuk terlibat dalam proses politik guna memperjuangkan kebijakan publik yang berpihak kepada umat.

Secara praktis, ia memiliki pengalaman panjang di dunia politik, di antaranya pernah menjadi anggota DPRD Jawa Timur periode 2004–2009. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris DPW Partai NasDem Jawa Timur serta Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur.

Pandangan politiknya menekankan bahwa Muhammadiyah tidak boleh apatis terhadap politik, melainkan harus hadir sebagai kekuatan moral dan strategis dalam mempengaruhi kebijakan publik demi kemaslahatan umat.

Sosok Penggerak Dakwah dan Inspirasi Pemuda

Muhammad Mirdasy dikenal sebagai figur yang mampu mengintegrasikan dakwah, pemikiran akademik, dan gerakan politik dalam satu nafas perjuangan. Ia tidak hanya berbicara tentang ide, tetapi juga menggerakkan aksi nyata di tengah masyarakat.

Sejumlah tokoh menilai almarhum sebagai aktivis yang matang, dengan kapasitas kepemimpinan yang kuat serta pengalaman lintas bidang, mulai dari sosial, akademik, hingga politik.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi gerakan pemuda Islam. Sosoknya yang dekat dengan generasi muda dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan akan sulit tergantikan.

“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Beliau bukan hanya milik Muhammadiyah, tetapi milik seluruh pemuda Islam,” ujar salah satu aktivis muda.

Kini, Muhammad Mirdasy telah berpulang. Namun jejak perjuangannya—baik di dunia organisasi maupun politik—akan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Islam untuk melanjutkan dakwah dan pengabdian kepada umat dan bangsa.

IMG-20260406-WA0042

Berita Duka: Aktivis Muhammadiyah dan Pemuda Islam, Muhammad Mirdasy Wafat, Tinggalkan Jejak Perjuangan yang Mendalam

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah dan seluruh elemen aktivis pemuda Islam. Muhammad Mirdasy, salah satu tokoh penting di lingkungan Muhammadiyah Jawa Timur, wafat pada Senin, 6 April 2026, sekitar pukul 14.22 WIB di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang.

Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan duka bagi Muhammadiyah, tetapi juga bagi seluruh kalangan aktivis muda Islam yang selama ini mengenal dedikasi dan komitmennya dalam perjuangan dakwah dan gerakan sosial.

Muhammad Mirdasy dikenal luas sebagai kader Muhammadiyah yang memiliki jejak panjang pengabdian, baik di bidang dakwah, akademik, maupun politik kebangsaan. Ia merupakan sosok yang mampu menjembatani idealisme gerakan dengan realitas sosial, menjadikan dakwah sebagai kekuatan transformasi umat.

Lebih dari sekadar aktivis organisasi, almarhum juga dikenal sebagai figur pemuda Islam yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ideologi dan gerakan amar ma’ruf nahi munkar. Semangatnya dalam memperjuangkan kepentingan umat, khususnya di kalangan generasi muda, menjadikannya sosok yang dihormati lintas organisasi dan generasi.

Dalam perjalanan hidupnya, Mirdasy tidak hanya aktif di Muhammadiyah, tetapi juga terlibat dalam berbagai gerakan kepemudaan dan kebijakan publik. Ia dikenal sebagai organisator ulung yang membuka ruang bagi anak muda untuk terlibat dalam isu-isu strategis umat dan bangsa.

Kiprahnya yang konsisten dalam dunia pemikiran, advokasi, hingga politik menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga melalui kebijakan dan kerja nyata di tengah masyarakat. Ia meyakini bahwa perjuangan pemuda Islam harus hadir dalam semua lini kehidupan demi kemaslahatan umat.

Kepergian beliau pun dirasakan sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi persyarikatan Muhammadiyah, tetapi juga bagi jejaring luas aktivis, akademisi, dan tokoh muda Islam di Indonesia. Sosoknya dikenal dekat dengan generasi muda dan menjadi inspirasi dalam membangun gerakan yang progresif dan berkemajuan.

Kini, Muhammad Mirdasy telah berpulang. Namun semangat perjuangannya tidak akan pernah padam. Ia telah meninggalkan warisan nilai, keteladanan, dan jejak pengabdian yang akan terus hidup dalam gerakan dakwah dan perjuangan pemuda Islam ke depan.

Selamat jalan, pejuang.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga generasi muda Islam mampu melanjutkan api perjuangan yang telah beliau nyalakan.

IMG-20260405-WA0002

Kader Muhammadiyah Suarakan Hak Libur Guru ke Wamendikdasmen, Didorong Masuk RUU Sisdiknas

Nganjuk, 4 April 2026 – Nuansa kekeluargaan dan semangat persyarikatan terasa kuat dalam pertemuan makan siang antara kader-kader Muhammadiyah dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, yang berlangsung di Nirwana Resto pada Sabtu (4/4/2026). Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahim, tetapi juga ruang strategis untuk membahas isu-isu krusial dalam dunia pendidikan nasional.

Kehadiran para kader Muhammadiyah dalam suasana yang santai namun penuh makna menjadikan diskusi berlangsung semakin akrab dan terbuka. Terlebih, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah juga merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, sehingga komunikasi terjalin dengan hangat dan penuh kesepahaman nilai.

Dalam forum tersebut, Suraji, M.Pd sebagai kader Muhammadiyah sekaligus praktisi pendidikan menyampaikan secara langsung aspirasi terkait perjuangan hak-hak guru, khususnya mengenai hak libur guru dan efektivitas jam kerja. Aspirasi tersebut disampaikan dalam bentuk legal opinion yang telah lama diperjuangkan dan dimuat di berbagai media.

Menurut Suraji, penting bagi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang baru untuk memberikan perhatian serius terhadap keseimbangan hak dan kewajiban guru. Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak guru, termasuk hak libur yang selaras dengan kalender pendidikan, akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.

“Guru yang haknya terpenuhi akan lebih fokus dalam menjalankan tugasnya. Ini bukan semata soal kesejahteraan, tetapi tentang bagaimana menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna dan berkualitas,” ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung sambil menikmati hidangan, termasuk durian khas Nganjuk, berjalan dalam suasana santai namun sarat substansi. Berbagai isu turut mengemuka, mulai dari penguatan posisi guru, kebijakan PPPK, hingga arah kebijakan pendidikan nasional ke depan.

Wakil Menteri Fajar menyampaikan apresiasi atas masukan yang disampaikan para kader Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap berbagai pandangan konstruktif dari organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah yang selama ini dikenal memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan.

“Kami terus membuka ruang dialog dengan berbagai pihak. Muhammadiyah sebagai organisasi yang memiliki jaringan pendidikan luas tentu menjadi mitra strategis dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa proses penyusunan RUU Sisdiknas saat ini masih terus menyerap berbagai aspirasi dari praktisi, akademisi, dan tokoh pendidikan di seluruh Indonesia. Bahkan, pihaknya berkomitmen untuk turun langsung ke daerah-daerah guna memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Pertemuan ini menjadi refleksi kuat bahwa sinergi antara pemerintah dan kader Muhammadiyah dapat menjadi energi besar dalam memperjuangkan pendidikan yang berkeadilan. Diharapkan, aspirasi terkait hak-hak guru, khususnya hak libur dan pengaturan jam kerja, dapat terakomodasi dalam RUU Sisdiknas yang baru, sehingga cita-cita menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua dapat terwujud secara nyata.

IMG-20260320-WA0004

Ribuan Warga Padati Halaman Masjid Al Huda Burneh dalam Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 H

Burneh, 20 Maret 2026 — Ribuan warga memadati halaman Masjid Al Huda Burneh untuk mengikuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Burneh pada Jumat pagi, 20 Maret 2026. Pelaksanaan salat Idul Fitri berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan, serta diikuti oleh jamaah yang tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Burneh, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Burneh.

Salat Idul Fitri dilaksanakan di halaman Masjid Al Huda Burneh karena tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mengikuti salat Ied bersama Muhammadiyah. Sejak pagi hari, jamaah sudah berdatangan memenuhi halaman masjid hingga ke area sekitar lokasi pelaksanaan.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan salat Idul Fitri tersebut adalah Kyai Drs. Rik Suhadi, S.Th.I, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan penting tentang makna Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam paparannya, Kyai Rik Suhadi mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan madrasah ruhani yang melatih umat Islam selama satu bulan penuh untuk meningkatkan kualitas iman, ibadah, dan akhlak. Oleh karena itu, keberhasilan puasa tidak hanya diukur selama bulan Ramadan saja, tetapi harus terlihat dalam perilaku selama sebelas bulan berikutnya.

Beliau menegaskan bahwa apabila setelah Ramadan seseorang menjadi lebih baik dalam sikap, lebih peduli kepada sesama, dan lebih dekat kepada Allah, maka itulah tanda bahwa ibadah puasanya diterima dan diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Selain itu, dalam khutbahnya beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, terutama dalam hal kedermawanan dan kepedulian sosial. Umat Islam diingatkan agar terus membangun solidaritas, membantu fakir miskin, memperbanyak sedekah, serta menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri di hari yang suci.

Menurut beliau, Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam, bukan hanya karena telah menyelesaikan ibadah puasa, tetapi karena berhasil mengendalikan diri, memperkuat iman, dan meningkatkan kepedulian sosial. Hari raya harus menjadi titik awal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri di halaman Masjid Al Huda Burneh juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Salah satu jamaah yang hadir menyampaikan rasa syukur karena dapat melaksanakan salat Idul Fitri bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan salat Idul Fitri di halaman Masjid Al Huda Burneh terasa sangat khidmat dan penuh persatuan, serta menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antar sesama umat Islam dan masyarakat secara luas.

Dengan terselenggaranya Salat Idul Fitri 1447 Hijriah ini, diharapkan semangat kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial semakin kuat di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai Ramadan dapat terus hidup dalam kehidupan sehari-hari menuju masyarakat yang lebih baik, religius, dan penuh keberkahan.

IMG_2156

Pelaksanaan Salat Idul Fitri Muhammadiyah di 13 Titik se-Kabupaten Bangkalan Berlangsung Khidmat dan Lancar

Bangkalan, 20 Maret 2026 — Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bangkalan, berlangsung dengan sukses, lancar, dan penuh kekhusyukan. Pada hari Jumat, 20 Maret 2026, warga Muhammadiyah bersama masyarakat umum melaksanakan salat Idul Fitri secara serentak di berbagai lokasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Di Kabupaten Bangkalan, pelaksanaan Salat Idul Fitri dilaksanakan di 13 titik lokasi yang tersebar di 7 kecamatan, di antaranya Kecamatan Burneh, Bangkalan Kota, Labang, Modung, dan beberapa kecamatan lainnya. Seluruh kegiatan berlangsung tertib, aman, serta diikuti dengan antusias oleh jamaah yang memadati lokasi-lokasi pelaksanaan sejak pagi hari.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan menyampaikan bahwa pelaksanaan Idul Fitri tahun ini berjalan dengan penuh hikmat dan kebersamaan. Momentum hari raya diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi sarana untuk membersihkan hati, mempererat persaudaraan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Selain itu, Idul Fitri 1447 Hijriyah diharapkan menjadi titik awal untuk semakin memperkuat silaturahmi, baik dengan tetangga, sahabat, maupun keluarga besar. Nilai-nilai kebersamaan dan saling memaafkan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan penuh keberkahan.

Melalui momentum Idul Fitri ini, Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta bersama-sama mewujudkan kehidupan yang lebih baik, damai, dan sejahtera, menuju cita-cita bersama yaitu baldatun thayyibatun wa rabbun ghafūr, negeri yang baik dan mendapat ampunan dari Allah SWT.

Semoga semangat Idul Fitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh umat, serta menjadi awal yang baik untuk memperkokoh persaudaraan dan membangun masyarakat yang berkemajuan.