Semangat kebersamaan dan penguatan kapasitas pendidikan tampak jelas ketika rombongan guru dan kepala sekolah SD se-Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, melakukan perjalanan edukatif ke Lembah Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bukan sekadar wisata, melainkan bagian dari upaya membangun kapasitas (capacity building) guru dan kepala sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Di tengah suasana alam yang sejuk dan menenangkan, para peserta memanfaatkan setiap momen untuk berdiskusi mengenai berbagai isu pendidikan. Percakapan hangat tentang transformasi pembelajaran, penguatan literasi, peningkatan kompetensi guru, hingga strategi menciptakan sekolah yang ramah dan inovatif mengalir di sela-sela kegiatan. Tidak ada sekat antara kepala sekolah dan guru; semuanya duduk bersama sebagai pembelajar yang memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan pendidikan.
Keindahan Lembah Tumpang menjadi latar yang sempurna untuk memperkuat semangat kolaborasi. Di antara replika candi dan gemericik air pegunungan, lahir berbagai gagasan baru tentang bagaimana menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Para peserta menyadari bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui kemauan untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan berinovasi.
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa guru dan kepala sekolah tidak pernah berhenti belajar. Mereka rela meluangkan waktu, menempuh perjalanan jauh, dan berdiskusi secara intens demi meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah masing-masing. Semangat tersebut mencerminkan komitmen kuat insan pendidikan Kecamatan Burneh untuk terus tumbuh dan berkembang bersama.
Kegiatan capacity building ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh peserta. Sepulang dari Malang, mereka tidak hanya membawa kenangan indah tentang Lembah Tumpang, tetapi juga membawa inspirasi, gagasan, dan semangat perubahan yang akan diterapkan di sekolah masing-masing. Sebab sejatinya, perjalanan terbaik bukanlah tentang sejauh mana kita melangkah, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita bawa pulang untuk kemajuan pendidikan dan masa depan anak-anak bangsa.


Add a Comment