9e0f9afc-586f-44df-b653-a0ed5dbfca82

Wamendikdasmen Hadir di Pendopo Agung Bangkalan, Berikan Pembinaan kepada Penerima Revitalisasi Sekolah dan Terima Aspirasi Guru melalui Naskah Akademik

 

BANGKALAN, 17 September 2026 — Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ulhaq, MA, ke Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan, Kamis (17/9/2026), berlangsung penuh khidmat sekaligus semarak. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga 14.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan pembangunan pendidikan di Kabupaten Bangkalan.

Kehadiran Wamendikdasmen disambut oleh Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, jajaran Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Kepala Dinas Pendidikan, para pemangku kepentingan pendidikan, serta perwakilan satuan pendidikan penerima program revitalisasi sekolah tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Fajar Riza Ulhaq memberikan arahan dan pembinaan secara langsung kepada lembaga sekolah atau satuan pendidikan yang memperoleh bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.

Program tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Kabupaten Bangkalan pada tahun 2026 memperoleh dukungan pembangunan fisik pendidikan dalam jumlah besar, mencakup lebih dari 200 satuan pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA, baik berupa pembangunan gedung maupun rehabilitasi fasilitas sekolah.

Besarnya dukungan tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan sekolah yang lebih layak, aman, dan nyaman, tetapi juga menjadi energi baru bagi seluruh insan pendidikan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kompetensi peserta didik.

“Sarana dan prasarana pendidikan yang semakin baik harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, dan seluruh ekosistem pendidikan.”

Pembangunan fisik sekolah, dengan demikian, diharapkan tidak berhenti pada pembangunan gedung semata. Infrastruktur pendidikan harus menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan belajar yang lebih berkualitas, sehingga guru dan peserta didik semakin bersemangat mengembangkan potensi serta kompetensinya.

Suara Guru Bangkalan Disampaikan melalui Naskah Akademik

Momentum kunjungan Wamendikdasmen tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi dan pemikiran para guru di Kabupaten Bangkalan mengenai berbagai persoalan pendidikan yang berkaitan dengan kesejahteraan, jam kerja, dan pengaturan tugas guru ASN, termasuk ASN PNS, PPPK, maupun PPPK paruh waktu.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan menyerahkan naskah akademik kepada Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Naskah tersebut merupakan gagasan dan kajian yang disusun dari aspirasi guru Kabupaten Bangkalan, termasuk kajian mengenai pengaturan jam kerja dan waktu libur guru ASN serta implikasinya terhadap kesejahteraan dan pelaksanaan tugas profesional guru.

Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan masukan dalam penyusunan maupun penyempurnaan kebijakan pendidikan nasional, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara beserta regulasi turunannya.

Aspirasi tersebut menjadi semakin strategis mengingat pemerintah sedang melakukan proses penyusunan dan pembahasan kebijakan baru di bidang sistem pendidikan nasional. Karena itu, para guru Bangkalan berharap berbagai pengalaman empiris dan pemikiran yang dituangkan dalam naskah akademik tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan regulasi yang memberikan kepastian, keadilan, dan perlindungan bagi guru.

Bangkalan Ingin Berkontribusi dalam Kebijakan Pendidikan Nasional

Penyampaian naskah akademik tersebut bukan sekadar menyampaikan aspirasi daerah, tetapi juga merupakan bentuk partisipasi insan pendidikan Kabupaten Bangkalan dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan kebijakan pendidikan nasional.

Guru sebagai tenaga profesional memiliki pengalaman langsung dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan di lapangan. Karena itu, suara guru dari daerah dinilai penting untuk menjadi salah satu sumber masukan dalam penyusunan regulasi agar kebijakan yang lahir dapat mempertimbangkan kondisi nyata satuan pendidikan.

Para guru Bangkalan berharap kebijakan nasional ke depan dapat memberikan pengaturan yang jelas dan relevan mengenai tugas profesional guru, beban kerja, jam kerja, kesejahteraan, serta kedudukan ASN guru, termasuk PPPK dan PPPK paruh waktu.

Momentum pertemuan dengan Wamendikdasmen juga menjadi kesempatan bagi Kabupaten Bangkalan untuk menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Dengan dukungan revitalisasi lebih dari 200 satuan pendidikan pada tahun 2026 dan adanya perhatian pemerintah pusat terhadap berbagai aspirasi pendidikan di daerah, Kabupaten Bangkalan memiliki peluang untuk terus memperkuat kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI ke Bangkalan tersebut pun diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya komunikasi antara pemerintah pusat dan insan pendidikan di daerah.

Guru-guru Bangkalan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr. Fajar Riza Ulhaq, MA, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, yang telah hadir, mendengarkan aspirasi, serta memberikan arahan secara langsung.

Harapannya, aspirasi yang telah disampaikan melalui naskah akademik dapat menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan pendidikan nasional sehingga suara guru dari Kabupaten Bangkalan dapat turut didengar dan dipertimbangkan dalam lahirnya regulasi pendidikan yang relevan, adil, memberikan kepastian hukum, serta berpihak pada peningkatan mutu dan kesejahteraan guru.

Kegiatan di Pendopo Agung Bangkalan ini menjadi bukti bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya tentang membangun gedung sekolah, tetapi juga tentang membangun manusia, meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalisme guru, dan menghadirkan kebijakan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *