Menembus Jalan Berliku Demi Menyalakan Semangat Menulis
Oleh: Siti Rohimah, S.Pd., Kepala SDN Langkap 3 Kecamatan Burneh
Tidak semua perjalanan menuju ilmu selalu mulus. Ada kalanya, jalan yang harus ditempuh penuh tantangan dan rintangan. Namun, justru dari perjalanan itulah tersimpan kisah yang menginspirasi dan memberikan makna mendalam.
Begitulah yang saya rasakan ketika bersama Ibu Vera, Kepala SDN Langkap 5, menghadiri Workshop Penulisan Artikel Ilmiah yang diselenggarakan oleh KKG Guslah 4 Kecamatan Burneh di UPTD SDN Binoh 1 pada Kamis, 11 Juni 2026.
Perjalanan menuju lokasi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Jalan utama dari Desa Langkap menuju Binoh sedang dalam perbaikan sehingga akses utama ditutup. Kami pun harus mencari jalan alternatif. Jalan tersebut berkelok-kelok, sempit, dan melewati pematang sawah serta rumah-rumah penduduk. Bahkan beberapa kali kami berpapasan dengan kendaraan lain sehingga salah satu mobil harus mengalah untuk mencari ruang yang cukup agar dapat saling melintas.
Situasi seperti itu bukan hanya terjadi saat berangkat, tetapi juga saat perjalanan pulang. Namun, semua itu tidak mengurangi semangat kami untuk menimba ilmu. Justru perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa untuk memperoleh sesuatu yang bernilai, terkadang dibutuhkan perjuangan dan kesungguhan.
Sesampainya di lokasi, rasa lelah seakan terbayar lunas. Workshop yang menghadirkan Suraji, M.Pd. sebagai narasumber tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga. Materi tentang menulis artikel ilmiah disampaikan dengan cara yang sederhana, mudah dipahami, dan langsung dapat dipraktikkan. Suasana kegiatan berlangsung santai namun tetap serius, sehingga membuat seluruh peserta merasa nyaman untuk belajar dan berdiskusi.
Hal yang paling menarik bagi saya adalah tumbuhnya keberanian untuk mulai menulis artikel ilmiah dan menerbitkannya pada jurnal penelitian. Selama ini, banyak guru memiliki pengalaman dan inovasi pembelajaran yang luar biasa, namun belum banyak yang terdokumentasi dalam bentuk tulisan ilmiah. Padahal, melalui tulisan itulah gagasan dan inovasi dapat dibaca, dipelajari, dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
Workshop ini menyadarkan saya bahwa menulis bukanlah sesuatu yang sulit. Menulis adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan dibiasakan. Yang terpenting adalah memiliki kemauan untuk memulai.
Pengalaman berharga ini menjadi harapan positif yang ingin saya maksimalkan implementasinya di SDN Langkap 3. Saya ingin menumbuhkan budaya literasi dan pembiasaan menulis bersama teman-teman guru. Saya percaya bahwa guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga dapat menjadi penulis yang mampu menghasilkan karya ilmiah dan melahirkan berbagai inovasi pembelajaran.
Perjalanan melalui jalan yang sempit dan berliku menuju Binoh pada hari itu seakan menjadi simbol perjalanan seorang guru dalam menulis. Memang tidak selalu mudah, terkadang ada hambatan dan tantangan. Namun, selama ada semangat, kemauan, dan keyakinan, maka tujuan akan dapat dicapai.
Karena sesungguhnya, ilmu yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh akan melahirkan manfaat yang besar. Dan dari sebuah perjalanan sederhana menembus pematang sawah dan jalan alternatif yang sempit, saya belajar bahwa semangat untuk terus belajar dan menulis tidak boleh berhenti.
Semoga langkah kecil ini menjadi awal lahirnya lebih banyak guru penulis, lebih banyak karya ilmiah, dan lebih banyak inovasi yang dapat menginspirasi dunia pendidikan Indonesia.


Add a Comment