37adc4c4-c71e-4749-8ed3-b34a22925ee4

Ziarah kepada Jamaah Haji: Tradisi Khas Indonesia yang Sarat Doa dan Persaudaraan

Kepulangan jamaah haji selalu menghadirkan suasana yang penuh kebahagiaan. Tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang ikut merasakan kegembiraan atas selesainya rukun Islam kelima tersebut. Di Indonesia, khususnya di Madura, terdapat tradisi yang telah berlangsung turun-temurun, yaitu silaturahmi atau “ziarah haji” kepada orang yang baru kembali dari Tanah Suci.

Tradisi ini bukanlah ziarah ke makam, melainkan kunjungan kepada saudara, tetangga, atau kerabat yang baru pulang dari Makkah. Masyarakat datang berbondong-bondong untuk mengucapkan selamat, menikmati jamuan sederhana, menerima oleh-oleh, mendengarkan kisah perjalanan spiritual, serta yang paling utama meminta doa dan keberkahan dari jamaah haji yang diyakini baru saja menyelesaikan ibadah yang sangat mulia.

Di Madura, tradisi tersebut memiliki nuansa yang sangat khas. Bahkan, dalam beberapa hari setelah kepulangan jamaah, rumah seorang haji hampir tidak pernah sepi dari tamu. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga dekat, tetangga, sahabat, hingga masyarakat yang memiliki hubungan sosial yang jauh. Kehadiran mereka bukan semata-mata untuk menikmati hidangan atau memperoleh buah tangan, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan ikhtiar memperoleh doa agar kelak diberi kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji.

Tradisi ini sesungguhnya memiliki akar dalam khazanah Islam. Para ulama mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa orang yang baru pulang dari haji dianjurkan untuk mendoakan kaum muslimin lainnya, sedangkan orang yang belum berhaji dianjurkan meminta doa kepada mereka. Bahkan, sebagian ulama menyebutkan bahwa keutamaan tersebut berlangsung hingga empat puluh hari setelah kepulangan jamaah haji. (Jurnal Daarul Huda⁠)

Menariknya, tradisi seperti ini hampir tidak ditemukan dalam skala yang sama di Arab Saudi ataupun sebagian besar negara Timur Tengah. Di sana, kepulangan jamaah haji umumnya hanya disambut oleh keluarga dekat dan kerabat terdekat secara sederhana. Tidak ada tradisi kunjungan massal selama berhari-hari, tidak pula kebiasaan menjamu tamu dalam jumlah besar sebagaimana yang lazim dilakukan masyarakat Indonesia.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah berhasil memadukan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal yang menjunjung tinggi silaturahmi, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama. Budaya ini menjadi kekayaan sosial yang tidak dimiliki oleh semua bangsa muslim di dunia.

Namun demikian, tradisi meminta doa dan mencari keberkahan hendaknya dipahami secara proporsional. Keberkahan sesungguhnya berasal dari Allah SWT, sedangkan jamaah haji hanyalah saudara sesama muslim yang baru saja menyelesaikan ibadah mulia dan diharapkan memperoleh predikat haji mabrur. Karena itu, penghormatan kepada mereka tidak boleh melahirkan sikap berlebihan yang dapat mengarah kepada pengkultusan individu.

Pada hakikatnya, tradisi ziarah haji di Madura dan Indonesia merupakan simbol kuatnya ukhuwah Islamiyah. Rumah seorang haji berubah menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan keluarga yang lama tidak bertemu, tetangga yang jarang berkunjung, bahkan sahabat lama yang terpisah oleh waktu. Di sana, makanan menjadi sarana berbagi, oleh-oleh menjadi simbol kasih sayang, dan doa menjadi perekat persaudaraan.

Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, tradisi semacam ini patut dijaga dan dilestarikan. Sebab, nilai terbesar dari ziarah kepada jamaah haji bukanlah pada hidangan yang tersaji atau oleh-oleh yang dibawa, melainkan pada terbangunnya ikatan persaudaraan dan tumbuhnya harapan bersama agar semakin banyak umat Islam yang mendapat panggilan suci ke Baitullah.

Mungkin inilah salah satu wajah Islam Indonesia yang paling indah: Islam yang ramah, penuh kekeluargaan, dan menjadikan silaturahmi sebagai bagian dari ibadah serta sumber keberkahan bagi kehidupan bersama. (beritasatu.com⁠)

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *