IMG-20260406-WA0042

Berita Duka: Aktivis Muhammadiyah dan Pemuda Islam, Muhammad Mirdasy Wafat, Tinggalkan Jejak Perjuangan yang Mendalam

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah dan seluruh elemen aktivis pemuda Islam. Muhammad Mirdasy, salah satu tokoh penting di lingkungan Muhammadiyah Jawa Timur, wafat pada Senin, 6 April 2026, sekitar pukul 14.22 WIB di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang.

Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan duka bagi Muhammadiyah, tetapi juga bagi seluruh kalangan aktivis muda Islam yang selama ini mengenal dedikasi dan komitmennya dalam perjuangan dakwah dan gerakan sosial.

Muhammad Mirdasy dikenal luas sebagai kader Muhammadiyah yang memiliki jejak panjang pengabdian, baik di bidang dakwah, akademik, maupun politik kebangsaan. Ia merupakan sosok yang mampu menjembatani idealisme gerakan dengan realitas sosial, menjadikan dakwah sebagai kekuatan transformasi umat.

Lebih dari sekadar aktivis organisasi, almarhum juga dikenal sebagai figur pemuda Islam yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ideologi dan gerakan amar ma’ruf nahi munkar. Semangatnya dalam memperjuangkan kepentingan umat, khususnya di kalangan generasi muda, menjadikannya sosok yang dihormati lintas organisasi dan generasi.

Dalam perjalanan hidupnya, Mirdasy tidak hanya aktif di Muhammadiyah, tetapi juga terlibat dalam berbagai gerakan kepemudaan dan kebijakan publik. Ia dikenal sebagai organisator ulung yang membuka ruang bagi anak muda untuk terlibat dalam isu-isu strategis umat dan bangsa.

Kiprahnya yang konsisten dalam dunia pemikiran, advokasi, hingga politik menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga melalui kebijakan dan kerja nyata di tengah masyarakat. Ia meyakini bahwa perjuangan pemuda Islam harus hadir dalam semua lini kehidupan demi kemaslahatan umat.

Kepergian beliau pun dirasakan sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi persyarikatan Muhammadiyah, tetapi juga bagi jejaring luas aktivis, akademisi, dan tokoh muda Islam di Indonesia. Sosoknya dikenal dekat dengan generasi muda dan menjadi inspirasi dalam membangun gerakan yang progresif dan berkemajuan.

Kini, Muhammad Mirdasy telah berpulang. Namun semangat perjuangannya tidak akan pernah padam. Ia telah meninggalkan warisan nilai, keteladanan, dan jejak pengabdian yang akan terus hidup dalam gerakan dakwah dan perjuangan pemuda Islam ke depan.

Selamat jalan, pejuang.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga generasi muda Islam mampu melanjutkan api perjuangan yang telah beliau nyalakan.

IMG-20260405-WA0002

Kader Muhammadiyah Suarakan Hak Libur Guru ke Wamendikdasmen, Didorong Masuk RUU Sisdiknas

Nganjuk, 4 April 2026 – Nuansa kekeluargaan dan semangat persyarikatan terasa kuat dalam pertemuan makan siang antara kader-kader Muhammadiyah dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, yang berlangsung di Nirwana Resto pada Sabtu (4/4/2026). Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahim, tetapi juga ruang strategis untuk membahas isu-isu krusial dalam dunia pendidikan nasional.

Kehadiran para kader Muhammadiyah dalam suasana yang santai namun penuh makna menjadikan diskusi berlangsung semakin akrab dan terbuka. Terlebih, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah juga merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, sehingga komunikasi terjalin dengan hangat dan penuh kesepahaman nilai.

Dalam forum tersebut, Suraji, M.Pd sebagai kader Muhammadiyah sekaligus praktisi pendidikan menyampaikan secara langsung aspirasi terkait perjuangan hak-hak guru, khususnya mengenai hak libur guru dan efektivitas jam kerja. Aspirasi tersebut disampaikan dalam bentuk legal opinion yang telah lama diperjuangkan dan dimuat di berbagai media.

Menurut Suraji, penting bagi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang baru untuk memberikan perhatian serius terhadap keseimbangan hak dan kewajiban guru. Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak guru, termasuk hak libur yang selaras dengan kalender pendidikan, akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.

“Guru yang haknya terpenuhi akan lebih fokus dalam menjalankan tugasnya. Ini bukan semata soal kesejahteraan, tetapi tentang bagaimana menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna dan berkualitas,” ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung sambil menikmati hidangan, termasuk durian khas Nganjuk, berjalan dalam suasana santai namun sarat substansi. Berbagai isu turut mengemuka, mulai dari penguatan posisi guru, kebijakan PPPK, hingga arah kebijakan pendidikan nasional ke depan.

Wakil Menteri Fajar menyampaikan apresiasi atas masukan yang disampaikan para kader Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap berbagai pandangan konstruktif dari organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah yang selama ini dikenal memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan.

“Kami terus membuka ruang dialog dengan berbagai pihak. Muhammadiyah sebagai organisasi yang memiliki jaringan pendidikan luas tentu menjadi mitra strategis dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa proses penyusunan RUU Sisdiknas saat ini masih terus menyerap berbagai aspirasi dari praktisi, akademisi, dan tokoh pendidikan di seluruh Indonesia. Bahkan, pihaknya berkomitmen untuk turun langsung ke daerah-daerah guna memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Pertemuan ini menjadi refleksi kuat bahwa sinergi antara pemerintah dan kader Muhammadiyah dapat menjadi energi besar dalam memperjuangkan pendidikan yang berkeadilan. Diharapkan, aspirasi terkait hak-hak guru, khususnya hak libur dan pengaturan jam kerja, dapat terakomodasi dalam RUU Sisdiknas yang baru, sehingga cita-cita menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua dapat terwujud secara nyata.

IMG-20260320-WA0004

Ribuan Warga Padati Halaman Masjid Al Huda Burneh dalam Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 H

Burneh, 20 Maret 2026 — Ribuan warga memadati halaman Masjid Al Huda Burneh untuk mengikuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Burneh pada Jumat pagi, 20 Maret 2026. Pelaksanaan salat Idul Fitri berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan, serta diikuti oleh jamaah yang tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Burneh, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Burneh.

Salat Idul Fitri dilaksanakan di halaman Masjid Al Huda Burneh karena tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mengikuti salat Ied bersama Muhammadiyah. Sejak pagi hari, jamaah sudah berdatangan memenuhi halaman masjid hingga ke area sekitar lokasi pelaksanaan.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan salat Idul Fitri tersebut adalah Kyai Drs. Rik Suhadi, S.Th.I, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan penting tentang makna Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam paparannya, Kyai Rik Suhadi mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan madrasah ruhani yang melatih umat Islam selama satu bulan penuh untuk meningkatkan kualitas iman, ibadah, dan akhlak. Oleh karena itu, keberhasilan puasa tidak hanya diukur selama bulan Ramadan saja, tetapi harus terlihat dalam perilaku selama sebelas bulan berikutnya.

Beliau menegaskan bahwa apabila setelah Ramadan seseorang menjadi lebih baik dalam sikap, lebih peduli kepada sesama, dan lebih dekat kepada Allah, maka itulah tanda bahwa ibadah puasanya diterima dan diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Selain itu, dalam khutbahnya beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, terutama dalam hal kedermawanan dan kepedulian sosial. Umat Islam diingatkan agar terus membangun solidaritas, membantu fakir miskin, memperbanyak sedekah, serta menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri di hari yang suci.

Menurut beliau, Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam, bukan hanya karena telah menyelesaikan ibadah puasa, tetapi karena berhasil mengendalikan diri, memperkuat iman, dan meningkatkan kepedulian sosial. Hari raya harus menjadi titik awal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri di halaman Masjid Al Huda Burneh juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Salah satu jamaah yang hadir menyampaikan rasa syukur karena dapat melaksanakan salat Idul Fitri bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan salat Idul Fitri di halaman Masjid Al Huda Burneh terasa sangat khidmat dan penuh persatuan, serta menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antar sesama umat Islam dan masyarakat secara luas.

Dengan terselenggaranya Salat Idul Fitri 1447 Hijriah ini, diharapkan semangat kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial semakin kuat di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai Ramadan dapat terus hidup dalam kehidupan sehari-hari menuju masyarakat yang lebih baik, religius, dan penuh keberkahan.

IMG_2156

Pelaksanaan Salat Idul Fitri Muhammadiyah di 13 Titik se-Kabupaten Bangkalan Berlangsung Khidmat dan Lancar

Bangkalan, 20 Maret 2026 — Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bangkalan, berlangsung dengan sukses, lancar, dan penuh kekhusyukan. Pada hari Jumat, 20 Maret 2026, warga Muhammadiyah bersama masyarakat umum melaksanakan salat Idul Fitri secara serentak di berbagai lokasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Di Kabupaten Bangkalan, pelaksanaan Salat Idul Fitri dilaksanakan di 13 titik lokasi yang tersebar di 7 kecamatan, di antaranya Kecamatan Burneh, Bangkalan Kota, Labang, Modung, dan beberapa kecamatan lainnya. Seluruh kegiatan berlangsung tertib, aman, serta diikuti dengan antusias oleh jamaah yang memadati lokasi-lokasi pelaksanaan sejak pagi hari.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan menyampaikan bahwa pelaksanaan Idul Fitri tahun ini berjalan dengan penuh hikmat dan kebersamaan. Momentum hari raya diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi sarana untuk membersihkan hati, mempererat persaudaraan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Selain itu, Idul Fitri 1447 Hijriyah diharapkan menjadi titik awal untuk semakin memperkuat silaturahmi, baik dengan tetangga, sahabat, maupun keluarga besar. Nilai-nilai kebersamaan dan saling memaafkan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan penuh keberkahan.

Melalui momentum Idul Fitri ini, Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta bersama-sama mewujudkan kehidupan yang lebih baik, damai, dan sejahtera, menuju cita-cita bersama yaitu baldatun thayyibatun wa rabbun ghafūr, negeri yang baik dan mendapat ampunan dari Allah SWT.

Semoga semangat Idul Fitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh umat, serta menjadi awal yang baik untuk memperkokoh persaudaraan dan membangun masyarakat yang berkemajuan.

bbdb48cf-e1d1-4659-806d-a71f91765c6c

LAZISMU PCM Burneh Distribusikan Lebih dari 1,4 Ton lebih Zakat Fitrah dan Zakat Mal Jelang Idul Fitri 1447 H

Burneh, 19 Maret 2026 — Amil LAZISMU Pimpinan Cabang Muhammadiyah Burneh mulai melakukan distribusi zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerima pada Kamis malam (19/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menunaikan amanah umat serta memastikan bahwa zakat tersalurkan secara tepat sasaran kepada fakir miskin, kaum duafa, dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Burneh dan sekitarnya.

Pada tahun ini, jumlah zakat fitrah yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari satu ton beras, yang kemudian langsung didistribusikan kepada warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Penyaluran dilakukan oleh panitia amil bersama pengurus LAZISMU PCM Burneh dengan penuh tertib dan penuh rasa tanggung jawab agar bantuan dapat diterima sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Selain zakat fitrah, panitia juga menyalurkan zakat mal dalam bentuk uang tunai yang berasal dari infaq dan shodaqoh warga Muhammadiyah serta para donatur. Jumlah zakat mal yang dibagikan pada tahun ini mencapai Rp20.000.000, yang diberikan kepada warga yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan syariat.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Muhammadiyah kepada masyarakat, terutama dalam momentum akhir Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami berharap zakat fitrah dan zakat mal yang dibagikan ini dapat memberikan manfaat bagi fakir miskin dan kaum duafa, sehingga semua warga dapat merasakan kebahagiaan dalam menyambut hari kemenangan. Tidak boleh ada satu pun warga yang tidak bisa merayakan Idul Fitri karena kekurangan,” ujar panitia amil LAZISMU PCM Burneh.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Pimpinan Cabang Muhammadiyah Burneh juga akan menyelenggarakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah pada hari Jumat, 20 Maret 2026, yang akan diikuti oleh warga Muhammadiyah dan masyarakat umum di wilayah Kecamatan Burneh.

Dengan adanya kegiatan pendistribusian zakat ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah semakin kuat di tengah masyarakat, serta menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kebahagiaan yang dapat dirasakan bersama oleh seluruh umat.

1dc03faa-f38f-4b3d-bf5b-daa1bc2a1f36

Tadarus Keliling Pemuda Muhammadiyah Burneh Digelar di PTM Blumbang, Kajian Ramadan Berlangsung Khidmat dan Interaktif

Tadarus Keliling Pemuda Muhammadiyah Burneh Digelar di PTM Blumbang, Kajian Ramadan Berlangsung Khidmat dan Interaktif

Bangkalan, 10 Maret 2026 – Kegiatan Tadarus Keliling Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Burneh kembali dilaksanakan dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang penuh makna. Pada kesempatan kali ini, kegiatan bertempat di PTM Blumbang, yang biasanya dikenal sebagai arena latihan dan pertandingan atlet tenis meja, namun kali ini disulap menjadi tempat kajian Ramadan yang penuh dengan nuansa keilmuan dan kebersamaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah yang aktif dalam berbagai kegiatan keislaman serta para kader Muhammadiyah dari wilayah sekitar Kecamatan Burneh. Suasana tadarus berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembacaan Al-Qur’an bersama, kemudian dilanjutkan dengan kajian keislaman yang membahas berbagai persoalan seputar Al-Qur’an dan fikih Islam.

Dalam sesi kajian, terjadi diskusi yang menarik dan interaktif antar peserta. Para jamaah dengan antusias menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta pengalaman keagamaan, sehingga forum kajian menjadi hidup dan penuh dengan semangat mencari ilmu. Diskusi yang berkembang menunjukkan tingginya semangat kader dan warga Muhammadiyah dalam memahami ajaran Islam secara mendalam dan berkemajuan.

Menariknya, kegiatan yang biasanya berlangsung di masjid atau mushalla ini justru dilaksanakan di gedung olahraga tenis meja, sehingga memberikan suasana yang berbeda namun tetap khusyuk. Hal ini menunjukkan bahwa syiar Islam dapat dilakukan di mana saja selama membawa nilai kebaikan dan kemanfaatan bagi umat.

Melalui kegiatan Tadarus Keliling Pemuda Muhammadiyah Burneh, diharapkan semangat dakwah dan pembinaan kader terus terjaga. Konsistensi dalam mengadakan kajian Ramadan menjadi bukti nyata bahwa Pemuda Muhammadiyah terus berupaya melakukan syiar Islam berkemajuan, membangun umat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat kebersamaan.

Semoga kegiatan ini dapat terus berlangsung secara istiqomah dan berkelanjutan, serta mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas demi terwujudnya umat Islam yang kuat, cerdas, dan berkemajuan.

IMG-20260309-WA0025

Safari Ramadhan PDM Bangkalan: Kyai Rik Suhadi Tekankan Penguatan Cabang dan Ranting

Bangkalan, 9 Maret 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangkalan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan 1447 H di Masjid At-Taqwa Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, pada Senin, 9 Maret 2026, menjelang buka puasa bersama. Kegiatan berlangsung khidmat, penuh antusias, dan diikuti oleh pimpinan cabang, ranting, serta warga Muhammadiyah setempat.

Acara berlangsung atraktif terutama saat penyampaian materi tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) oleh Ust. H. Busiri, pakar ilmu falak Muhammadiyah Bangkalan. Dalam penjelasannya disampaikan bahwa pemahaman KHGT terus disosialisasikan secara luas agar warga Muhammadiyah memiliki kesamaan dalam penentuan waktu ibadah berdasarkan perhitungan astronomi yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sesi ini berlangsung menarik karena diikuti diskusi yang hidup dan penuh semangat dari para peserta.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Bangkalan, Kyai Drs. Rik Suhadi, S.Th.I, menegaskan pentingnya penguatan cabang dan ranting sebagai basis gerakan Muhammadiyah.

Beliau menyampaikan bahwa dakwah harus terus diperluas dengan membangun jaringan yang kuat di berbagai bidang agar syiar Islam berkemajuan semakin dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, H. Syafii Irsyad, selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Bangkalan, menekankan pentingnya konsolidasi organisasi serta penguatan majelis dan lembaga agar kegiatan Muhammadiyah di tingkat cabang semakin aktif dan terarah.

Kegiatan Safari Ramadhan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama, yang semakin mempererat silaturahmi antara pimpinan daerah, cabang, ranting, dan seluruh warga Muhammadiyah di Bangkalan.

IMG-20260308-WA0018

Safari Ramadhan PDM Bangkalan di Masjid At-Taqwa Socah Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Silaturahmi

Bangkalan, 8 Maret 2026 — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangkalan kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan yang kali ini bertempat di Masjid At-Taqwa Socah, pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Socah tersebut berjalan dengan sangat meriah, penuh kekeluargaan, serta tetap dalam suasana khidmat dan religius.

Kegiatan Safari Ramadhan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan, pimpinan cabang, pimpinan ranting, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah dan masyarakat umum di Kecamatan Socah. Antusiasme peserta tampak begitu tinggi sejak awal kegiatan, terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir serta terjalinnya komunikasi yang hangat dan penuh keakraban antara pimpinan dan warga persyarikatan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan, Kyai Drs. Rik Suhadi, S.Th.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi organisasi. Beliau menyampaikan bahwa penguatan kaderisasi harus dimulai dari tingkat ranting hingga cabang agar Muhammadiyah semakin kokoh dalam menjalankan dakwah dan pemberdayaan umat.

“Penguatan kaderisasi harus terus dilakukan dari ranting sampai cabang. Jika ranting kuat, cabang kuat, maka daerah juga akan kuat. Dengan kaderisasi yang baik, Muhammadiyah akan mampu terus memberdayakan umat menuju masyarakat Islam yang berkemajuan,” tegas Kyai Rik Suhadi.

Sementara itu, Ustadz Zainullah, selaku Ketua PCM Socah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah Socah terus berupaya meningkatkan peran sosial melalui pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang disalurkan kepada fakir miskin dan masyarakat yang berhak menerima.

Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ZIS yang berjalan secara rutin menjadi salah satu kekuatan Muhammadiyah dalam membantu masyarakat serta memperkuat kepercayaan umat terhadap persyarikatan.

“Alhamdulillah, kegiatan ZIS di Muhammadiyah Socah terus berjalan dan kami salurkan kepada fakir miskin serta masyarakat yang berhak menerima. Dengan kebersamaan dan kepedulian, insyaAllah Muhammadiyah Socah akan semakin tumbuh, berkembang, dan maju,” ungkap Ustadz Zainullah.

Kegiatan Safari Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah, yang semakin mempererat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh peserta yang hadir. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menjadi bukti bahwa silaturahmi yang kuat adalah kunci kemajuan organisasi dan pemberdayaan umat.

Dengan terselenggaranya Safari Ramadhan ini, diharapkan sinergi antara PDM, PCM, PRM, serta seluruh warga Muhammadiyah semakin solid dalam mewujudkan dakwah yang mencerahkan dan membangun masyarakat yang berkemajuan.

IMG-20260307-WA0040

Safari Ramadhan PDM Bangkalan di Masjid Al-Huda Burneh “Silaturahim Organisasi, Penguatan Cabang dan Ranting, serta Pembinaan Masjid Produktif”

Safari Ramadhan PDM Bangkalan di Masjid Al-Huda Burneh
“Silaturahim Organisasi, Penguatan Cabang dan Ranting, serta Pembinaan Masjid Produktif”

Bangkalan – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangkalan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan yang bertempat di Masjid Al-Huda Muhammadiyah Kecamatan Burneh. Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin PDM dalam rangka mempererat silaturahim, memperkuat konsolidasi organisasi, serta melakukan pembinaan kepada pimpinan cabang, ranting, dan jamaah Muhammadiyah di wilayah Kecamatan Burneh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PDM Bangkalan Kyai Drs. Rik Suhadi, Sekretaris PDM Suraji, M.Pd, Drs. H. Busiri sebagai narasumber, serta jajaran pimpinan harian PDM Bangkalan dan pengurus PCM serta PRM se-Kecamatan Burneh.

Safari Ramadhan kali ini mengusung tema
“Mempererat Silaturahim, Memperkuat Cabang dan Ranting, serta Mewujudkan Masjid yang Produktif dan Berkemajuan.”
Dalam sambutannya, Ketua PDM Bangkalan Kyai Rik Suhadi menyampaikan bahwa Safari Ramadhan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur Muhammadiyah mulai dari daerah, cabang, hingga ranting, sehingga gerakan dakwah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Beliau juga menekankan pentingnya membangun masjid yang produktif, yaitu masjid yang tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Masjid harus menjadi pusat gerakan Muhammadiyah. Dari masjid lahir kader, lahir kegiatan dakwah, lahir kepedulian sosial, dan lahir kekuatan umat. Karena itu cabang dan ranting harus kuat, dan masjid harus hidup dengan kegiatan yang produktif,”
demikian disampaikan oleh Kyai Rik Suhadi.

Kegiatan Safari Ramadhan kali ini terasa istimewa karena dilaksanakan di Masjid Al-Huda Burneh yang baru dan megah, yang menjadi salah satu pusat kegiatan Muhammadiyah di Kecamatan Burneh. Keberadaan masjid ini diharapkan mampu menjadi penggerak kegiatan dakwah dan pembinaan umat secara berkelanjutan.

Dalam tausiyah yang disampaikan oleh Drs. H. Busiri, jamaah diajak untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ibadah, memperbanyak sedekah, serta menguatkan peran lembaga Muhammadiyah seperti Lazismu, Majelis Tabligh, Majelis Dikdasmen, dan majelis lainnya agar semakin aktif dalam melayani umat.

Kegiatan berlangsung atraktif, komunikatif, dan penuh keakraban, dilanjutkan dengan dialog, silaturahim, dan konsolidasi organisasi antara pimpinan daerah, cabang, ranting, serta warga persyarikatan.

Dengan terselenggaranya Safari Ramadhan ini, diharapkan sinergitas antara pimpinan, kader, dan warga Muhammadiyah semakin kuat, sehingga gerakan dakwah, pendidikan, dan sosial di Kecamatan Burneh dapat terus berkembang dan membawa kemaslahatan bagi umat.

IMG-20260307-WA0007

Kajian Ramadhan Pemuda Muhammadiyah Burneh: Menguatkan Iman, Membangun Bangkalan Berkemajuan

Burneh, 7 Maret 2026 — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Burneh menggelar kegiatan Kajian Ramadhan dan Tadarus Keliling yang berlangsung khidmat di Masjid Al Huda, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting Muhammadiyah serta unsur pemerintah daerah, dengan tema “Menguatkan Iman, Membangun Bangkalan Berkemajuan.”

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Mohammad Fauzan Ja’far, Wakil Bupati Bangkalan, kemudian Diky Sadqamullah, Sekretaris Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, serta Rik Suhadi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan.

Turut hadir para jamaah tadarus keliling, pemuda Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah se-Kecamatan Burneh yang memenuhi Masjid Al Huda dengan penuh antusias.

Dalam paparannya, para narasumber menyampaikan bahwa membangun Bangkalan yang berkemajuan harus diawali dengan penguatan iman, niat yang sungguh-sungguh, serta komitmen bersama antara ulama, umara, dan masyarakat. Keimanan yang kuat akan menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil, dan berkemajuan.

Wakil Bupati Bangkalan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan sangat penting dalam membangun daerah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah yang selama ini aktif dalam kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Dr. Diky Sadqamullah menekankan pentingnya memperkuat aqidah dan ideologi Islam agar umat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai intervensi yang dapat melemahkan keimanan. Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperkokoh kepribadian Muslim yang berilmu, beriman, dan berakhlak.

Ketua PDM Bangkalan, Kyai Drs. Rik Suhadi, menyampaikan bahwa Muhammadiyah akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang unggul, berkemajuan, dan berkeadilan, serta memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung sangat hidup dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti dialog, terutama saat membahas harapan bersama untuk mewujudkan Bangkalan yang lebih maju dan sejahtera.

Salah satu unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Burneh, Haji Suparman, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari semakin banyaknya aktivitas keislaman di masjid yang baru digunakan tersebut. Ia berharap generasi muda Muhammadiyah terus bangkit dan berkontribusi besar dalam pembangunan Bangkalan.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Bangkalan yang telah beberapa kali menghadiri kegiatan Muhammadiyah. Hal ini dinilai sebagai bentuk komunikasi yang baik antara ulama dan umara dalam membangun daerah.

Kegiatan Kajian Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama agar semangat kebersamaan, keimanan, dan persatuan dapat terus terjaga demi mewujudkan Bangkalan yang sejahtera, berkemajuan, dan berkeadilan.